Berita Islam

Kyai Afifuddin Muhajir Jelaskan Makna Kafir dalam QS Al-Maidah Ayat 44

Banyak orang yang menafsirkan makna kafir dalam QS Al-Maidah Ayat 44 dengan seenaknya, tanpa punya rujukan yang terang.

Sebab penafsiran tanpa dasar, mudah sekali orang mengafirkan sesamanya. Inilah yang memperoleh penjelasan dari ulama’ Indonesia ahli ushul fiqh, KH Afifuddin Muhajir dari Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah Sukorejo Situbondo, Jawa Timur.

Penjelasan ini ditegaskan beliau dalam status facebooknya pada Senin, 12 November 2018. Berikut selengkapnya:

و من لم يحكم بما أنزل الله فأولئك هم الكافرون  ( المائدة : ٤٤)

“Barangsiapa yang tidak berpegang untuk hukum Allah maka orang-orang itu ialah kafir.”

Ada banyak masalah sudah dibicarakan oleh ulama ahli tafsir soal ayat ini. Misalnya, ayat ini ditujukan untuk siapa? Apa yang dimaksud dengan “kafir” pada ujung ayat tersebut?

ARTIKEL LAINNYA :
Habib Sholeh Tanggul Jember dan True Story Pulpen Seorang Jend. yang Hilang

Sebagian ulama ahli tafsir seperti Ibnu Abbas, Thaus dan Atha’ berpendapat bahwa yang dimaksud dengan kufr pada ayat tersebut ialah kufr kecil, bukan kufr besar (الكفر الأكبر) yang artinya keluar dari Islam.

Yang terang, ayat tersebut datang dalam bentuknya yang amat umum. Keumumannya terletak pada kata (مَنْ) dan (مَا).

Man (من) bermakna siapa saja, tidak cuma tertuju untuk penyelenggara negara dan pemerintah, tetapi juga tertuju untuk warga secara umum.

Maa (ما) bermakna apa saja, meliputi seluruh ketentuan syari’at yang mengatur perilaku dn tingkah laku manusia.

Kiai Afifuddin Muhajir Jelaskan Makna Kafir dalam QS Al-Maidah Ayat 44

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close

Adblock detected!

Matikan Adblock untuk membaca artikel atau berita yang anda cari. Terima kasih.