Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa 5 Saksi di Perkara E-KTP

alexametrics

Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa 5 Saksi di Perkara E-KTP

loading…

JAKARTA – KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) sudah meneliti 5 orang saksi untuk 4 orang tersangka baru Perkara Sangkaan korupsi pengadaan kartu tanda warga elektronik (e-KTP) tahun anggaran 2011-2013.

4 orang tersangka baru tersebut yaitu Direktur Inti PT Sandipala Arthaputra Paulus Tannos (semenjak beberapa tahun lalu sudah jadi permanent residence di Singapura), eks member Komisi II DPR sekaligus eks member Komisi V DPR dari Fraksi Partai Hanura Miryam S Haryani.

Lantas eks Direktur Inti Perum Percetakan Negara RI (PNRI) yang juga eks Ketua Konsorsium PNRI Isnu Edhi Wijaya, dan PNS sekaligus perekayasa pada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknolog (BPPT) merangkap eks Ketua Tim Teknis Teknologi Info Penerapan e-KTP Husni Fahmi.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah mengumumkan, surat perintah dimulainya penyidikan (Sprindik) atas nama 4 orang tersangka yaitu Paulus Tannos, Miryam S Haryani, Isnu Edhi Wijaya, dan Husni Fahmi diteken pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi pada awal Agustus 2019. Selepas penetapan tersangka tersebut, kata Febri, penyidik sudah meneliti 5 orang selaku saksi untuk 4 tersangka. 1 di antaranya yaitu eks Sekretaris Jend. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Diah Anggraini.

“Konferensi pers secara legal pengembangan Perkara KTP elektronik dengan penetapan 4 orang tersangka sungguh baru dikerjakan hari Selasa ini, tapi pemeriksaan saksi-saksi awal telah dikerjakan. Dalam 2 Minggu ini termasuk akhir Minggu lalu sungguh ada pemeriksaan beberapa saksi. Total ada kisaran 5 orang saksi yang telah diperiksa,” ucap Febri waktu konferensi pers di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Eks pegawai fungsional pada Direktorat Gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi ini memaparkan, dalam bermacam Perkara Komisi Pemberantasan Korupsi tidak ada niatan menunda-nunda pengumuman legal seorang tersangka yang sudah ditetapkan. Menurut Febri, nama-nama 5 saksi termasuk Diah Anggraini tidak dirilis atau dicantumkan dalam jadwal pemeriksaan tentu didasarkan pada taktik penyidikan.

“Pemeriksaan saksi-saksi awal atau Pencarian paksa atau kegiatan-kegiatan lain memungkinkan dikerjakan dalam proses penyidikan awal. Itu sesuai dengan taktik dan kebutuhan penyidikan,” tandasnya.

(maf)

SindoNews by Abrori

You might like

About the Author: Abrori Ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *