mbah marzuqi romli giriloyo
Mbah Marzuqi Romli Giriloyo

Keistimewaan Mbah Marzuqi Romli, Mursyid Thoriqoh Syathoriyah dari Giriloyo

Diposting pada 22 views

Syaikhina KH. Maimoen Zubair pernah bercerita, dulu beliau sering diajak KH. Ali Ma’shum Krapyak untuk sowan ke ndalem KH. Ahmad Marzuqi Romli di dusun Giriloyo Imogiri Bantul Jogjakarta. Siapa Mbah Marzuqi Giriloyo? Beliau seorang kyai, mursyid Thoriqoh Syathoriyah, yang juga penyebar Islam di daerah Gunung Kidul Jogjakarta. Saat ini, tiap haul Mbah Marzuqi, maka daerah Gunung Kidul akan “sunyi sepi”, sebab masyarakatnya berduyun-duyun turun gunung untuk ikut hadir Haul Mbah Marzuqi di PP. Ar Romli Giriloyo Imogiri Bantul Jogjakarta.

Mbah Marzuqi ialah seorang mursyid Thoriqoh yang tegas menjalankan syariat. Beliau banyak membangun masjid di daerah yang beliau kunjungi. Seluruh ongkos pembangunan masjid beliau tanggung secara mandiri. Sungguh, beliau seorang sufi yang kaya raya. Bahkan, beliau pernah berhaji bersama-sama Famili besarnya yang berjumlah belasan orang, dengan menanggung semua biayanya.

Sebuah contoh ketegasan Mbah Marzuqi dalam menjalankan syariat, beliau termasuk seorang kyai yang Tidak mau program Famili Berencana (KB) dari pemerintah. Banyak cerita mengenai hal ketegasan beliau Tidak mau KB, yang tidak dapat kami tuliskan secara keseluruhan di sini. Prinsip beliau yang Inti dalam hal tersebut ialah membahagiakan Nabi Saw dengan memperbayak ummat beliau. Kecuali itu, yang senantiasa akan kita dapati dari masjid-masjid peninggalan Mbah Marzuqi, ialah, terpisahnya masjid dengan toilet atau kamar mandi. Masjid peninggalan Mbah Marzuqi senantiasa berjarak sekian meter dari bangunan toiletnya.

ARTIKEL LAINNYA :
Lirik La Ilaha IllaAllah Tub Alaina - Teks Arab, Latin dan Artinya

Mbah Marzuqi juga seorang sufi yang amat peduli dengan pemberdayaan masarakat. Beliau banyak mewariskan ilmu pengobatan herbal alternatif, yang sampai Saat ini masih dilestarikan secara turun temurun oleh masarakat Giriloyo, berupa gurah dan bekam. Saat ini, desa Giriloyo di lereng bukit pemakaman Raja-raja Mataram di Imogiri sungguh dikenal selaku desa wisata yang mempersembahkan banyak kelebihan, seperti pengobatan herbal, kesenian tradisional Islam, wisata alam,dan batik tulis khas Jogjakarta. Mbah Marzuqi juga mempunyai banyak haewan piaraan berupa sapi dan kambing yang secara sukarela beliau titipkan ke masarakat kisaran selaku bagian sumber ekonomi masarakat.

Mbah Marzuqi wafat di usia 90 pada tahun 1991 silam. Ada yang mengesankan dari True Story wafatnya beliau. Pada hari wafatnya, beliau yang terbaring sakit mengumpulkan semua member keluarganya beserta masarakat kisaran. Waktu seluruh sudah berkumpul, beliau mentalqin para hadirin (mengucapkan kalimat tahlil Laa ilaaha illallah) sebanyak 24 kali. Waktu hitungan ke 24 itulah beliau berhenti dan menghembuskan nafasnya yang terakhir. Innaa Lillaahi wa Innaa ilaihi roji’un. Semoga kita termasuk dalam golongan pecinta para Auliya’ dan Sholihin. Lahul faatihah…

Blitar, 17 Rojab 1437 H

Penulis: Muhammad Kanzul Firdaus.

Keistimewaan Mbah Marzuqi Romli, Mursyid Thoriqoh Syathoriyah dari Giriloyo

ARTIKEL LAINNYA :
Teks Lirik Ya Dunya Ajmalu Maghna (يَا دُنْيَا أَجْمَلُ مَغْنَى) - Ditulis Arab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *