8c026c9a59765e423e58513812e1b33d
8c026c9a59765e423e58513812e1b33d

Kemensos Siapkan 4 Instrumen Bansos Hadapi Covid-19

Diposting pada 24 views

Kemensos Siapkan 4 Instrumen Bansos Hadapi Covid-19

PEMERINTAH  melalui Kementerian Sosial memberikan sokongan sosial (bansos) selaku social safety net. Sejumlah bansos tersebut diinginkan dapat mengurangi beban Famili miskin dan rentan dari dampak ekonomi akibat penyebaran virus Covid-19. Menurut Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos Asep Sasa Purnama, Ada 4 instrumen bansos social safety net.

Ke-1, Kementerian Sosial sudah menaikkan indeks sokongan Program Sembako dari awalnya Rp150.000/Famili Penerima Manfaat (KPM)/bulan jadi Rp200.000/KPM/bulan. Kenaikan bansos sebesar Rp50.000 tersebut, diperuntukkan bagi 15,2 juta KPM Program Sembako.

“Besar sokongan ini diberikan selama enam bulan yaitu Maret sampai Agustus 2020,” ucap Asep dalam Penjelasan persnya di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Selasa (24/3).

Keputusan strategi ini ditempuh lantaran dampak penyebaran virus korona dikhawatirkan menimbulkan perlambatan perekonomian Indonesia. Pemerintah sendiri sudah mempersiapkan instrumen fiskal untuk menanggulangi dampak ekonomi akibat penyebaran virus korona senilai Rp10 triliun, di mana Kementerian Sosial dapat alokasi sebesar Rp4,56 triliun. Adapun total anggaran untuk bansos Program Sembako sebesar Rp28,08 triliun.

Ke-2, Kemensos juga mempercepat penyaluran sokongan ke 10 juta KPM Program Famili keinginan (PKH). Penyaluran sokongan PKH dilaksanakan saban 3 bulan sebanyak 4 kali dalam setahun. Ialah pada bulan Januari, April, Juli, dan Oktober saban tahun.

“Untuk pencairan periode ke-2, yaitu pada bulan April dimajukan pada bulan Maret ini. Sedemikian pula untuk pencairan periode ketiga Juli, akan dimajukan pada bulan April nanti,” kata Asep. 

READ
Kemenhub: Hitungan total Penumpang Pesawat Turun 70 %

Seterusnya, pencarian PKH akan dilaksanakan saban bulan. Percepatan pencairan bansos PKH ini diharapakan dapat menjaga daya beli KPM PKH dan dapat digunakan dengan baik oleh KPM untuk menaikkan gizi anak sehingga mereka dapat terhindar dari penyebaran virus korona.

Kemensos sudah berkirim surat edaran ke gubernur dan bupati/wali kota untuk mempergunakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sesuai kewenangannya. 

“Dengan pencairan CBP, diinginkan kepala daerah yang daerahnya terdampak covid-19 dapat menjaga kebutuhan pokok warganya,” kata Asep.

Tidak kalah penting, Kemensos akan menyalurkan santunan kematian sebesar Rp15 juta untuk ahli waris dari tiap korban meninggal dunia akibat Covid-19. Waktu ini, Kemensos tengah melaksanakan asesmen kepada para korban meninggal akibat Covid-19 tersebut.

“Keputusan strategi ini untuk meringankan Famili korban dan selaku bentuk perhatian negara kepada kubu warga yang terdampak virus korona,” jelasnya.

baca juga: Tangkal Covid 19, Matakin Bagikan Hand Sanitizer Gratis

Santunan akan diberikan ke korban dengn terlebih dahulu dilaksanakan asesmen. 

“Misalnya, diperlukan surat Penjelasan medis dari RS bahwa korban meninggal sungguh korban Covid-19,” kata Asep.

Kecuali itu, dalam penyaluran santunan kematian juga disertakan surat Penjelasan dari pemerintah daerah setempat (dinas sosial). Kecuali sokongan sosial (bansos) selaku social safety net, Kemensos juga menyokong full pengadaan dan pemenuhan kelengkapan berupa APD (Alat Pelindung Diri) bagi petugas medis yang Ada di garda depan penanganan kepada korban. sebelum ini, Mensos Juliari Batubara sudah menandatanganinya Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor: 861/1/KP.08.01/3/201 soal Tim Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Kementerian Sosial. Regulasi ini melengkapi sejumlah aturan yang telah berlaku sebelumnya. (OL-3)

READ
Hercules TNI Angkut 150 Ribu Test Kit Corona dari China Telah Tiba di RI




Kemensos Siapkan 4 Instrumen Bansos Hadapi Covid-19

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *