Komisi Pemberantasan Korupsi Limpahkan Perkara THR Kemendikbud ke Kepolisian

Komisi Pemberantasan Korupsi Limpahkan Perkara THR Kemendikbud ke Kepolisian

KOMISI Pemberantasan Korupsi (Komisi Pemberantasan Korupsi) melaksanakan operasi tangkap tangan (OTT) kepada Kepala Bagian Kepegawaian Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dwi Achmad Noor terkait Sangkaan pemberian uang THR ke pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Akan tetapi, Komisi Pemberantasan Korupsi belum menetapkan tersangka dan akan melimpahkan hasil OTT itu ke kepolisian.

“seusai ditunaikan permintaan Penjelasan, belum ditemukan unsur pelaku penyelenggara negara sehingga berikutnya dengan mengingat kewenangan, tugas pokok dan fungsi Komisi Pemberantasan Korupsi, maka Komisi Pemberantasan Korupsi melalui unit Koordinasi dan Supervisi Penindakan menyerahkan Perkara ke kepolisian untuk ditindaklanjuti,” kata Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi Karyoto melalui Penjelasan pers di Jakarta, Kamis (21/5).

Komisi Pemberantasan Korupsi menyebut Rektor UNJ Komarudin Disangka sudah meminta dekan-dekan fakultas dan kepala lembaga di UNJ untuk mengumpulkan uang THR. Rencananya, THR tersebut akan diberikan ke Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti Kemendikbud dan beberapa staf SDM di Kemendikbud.

OTT ditunaikan Komisi Pemberantasan Korupsi pada Rabu (20/5). Tangkap tangan itu berawal dari sokongan dan info Inspektorat Jend. Kemendikbud ke Komisi Pemberantasan Korupsi perihal Sangkaan akan adanya pemberian sejumlah uang yang Disangka dari pihak Rektor UNJ ke pejabat di Kemendikbud.

Baca juga: Komisi Pemberantasan Korupsi OTT Pejabat UNJ, Disangka Beri THR ke Pejabat Kemendikbud

READ
ODP di Kabupaten Ciamis Meningkat

Tim Komisi Pemberantasan Korupsi bersama-sama Itjen Kemendikbud menangap Dwi Achmad Noor waktu membawa uang ke kantor Kemendikbud. Barang bukti yang disita sebesar US$1.200 dan Rp27.500.000.

seusai menangkap Dwi Achmad, Komisi Pemberantasan Korupsi meneliti sejumlah pejabat di UNJ dan Kemendikbud ialah Rektor UNJ Komarudin, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ Sofia Hartati, Analis Kepegawaian Biro SDM Kemendikbud Tatik Supartiah, Kepala Biro SDM Kemendikbud Diah Ismayanti serta 2 staf Biro SDM Kemendikbud Dinar Suliya dan Parjono.

Untuk diketahui, OTT berawal dari adanya info mengenai hal Rektor UNJ Komarudin pada 13 Mei 2020 yang Disangka meminta ke dekan fakultas dan pimpinan lembaga di UNJ untuk mengumpulkan uang THR masing-masing Rp5 juta melalui Dwi Achmad Noor.

Lantas, pada 19 Mei 2020 terkumpul uang sebesar Rp55 juta dari delapan fakultas, 2 lembaga pemeriksaan dan pascasarjana. Pada 20 Mei 2020, Dwi Achmad Noor membawa uang Rp37.000.000 ke kantor Kemendikbud.

Uang tersebut lalu diberikan ke Karo SDM Kemendikbud sebesar Rp5 juta, Analis Kepegawaian Biro SDM Kemendikbud sebesar Rp2,5 juta serta Parjono dan Tuti (staf SDM Kemendikbud masing-masing sebesar Rp1 juta. seusai itu Dwi Achmad Noor diamankan tim Komisi Pemberantasan Korupsi dan Itjen Kemendikbud.(OL-5)



READ
5 Fakta Menarik Sadio Mane
-->


Komisi Pemberantasan Korupsi Limpahkan Perkara THR Kemendikbud ke Kepolisian

Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
free download udemy course
download huawei firmware
Download WordPress Themes Free
online free course
loading...

Sebarkan ini:

Recommended For You

About the Author: Hendro Purwanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *