Kategori
Berita

Kalimat Tegas Luhut Panjaitan kepada Wamenkes Dante: Jangan Sampai Ini Gagal

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan meminta Kementerian Kesehatan menyediakan laboratorium (lab) untuk tes PCR sampai ke tingkat kabupaten dan kota.

Permintaan itu disampaikan Menko Luhut Panjaitan saat Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Vaksinasi bersama menteri kesehatan dan para ahli epidemiologi dari sejumlah universitas secara daring, Rabu (28/7). 

Luhut menegaskan penyediaan lab PCR sampai ke kabupaten/kota itu penting dilakukan seiring dengan digalakkannya upaya 3T (Testing, Tracing, dan Treatment). 

Baca Juga: Tanpa Sungkan, Kang Ujang Sebut Nama Luhut Pandjaitan Dia bahkan langsung meminta Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono untuk mengecek persediaan lab tersebut. 

“Pak Dante, coba dicek dulu untuk lab PCR ini supaya jangan sampai 3T ini gagal hanya karena lab PCR-nya tidak cukup,” ucap Luhut Panjaitan melalui keterangan tertulis di Jakarta, kemarin. 

Penyediaan lab PCR di tingkat kabupaten/kota itu juga bertujuan untuk melengkapi kebutuhan rumah sakit di daerah. 

Koordinator PPKM di Jawa-Bali itu juga meminta kegiatan 3T bisa dilakukan untuk melacak minimal terhadap lima orang kontak erat dengan penderita Covid-19. 

Terkait vaksinasi Covid-19, mantan kepala staf kepresidenan (KSP) itu meminta Kemenkes bekerja sama dengan TNI-Polri untuk mengejar target 2 juta dosis vaksin per hari.

“(Vaksinasi) dua juta ini bisa mulai dilakukan pada minggu pertama Agustus, ya. Kalau ada vaksinnya, cukup, saya harap bisa sampai 200 juta sampai dengan Desember 2021,” pungkas Menko Luhut.

Merespon permintaan Luhut, Wamenkes Dante Saksono mengatakan pembukaan lab di level kabupaten/kota akan terlebih dahulu dicoba di wilayah Jawa-Bali. “Memang ada beberapa hal yang perlu kita evaluasi mengenai pelaksanaan testing di puskesmas. Karena PCR di puskesmas itu banyak juga memberikan pelayanan kepada yang terkonfirmasi,” ucapnya. “Untuk pembukaan lab PCR untuk kabupaten/kota akan coba kita lakukan untuk wilayah Jawa-Bali dahulu,” lanjutnya.

BACA JUGA :   Gaduh NIK Jokowi, Menkes Tutup Semua Data Pejabat di Aplikasi

Sementara itu, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan seiring dengan digalakkannya upaya 3T, maka kemungkinan angka positif Covid-19 juga akan naik. Namun dia berharap upaya itu justru akan mempermudah proses penanganan pasien sejak dini dan mengurangi potensi penularan virus. Menkes Budi menyampaikan bahwa mayoritas kasus kematian terjadi pada pasien Covid-19 yang belum vaksin dan umumnya masih di IGD dengan saturasi yang rendah.

“Pasien datang dengan saturasi rendah, kemudian meninggal. Itu sudah dipastikan datangnya telat. Makanya, Pak Menko, kita akan ajarin untuk mengenali saturasi ini. Jadi kita bisa menghindari kematian akibat telat dibawa ke rumah sakit,” pungkas Menkes Budi.[jpnn.com]


Kalimat Tegas Luhut Panjaitan kepada Wamenkes Dante: Jangan Sampai Ini Gagal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *