Kemenko Perekonomian dorong daya beli masyarakat dengan bansos

Kemenko-Perekonomian-dorong-daya-beli-masyarakat-dengan-bansos.webp_.jpeg

Kemenko Perekonomian mendorong daya beli masyarakat melalui bansos di tengah keadaan darurat PPKM yang membatasi mobilitas.

“Dengan pemberian bansos ini secara ekonomi, kami juga ingin mendorong daya beli masyarakat. Namun, porsi konsumsi rumah tangga kita terhadap PDB (produk domestik bruto) kita hampir 60 persen,” kata sekretaris kementerian koordinator perekonomian. Susiwijono Moegiarso dalam diskusi online yang dipantau Jakarta. , Kamis.

Susiwijono mengatakan pihaknya sedang menggarap strategi ini dengan beberapa percepatan dan menolak program perlindungan sosial. Kemudian, beberapa program perlindungan sosial mempercepat pelaksanaannya, ada yang ditambah dan ada yang diperpanjang.

“Dengan strategi pemerintah, pada saat eskalasi darurat PPKM dimungkinkan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya kini tengah memperpanjang perpanjangan Bantuan Sosial Tunai (BST), sehingga mendorong percepatan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk kartu sembako serta subsidi listrik dari PLN.

Selain itu, pihaknya juga memberikan bantuan produktif kepada UMKM untuk bertahan di masa mobilitas yang ketat ini.

Menurut Susiwijono, sebagian besar UKM bergerak di sektor informal. Sehingga mereka membutuhkan bantuan untuk bertahan dan tetap menjalankan usahanya sesuai dengan pembatasan kegiatan selama masa darurat PPKM.

Ia juga mengatakan, prinsip utama pemerintah saat kasus meningkat seperti ini adalah mengutamakan aspek kesehatan. Namun, kami tetap menjaga keseimbangan dengan manajemen dari sisi ekonomi.[antaranews.com]


Kemenko Perekonomian dorong daya beli masyarakat dengan bansos

BACA JUGA :   Ditanya Alasan Jemput Paksa Azis Syamsuddin, Ini Kata KPK

Recommended For You

About the Author: Hendro Purwanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *