Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
Home / BERITA INDONESIA / Kapal Navigasi KN Yefyus Bantu Angkut Penumpang di 3 Pulau di Papua Barat

Kapal Navigasi KN Yefyus Bantu Angkut Penumpang di 3 Pulau di Papua Barat

/
/
/
6 Views

Kapal Navigasi KN Yefyus Bantu Angkut Penumpang di 3 Pulau di Papua Barat

loading…

SORONG – Menyusul musibah kandasnya kapal perintis KM. Sabuk Nusantara 56 di kisaran Perairan Raja Ampat (Pulau Ayau) Papua Barat pada 7 Juni 2019, Direktorat Jend. Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengerahkan Kapal Negara Kenavigasian KN Yefyus. Kapal milik Distrik Navigasi Kelas I Sorong tersebut diperbantukan mengangkut penumpang yang tidak terangkut di Pulau Ayau, Pulau Fani dan Distrik Kabare, Papua Barat.

Akibat kandasnya kapal KM. Sabuk Nusantara 56 sejumlah penumpang di Pulau Ayau, Pulau Fani dan Kabare yang sudah bersiap untuk ke Sorong gagal berangkat. Mengingat masarakat di ketiga pulau tersebut transportasinya cuma Mengandalkan pada angkutan laut, maka Ditjen Hubla cepat mengambil langkah dengan mengirimkan kapal KN Yefyus untuk mengangkut penunpang di ketiga pulau tersebut.

Kepala Distrik Navigasi Kelas I Sorong Marasabessy Haekal Dachlan menjelaskan, sesudah dikerjakan koordinasi, kapal Navigasi KN Yefyus beserta tim dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Sorong dan Disnav Kelas I Sorong berangkat ke tempat pada 10 Juni 2019 pukul 22.00 WIT untuk mengangkut penumpang yang sudah menanti dengan hasil kebun yang akan dijual di Sorong.

“sesudah menempuh perjalanan kisaran sembilan jam dari Sorong, kapal berlabuh di Pulau Ayau dan tidak dapat sandar sehingga para penumpang wajib mempergunakan perahu longboat selaku rede untuk naik ke atas kapal,” terang Haekal.

sesudah selesai, lanjut Haekal, kapal ke Pulau Fani dengan proses embarkasi yang sama mempergunakan perahu longboat. Adapun Pulau Fani Adalah pulau terluar di Papua Barat.

Dari Pulau Fani, KN Yefyus ke ke Kabare dan sandar di dermaga. Seterusnya tanggal 11 Juni 2019 pukul 22.30 kapal bertolak ke Sorong dengan membawa total penumpang 233 orang.

“Alhamdulillah pagi ini (12/6/2019) pukul 08.00 WIT, kapal KN Yefyus sudah tiba di Pelabuhan Sorong dengan selamat. Keadaan kapal dalam kondisi baik dan para ABK serta petugas yang ditugaskan dari Disnav Sorong dan KSOP Sorong juga dalam kondisi sehat,” kata Haekal.

Menurut Kepala Adat Kampung Doreker di Pulau Ayau, Boster Umpes, yang sempat berbicara dengan Kepala KSOP Sorong dan Kadisnav Sorong beberapa waktu sesudah tiba di Sorong, kehadiran KN Yefyus melalui tugas perbantuan ini amat membantu masarakat.

alasannya masarakat sudah mempersiapkan sejumlah kecil dari hasil perkebunan seperti pisang, kelapa dan hasil perikanan mereka untuk dijual ke Sorong. Kalau tidak ada kapal, maka hasil kebun dan ikan akan sulit untuk dijual.

Mereka amat menginginkan jalur perintis ke daerah mereka tidak berhenti sebab masarakat cuma Mengandalkan pada transportasi laut, khususnya kapal perintis.

“Untuk itu atas nama masyarakat masarakat, kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dari pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan,” ujar Boster.

Pada Peluang ini, Haekal mengungkapkan, pihaknya amat bersyukur sebab kehadiran KN Yefyus dapat membantu masarakat di Papua Barat dan mereka yang naik kapal KN Yefyus tidak dipungut ongkos utawa gratis.

“Kami berusaha agar masarakat di wilayah terpencil di Papua Barat dapat ikut menikmati mudik gratis sama seperti saudara-saudara yang ada di Jakarta dan kota-kota besar lainnya dengan moda transportasi yang patut. Sehingga tidak ada ongkos apapun yang dipungut untuk penumpang untuk mengangkut mereka dari tempat asal ke maksud Pelabuhan Sorong,” kata Haekal.

Sementara itu, Kepala Kantor KSOP Kelas I Sorong M Takwim Masuku menerangkan bahwa KSOP Sorong sudah terlebih dahulu mengirimkan tim survey underwater untuk melaksanakan penyelaman dan pembersihan karang yang menghalangi serta menyampaikan tugboat untuk menarik kapal KM Sabuk Nusantara 56 pada Minggu (9/6/2019).

“Tim kami kembali melaksanakan usaha evakuasi kapal pada Selasa kemarin (11/6/2019) di mana kapal ditarik oleh tugboat TB Mitra Ocean tapi belum sukses sehingga proses evakuasi dihentikan sementara dan menanti usaha lebih detail,” ucap Takwim.

Ia menambahkan, diperlukan secepatnya kapal pengganti atau deviasi kapal perintis lain untuk mengisi kekosongan trayek ke pulau-pulau tersebut sehingga masarakat dapat tetap terlayani.

“Dari hasil evaluasi kami, untuk mengisi kekosongan trayek ke pulau-pulau tersebut ialah dengan melaksanakan deviasi dan omisi pelabuhan singgah kapal perintis trayek R-96 ialah KM Sabuk Nusantara 61,” tutup Takwim.

(alf)

SindoNews by Abrori

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This div height required for enabling the sticky sidebar