5e9a9950e4c00
5e9a9950e4c00

Kemenkes Bentuk Tim Audit Gugurnya Dokter akibat Covid-19, IDI Harap Jadi Solusi

Diposting pada
Views: 11
Read Time:2 Minute, 21 Second

Kemenkes Bentuk Tim Audit Gugurnya Dokter akibat Covid-19, IDI Harap Jadi Solusi

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih mengatakan, saat ini Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) sedang membentuk tim audit kematian untuk para dokter yang gugur akibat Covid-19.

“Iya, baru dibentuk di Kemenkes (tim audit kematian),” ujar Daeng kepada Kompas.com, Senin (28/9/2020).

Atas dibentuknya tim audit kematian tersebut, kata Daeng, IDI berharap tim tersebut dapat segera bekerja cepat.

Utamanya adalah untuk mencari solusi tepat dalam rangka melindungi para dokter dan petugas kesehatan lainnya.

“IDI berharap tim ini segera bekerja agar bisa cepat dicari solusi yang terbaik dan tepat untuk perlindungan petugas kesehatan,” kata dia.

Ia mengatakan, selama ini IDI terus berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan Kemenkes dalam upaya perlindungan tenaga kesehatan.

Upaya itu mulai dari menjaga ketersediaan alat pelindung diri (APD), pemeriksaan swab gratis bagi petugas kesehatan yang baru saja dimulai, hingga pembentukan tim audit kematian tersebut.

“Pembentukan tim audit kematian akan melakukan evaluasi dan mencari akar masalah serta mencari solusinya,” kata Daeng.

Sementara itu, merespons pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy yang meminta IDI bertanggung jawab atas keselamatan para dokter yang terkena Covid-19, Daeng mengatakan hal itu merupakan bentuk motivasi.

READ  Ciptakan Lapangan Kerja dengan Duit Rp3,34 Triliun

Khususnya, kata dia, motivasi agar IDI lebih bersemangat dan berusaha mengadvokasi semua pihak untuk perlindungan dokter.

“Utamanya perlindungan dokter yang melaksanakan tugas pengabdiannya di lini terdepan pelayanan merawat saudara-saudara kita yang sakit karena Covid-19,” kata dia.

Pembentukan tim audit kematian itu pun, kata dia, merupakan salah satu upaya yang dilakukan IDI untuk melindungi para dokter.

Sebelumnya, Muhadjir Effendy meminta IDI melindungi keselamatan para dokter yang menangani Covid-19.

Muhadjir menekankan, jangan sampai IDI berharap ada pihak lain yang bertanggung jawab atas nasib para dokter.

Menurut Muhadjir, sebagai wadah profesi yang mumpuni, IDI harus mengedepankan tanggung jawab dalam rasa kesejawatan sehingga harus melindungi keselamatan para anggotanya.

Hal tersebut disampaikan Muhadjir saat menjadi keynote speaker dalam simposium virtual yang digelar IDI Jawa Barat, Minggu (27/9/2020).

“Saya mohon IDI betul-betul berada di ujung tombak pertama untuk melindungi keselamatan anggotanya. Itu bagian dari tanggung jawab korps,” ujar Muhadjir.

“Jangan berharap ada pihak lain yang lebih bertanggungjawab, karena kalau berharap ada pihak lain yang lebih bertanggung jawab, maka hilanglah hakekat korpsnya, kesejawatannya,” kata dia.

Oleh karena itu, Muhadjir meminta agar IDI pusat dapat memberi perhatian terhadap IDI daerah dengan merumuskan cara agar para anggotanya aman saat memberikan pelayanan.[kompas.com]


Kemenkes Bentuk Tim Audit Gugurnya Dokter akibat Covid-19, IDI Harap Jadi Solusi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *