Komentar Putri Gus Dur Masalah Perempuan Bawa Anjing ke Masjid Jadi Tersangka

Putri Gus Dur, Alissa Wahid. Foto: Istimewa.

Islam Nusantara – Putri Gus Dur yang jadi Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid mengomentari insiden perempuan yang membawa anjing ke masjid Al Munawaroh, Sentul City, Bogor, Ahad (30/06/2019) lalu. Alissa meminta ummat Muslim berbesar hati menerima hasil pemeriksaan tim ahli kejiwaan RS Polri Kramat Jati.

Baca juga: Viral Wanita Bawa Anjing ke Masjid Al Munawaroh Bogor Diusir Jamaah

“Jangan sumbu pendek memperlakukan Perkara itu selaku kesengajaan dan kebencian,” kata Alissa di Taman Budaya Yogyakarta, Rabu (03/07/2019) dilansir dari Tempo.co.

menurut hasil pemeriksaan medis, wanita yang nekat membawa anjing masuk masjid itu menderita 2 tipe skizofrenia. Yaitu, skizofrenia paranoid dan skizoafektif.

Alissa berpesan agar kebanyakan tidak gampang tersinggung dan dapat menyaksikan masalah secara jernih. Sebaliknya, kata Alissa, kalangan yang tidak terima kepada perkara itu boleh saja keberatan. Tapi, tidak boleh menekan aparat atas hasil pemeriksaan tim dokter.

“Jangan dikit-dikit menyebut penodaan agama. Yang terjadi nanti mayoritanisme,” ucap Alissa.

Baca juga: Tanggapi Perempuan Diusir Bawa Anjing ke Masjid, Ahmad Sahal Ceritakan Arab Badui Kencing di Masjid Zaman Nabi

Menurut Alissa, wanita yang membawa anjing itu tidak dapat mencerna segala sesuatu. Sehingga secara tidak langsung dia mengajak kalangan Muslim tidak mempergunakan emosi.

“Dalam hukum Islampun, seseorang yang dinyatakan mengalami gangguan jiwa tidak dapat dikenai hukuman,” katanya.

Info terakhir, Polres Bogor sudah menaikkan status wanita berinisial SM itu selaku tersangka Perkara Sangkaan penistaan agama. Penetapan tersangka didasarkan atas alat bukti berupa Penjelasan saksi, barang bukti berupa Video Recording, serta pakaian dan sepatu yang dipakai SM.

SM Disangka menabrak pasal persangkaan yaitu pasal 156a terkait penodaan/ penistaan agama. walaupun mempunyai riwayat gangguan kejiwaan dari 2 RS, SM tetap ditahan. [Islam Nusantara/pin]

Source by Ahmad Zainuddin

You might like

About the Author: Ahmad Zainudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *