Kebanyakan Warga Jakarta Setuju Perluasan Aturan Ganjil-Genap

3

Kebanyakan Warga Jakarta Setuju Perluasan Aturan Ganjil-Genap

JAKARTA – Kebanyakan masarakat Jakarta ternyata setuju dengan perluasan aturan Ganjil – Genap yang akan Dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta.

Hal ini ditunjukkan dengan hasil voting yang ditunaikan oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta beberapa waktu lalu dan diikuti oleh sedikitnya 936 responden. Dalam hasil voting tersebut ternyata sebanyak 58 % masarakat mengumumkan setuju sementara 42 % sisanya tidak setuju.

Hasil ini lalu disampaikan oleh Dinas Pehubungan DKI Jakarta melalui akun resminya di Twitter. Tentunya hasil ini terbilang menarik sebab selama ini suara penolakan kepada aturan tersebut lebih banyak terdengar, khususnya dari para pengemudi taksi online.

Pemerintah DKI Jakarta pun menginginkan dengan adanya aturan ini maka masarakat akan makin terpacu untuk mempergunakan kendaraan umum sehingga dapat mengurangi kepadatan lalu lintas. Waktu ini, Pemerintah DKI Jakarta telah mulai mengoperasikan MRT yang Adalah kendaraan umum andalan waktu ini.

Tidak cuma itu, kualitas udara Jakarta pun diinginkan dapat membaik sebab berkurangnya hitungan total kendaraan yang lalu lalang. Dengan sedemikian masarakat DKI Jakarta dapat lebih merasa sehat daripada sebelumnya. Sosialiasi aturan ini pun terus ditunaikan sebelum penerapan legal di bulan September di bermacam tempat.

Ada 16 ruas jalan yang terkena dampak keputusan strategi. Kalau ditambah dengan ruas-ruas jalan yang telah terlebih dahulu terkena ganjil-genap, jumlahnya sekarang jadi 25 ruas jalan. Sembilan ruas jalan yang telah terlebih dahulu terkena ganjil-genap ialah Jl Medan Merdeka Barat, Jl. M.H Thamrin, Jl. Jendral Sudirman, Jl. Jendral S. Parman (mulai simpang Jl. Tomang Raya sampai Simpang Jl. KS. Tubun), Jl. Gatot Soebroto, Jl. MT Haryono, JL. H.R Rasuna Said, Jl. D.I Panjaitan, Jl. Jendral A. Yani (mulai simpang Jl. Perintis Kemerdekaan sampai simpang Jl. Bekasi Timur Raya).

Adapun 16 ruas jalan baru yang menerapkan sistem ganjil-genap. Jalan tersebut ialah jalan Pintu Besar Selatan, jalan Gadjah Mada, jalan Hayam Wuruk, jalan Majapahit, jalan Sisingamangaraja, jalan Panglima Polim, jalan Fatmawati (mulai simpang Jl. Ketimun I sampai simpang Jl. TB Simatupang), jalan Suryopranoto, jalan Balikpapan, jalan kiai Caringin, jalan Tomang Raya, jalan Pramuka, jalan Salemba Raya, jalan Kramat Raya, jalan Senen Raya dan jalan Gunung Sahari. [Adi/Ari]

 

You might like

About the Author: Agus Mulyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *