Kewajiban, Syarat, Sunnah dan Batalnya Wudlu’ (Fiqih Dasar 1)
Kewajiban, Syarat, Sunnah dan Batalnya Wudlu’ (Fiqih Dasar 1)

Kewajiban, Syarat, Sunnah dan Batalnya Wudlu’ (Fiqih Dasar 1)

Diposting pada
Views: 17
Read Time:1 Minute, 30 Second

Baca Juga

wudlu dan syarat wudlu sebelum shalat
Batalnya wudlu’ dan syarat serta tatacara wudlu.

Warta Batavia – Wudhu’ secara bahasa ialah membaguskan. Adapun secara istilah ialah suatu perbuatan mempergunakan air pada anggota-anggota tertentu. Dari segi syara‘, wudhu’ bermaksud membersihkan sesuatu yang tertentu dengan beberapa perbuatan yang tertentu.

A. Fardlunya wudlu ada 6, yaitu:

  1. Niat (baca: Bacaan Niat Wudhu dan Artinya),
  2. Membasuh muka,
  3. Membasuh tangan sampai siku,
  4. Mengusap sebagian rambut kapala,
  5. Membasuh kaki sampai mata kaki,
  6. Tertib (berurutan),

B. Syarat – Syarat Wudlu’

  1. Islam,
  2. Tidak berhadas besar,
  3. Dengan air suci dan mensucikan (mutlak),
  4. Tamyiz, yaitu dapat membedakan baik buruknya suatu pekerjaan,
  5. Mengetahui mana yang wajib dan mana yang sunah (mengetahui kefardhuan wudlu’),
  6. Tidak ada sesuatu yang menghalangi air sampai ke member wudlu,seperti cat, getah, lem, dll.,
  7. Tidak Ada perkara-perkara yang membatalkan wudlu’ seperti darah haidh, nifas, air kencing dan seumpamanya,
  8. Masuk waktu sembahyang bagi orang yang berterusan dalam kondisi hadath seperti orang yang menghidap penyakit beser,
  9. Tidak menganggap amalan fardhu di dalam wudlu’ selaku amalan sunah,
  10. Muwalat, yaitu berurutan.

C. Sunah-sunah Wudlu’

  1. Membaca basmalah,
  2. Membasuh ke-2 telapak tangan,
  3. Berkumur-kumur,
  4. Membasuh lobang hidung/menghisap air lewat hidung,
  5. Mengusap semua kepala,
  6. Mendahulukan member yang kanan,
  7. Membasuh telinga,
  8. Mengulang  3 kali tiap-tiap basuhan,
  9. Membasuh sela-sela jari tangan dan kaki,
  10. Membaca doa sesudah wudlu.
READ  Masalah Uji Vaksin COVID-19, Erick Thohir: Kasih Lihat Dunia Kita Serius Bekerja

D. Hal-hal yang membatalkan Wudlu’

  1. Bersentuhan kulit antara laki-laki dan wanita yang bukan muhrimnya,
  2. Tersentuh kemaluan (kubul dan dubur) dengan telapak tangan,
  3. Mengeluarkan sesuatu dari kubul dan dubur seperti air kencing, buang angin dll.,
  4. Hilang akal karena gila, pingsan, ayan, mabuk dan tidur nyeyak.

Seperti ini kewajiban berwudlu’, syarat, sunnah wudlu’ serta hal-hal yang membatalkan wudlu’, menurur fiqih Madhzab Imam Syafi’i. Baca: Niat Wudlu’ dan Doa sesudah Wudlu’. [Warta Batavia/ab]

Baca: Hukum Wudhunya Orang yang Tengah Mengenakan Make Up

Source link | Kewajiban, Syarat, Sunnah dan Batalnya Wudlu’ (Fiqih Dasar 1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *