Kategori
Islami

Ketua FPI Aceh yang Tuduh Rezim Syaiton Iblis Pernah Mencaci-maki Dandim


Ketua FPI Aceh Abi Wahidin ramai berbicara di media sosial setelah videonya yang mengklaim bahwa Indonesia dipimpin rezim setan menjadi viral.

Video pendek tersebut berisi provokasi dan menebar permusuhan. Ketua FPI Aceh itu memprovokasi warga untuk mengabaikan larangan pemerintah pulang kampung untuk menekan penyebaran Covid-19. Menurut Ketua Umum Cyber ​​Indonesia Habib Muannas, presiden FPI Aceh mungkin sudah ditangkap karena dicurigai menyebarkan permusuhan di masyarakat.

Baca: Habib Muannas Minta Presiden FPI Aceh ditangkap karena menebar provokasi dan permusuhan

Abi Wahid bahkan secara terbuka meminta para pemudik untuk membongkar isolasi agar bisa bertemu orang tua, keluarga, dan kerabatnya. Bahkan, dia menuduh pemerintah sebagai rezim setan yang dikendalikan komunis.

Pada tahun 2020, video Abi Wahidin juga menjadi viral karena terlibat pembicaraan verbal yang mengutuk Kolonel Abdul Razak Rangkuti dari Dandim 0101 / BS. Ketua FPI menolak inisiatif kesehatan saat berdzikir dan doa bersama dengan tema “Doa Bersama dari Serambi Mekkah Untuk Indonesia”.

Dalam video yang beredar, pertengkaran terjadi di koridor Masjid Agung Baiturrahman di Banda Aceh, Aceh, Kamis (31/12/2020).

Baca: Innalillah! Orang ini menyebut Indonesia rezim setan dan harus dilawan

Dandim meminta jemaah zikir menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus Corona. Namun, sejumlah jemaah, termasuk wakil presiden FPI, menolak permohonan tersebut.
“Yang pertama tidak ada izin kegiatan, yang kedua sudah melaksanakan prokes dua bulan lalu di Masjid Baiturrahman sesuai petunjuk pengurus,” kata Sumastono saat dikonfirmasi, Minggu (1/1/2021). .

Selain menolak prokes, kata Sumastono, Tgk Wahid juga disebut-sebut mendoakan kehancuran pemerintah, presiden, dan TNI-Polri. Hal ini membuat sang Dandim sedikit tersinggung sehingga ia bertanya tentang arti shalat tersebut.

Peristiwa pertengkaran itu tidak berlangsung lama karena sejumlah pemeluk agama lainnya bubar. Menurut Sumastono, Wahid dan sejumlah jemaah menolak menerapkan protokol kesehatan.
“Umat lainnya terus berdzikir di masjid. Teungku Wahid bersikeras dan akhirnya menunggu di luar,” jelas Sumastono.

(Warta Batavia)


Ketua FPI Aceh yang Tuduh Rezim Syaiton Iblis Pernah Mencaci-maki Dandim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *