Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
Home / BERITA INDONESIA / Kyai Anwar Zahid: Banyak Penceramah, Sedikit Ulama

Kyai Anwar Zahid: Banyak Penceramah, Sedikit Ulama

/
/
/
18 Views

Kyai Anwar Zahid: Banyak Penceramah, Sedikit Ulama

ISLAMRAMAH.CO, Di era ini, media sosial sudah jadi pilihan hidup yang tidak mungkin ditinggal saban orang. Apalagi di kalangan milenial, medsos tampaknya tidak cuma jadi gaya hidup, tetapi juga jadi kebutuhan hidup sehari-hari. Keniscayaan medsos ini tentu berpengaruh pada cara beragama warga mutakhir. Banyak penceramah bermunculan di media sosial. Walakin, tidak seluruh penceramah di media sosial mempunyai keilmuan yang luas dan dalam yang patut untuk disebut selaku seorang ulama. Karena, keilmuan seseorang tidak dapat dilihat dari retorika dan untain kata-kata indah yang dilontarkan.

Seirama dengan hal itu, menurut Kyai Anwar Zahid, keadaan sebenarnya hidup mutakhir sejatinya sudah diramalkan jauh sebelumnya oleh Nabi Muhammad Saw. Menurut dia, Nabi pernah menjelaskan bahwa akan ada suatu zaman di mana banyak seseorang mempunyai keahlian menghipnotis ribuan ummat melalui untaian kata-kata indah. Akan tetapi, mereka sejatinya tidak mempunyai ilmu yang luas, utawa dangkal. “Telah dikhawatirkan Kanjeng Nabi Muhammad bahwa zaman akhir nanti banyak tukang pidato, tapi sedikit ulama,” katanya sebagaimana dalam ceramahnya di akun Instagram Ulama Nusantara.

Kyai kondang yang ceramah-ceramahnya kerap mengandung humor itu juga menerangkan bahwa cukup sulit untuk membedakan antara ulama dan orang-orang yang cuma mahir berceramah di media sosial. Banyak orang yang sejatinya bukan ulama, tetapi terlanjur disebut selaku ulama sebab pengaruh media sosial. “Apalagi sekarang ustad internet, ustad Youtube, ustad medsos. Mohon maaf, kadang bukan ulama sungguhan, tetapi telah terlanjur dipanggil ulama,” jelasnya.

Kyai Anwar Zahid menyesalkan banyak ummat mudah terpengaruh oleh retorika yang seakan-akan mempertunjukkan kemahiran seseorang dalam beragama. Bahkan yang lebih memprihatinkan, tidak sedikit orang mulai meninggalkan guru-guru agama mereka yang mendidiknya dan mengajari ilmu-ilmu agama semenjak kecil. “Sekarang kau ikuti model begitu? Sampai kau melupakan kiaimu yang mengajari dasar-dasar agama. Yang mengajari kau tata cara wudhu dan shalat,” katanya.

Sebab itu, Kyai Anwar menganjurkan supaya tetap konsisten ke para ulama-ulama pesantren. Hal itu selain otoritas keilmuannya terang, juga selaku bentuk rasa ketakdziman atau kepatuhan pada guru-guru agama mereka semenjak masa muda. “Kau lebih mengidolakan yang baru kau kenal di medsos. Padahal kau belum tau kemampuan keilmuannya, kepribadiannya, dan akhlaknya,” tegasnya.

sumber

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This div height required for enabling the sticky sidebar