Kesholehan Seseorang Bukan Dilihat dari Cara Pakaian dan Gelar anak cucu

Kesholehan Seseorang Bukan Dilihat dari Cara Pakaian dan Gelar anak cucu

Oleh: Rudi S Kamri*)

Warta Batavia – Saya tidak dapat membayangkan betapa sedihnya Nabi Muhammad SAW menyaksikan orang yang mengakui dirinya anak cucu nabi tapi bertindak brutal dan arogan mengeluarkan kata-kata kasar ke petugas negara seperti yang dilaksanakan Umar Abdullah Assegaf pengasuh Majelis Roudhotus Salaf, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur.

Seperti yang pernah saya sampaikan dalam tulisan terdahulu, pakaian seseorang bukan penanda keimanan dan kesholehan. Dan ini terbukti dicontohkan oleh Umar Abdullah Assegaf. Walaupun dia berpakaian gamis ala pakaian Arabia, ternyata tidak menjamin akhlaknya seputih gamis yang dikenakan. Alih-alih dia meniru cara berpakaian Nabi Muhammad SAW, tapi dia lupa meneladani ahlak dan perilaku nabi yang halus dan full kesantunan.

Umar Abdullah lupa, Abu Lahab dan Abu Jahal juga berpakaian serupa nabi, tapi akhlaknya berbanding terbalik 180° dari akhlak Nabi Muhammad SAW yang full kemuliaan. Sebab terang pakaian orang beriman yang paling hakiki ialah ketaqwaan, akhlak yang baik, perilaku santun dan tawadhu, hati yang bersih dan pikiran yang lurus. Bukan cuma terbatas pakaian fisik dan kelakuan negatif seperti dicontohkan Umar Abdullah Assegaf pada Rabu, 20 Mei 2020 yang lalu.

Di samping perilaku kasar dan brutal, cara berpikir Umar Abdullah Assegaf juga amat menyesatkan. Dia bilang cuma orang yang tidak sholat yang akan terpapar Covid-19. Logika sesat ini amat berbahaya jikalau ditularkan dan dipercayai para jamaahnya. Ujaran Umar Abdullah Assegaf ini secara tidak langsung juga Adalah penistaan bagi korban terpapar Covid-19, baik yang masih dirawat maupun yang meninggal.

READ
Surprise, Ganjar Terima Dukungan APD Karya Masyarakat Binaan Lapas dan Rutan

20 ribu lebih orang yang positif Covid-19 dan 1200 orang lebih yang meninggal termasuk para tenaga medis, sebagian besar mereka juga ummat Islam yang patuh beribadah. Ujaran dan logika sesat Umar Abdullah Assegaf amat melukai hati Famili para korban. Di sisi ini Umar Abdullah Assegaf tidak patut disebut selaku ulama yang jadi teladan.

Kejadian memalukan yang dilaksanakan oleh Umar Abdullah Assegaf ialah contoh the best bahwa dalam beragama kita wajib mengedepankan ketulusan, budi pekerti, karakter humanis dan akal sehat. Bukan sekedar terbatas secara simbolik dengan mempertunjukkan cara berpakaian atau merasa anak cucu Nabi Muhammad SAW. Cara berpakaian dan anak cucu siapa, tidak menjamin apa-apa.

Seorang Pak Karto Kamijan, petani desa dari daerah Gunung Kidul cuma dengan berpakaian batik sederhana dan sarung lusuh tapi mempunyai sifat humanis, tawadhu dan bertutur kata sopan, akan memperoleh penghormatan tinggi dari saya dan kita seluruh, daripada orang yang mengakui dirinya pemuka agama, pengasuh pondok pesantren, anak cucu nabi tapi berperilaku riya`, arogan, kasar dan semena-mena.

Terakhir, aparat keamanan negara wajib tegas dan tidak boleh ragu-ragu menindak keras para pelanggar aturan dan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Kelakuan busuk mereka bukan cuma membahayakan diri mereka sendiri tapi juga berkemungkinan besar mengorbankan keamanan orang lain.

Kepekokan dan kebebalan ternyata bukan monopoli orang-orang yang berkerumun di pasar-pasar dan yang berburu pakaian lebaran di mall-mall. Hmmm…

READ
Iran Siap Balas Serang Kapal AS di Teluk Persia dan Laut Hindia

Salam SATU Indonesia
22052020

*)Penulis ialah Pengamat Sosial dan Tinggal di Jakarta

Kesholehan Seseorang Bukan Dilihat dari Cara Pakaian dan Gelar anak cucu

loading...

Recommended For You

About the Author: Ahmad Zainudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *