Kisah Syekh Jumadil Kubro dalam Naskah Cirebon dan Ampel 1
Kisah Syekh Jumadil Kubro Dalam Naskah Cirebon Dan Ampel 1

Kisah Nyata Syekh Jumadil Kubro dalam Naskah Cirebon dan Ampel

Diposting pada 8 views

Jejak rekam Syekh Jumadil Kubro (Syekh al Husain Jamaluddin al Akbar), kakek Sunan Ampel, dalam dokumen dan naskah:

Naskah Cirebon menyebut Syekh Jumadil Kuro punya banyak kapal dan berlayar kemana-mana bawa kapal sendiri selaku nakoda. Basisnya, kata naskah Wangsakerta, ada di Kamboja atau Samboja (sebutan Melayu untuk nama San fo Chi yg dikenal orang Cina dari masa Sriwijaya, yaitu kota Palembang)

Naskah Ampel menyebut sebelum ke Campa, Syekh Ibrahim Asmoro, putra Syekh Jumadil Kubro, Ada di Aceh-Pasai mengislamkan orang Aceh.

Tahun 1405 catatan laporan Laksamana Cheng Ho menyebut bahwa pada tahun 1405 pas balik ke Cina dari ekspedisi laut ke-1 tahun 1403-1405, ada seseorang bernama Pi Zhe Ya man li di ni yaitu Habib Syekh Husain Jamaluddin berkoalisi dengan armada Cheng Ho.

Tahun 1407 dalam catatan Ming shi lu dari Dinasti Ming  1 utusan dari Samudra [Aceh], Aru [Aceh], Kalikut dan Cochin [Malabar] dan Malaka Hadir ke istana kaisar Ming. Utusan itu dipimpin Pi Zhe Ya man li di ni atau Habib Syekh Husain Jamaluddin

Tahun 1421 dalam catatan orang Makassar yang ditulis Valentijn di tahun 1720, utusan raja Bugis Hadir ke Malaka dan Pasai masuk Islam. sesudah beberapa tahun utusan itu lalu pulang membawa seorang ulama sayid habaib terkenal nasab  Nabi Saw. Ulama ini lantas dibawa ke Tosora, kerajaan maritim Bugis tua yang terkenal di masa itu.

ARTIKEL LAINNYA :
Amplop 10 Juta, Gus Dur Kasihkan Pada Seorang Ibu yang Kesusahan

Ulama habaib itu tiada lain ialah Syekh Jumadil Kubro yang wafat di Tosora juga…Lahul Fatihah

 

Penulis: KH Ahmad Baso

Kisah Syekh Jumadil Kubro dalam Naskah Cirebon dan Ampel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *