Kyai Said Aqil: Islam Ajarkan Keseimbangan Dunia-Akhirat
Kyai Said Aqil: Islam Ajarkan Keseimbangan Dunia-Akhirat

Kyai Said Aqil: Islam Ajarkan Keseimbangan Dunia-Akhirat

Diposting pada
Views: 25
Read Time:1 Minute, 41 Second

Warta Batavia – Ketum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan dengan tegas bahwa Islam Adalah agama yang sempurna. Kesempurnaan itu disebutnya sebab mempunyai kitab suci Al-Qur’an yang di dalamnya berisi petunjuk untuk penganutnya, baik untuk kehidupan dunia maupun akhirat.

“Islam, Al-Qur’an 15 abad yang lalu sudah memberikan petunjuk agar hidup kita ini seimbang: tidak berlebihan berat memikirkan akhirat saja, tidak berlebihan cuma ibadah mahdhoh saja, dan tidak berlebihan berat agar materialis saja, duniawi saja. Semuanya wajib kita pegang, wajib kita kuasai,” kata Kyai Said pada acara warning Hari Lahir ke-52 Kopri Pengurus Besar Pergerakan Maha siswa Islam Indonesia (Kopri PB PMII) di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (16/12).

Sehingga menurut Kyai Said, melalui aturan-aturan yang sudah ditetapkan Al-Qur’an, ummat Islam mengerti cara jadi orang yang bertaqwa, ialah dengan aktif menjalankan ritual keagamaan sekaligus membangun kehidupan dunia jadi baik.

“Jadi agama Islam, agama wasathiyah, bukan cuma untuk kampanye, bukan untuk orasi atau pidato, tapi betul-betul jika kita paham Al-Qur’an, agama yang menghargai kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Secara ringkasnya gitu,” katanya.

Lebih detail ia menyampaikan mengenai hal konsep-konsep manusia di dalam Al-Qur’an, ialah basyar, manusia, dan nas. Menurut dia, dari sisi basyar, Al-Qur’an menghendaki manusia agar kuat dan sehat. Kekayaan alam yang diciptakan Allah juga agar digunakan manusia dengan sebaik-baiknya.

READ  Susunan Bacaan Surat Al-Quran pada Shalat Witir

“Silakan kekayaan alam ini untuk orang Islam. Walhasil Islam membawa agama yang sempurna selaku basyariyahnya,” katanya.

Ke-2, manusia selaku manusia, ialah manusia dilihat dari sisi mental. Menurut dia, Al-Qur’an menyebut manusia agar jadi manusia yang berbudaya, berakhlak, dan bermoral.

“Orang yang paling penting ialah hatinya. Hati yang paling penting ialah dzauq, intuisi,” katanya.

Ketiga, manusia dari sisi nas atau warga. Selaku nas, katanya, manusia wajib sanggup hidup berbarengan dan harmonis dengan manusia yang lain di dalam lingkungannya. Manusia telah selayaknya saling menghormati dan menjaga kerukunan.

“Jadi, Islam atau Al-Qur’an mempercayakan untuk manusia membangun tata kehidupan yang harmonis,” ucapnya.

Sumber: NU Online

Source link | Kiai Said Aqil: Islam Ajarkan Keseimbangan Dunia-Akhirat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *