Laporan Mueller Tidak Temukan Bukti Trump dan Rusia Berkolusi

alexametrics

Laporan Mueller Tidak Temukan Bukti Trump dan Rusia Berkolusi

loading…

WASHINGTON – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mengumumkan laporan mengenai hal penyelidikan Jaksa Spesial Robert Mueller kepada pengakuan bahwa Presiden Donald Trump berkolusi dengan Rusia. Hasil penyelidikan selama 2 tahun itu mengumumkan pengakuan kolusi itu tidak terbukti.

Jaksa Agung William Barr merilis pernyataan laporan itu pada konferensi pers pada Kamis (18/4/2019) pagi waktu AS. Dia mengulangi beberapa kali bahwa laporan itu menetapkan Trump maupun orang Amerika lainnya tidak berkonspirasi atau berkoordinasi dengan Rusia untuk memengaruhi Pemilihan Umum AS 2016.

Pengakuan yang muncul selama ini ialah Internet Research Agency (IRA) mamanipulasi media sosial dan GRU (Direktorat Intelijen Inti) Rusia Disangka meretas email-email DNC (Komite Nasional Demokrat) dan menyerahkannya ke WikiLeaks.

Sebagaimana dimaklumi Hillary Rodham Clinton dikalahkan Donald Trump pada Pemilihan Umum AS tahun 2016. Pengakuan-klaim yang muncul ialah Rusia membantu Trump memenangkan Pemilihan Umum, tapi klaim-klaim itu telah disangkal berkali-kali oleh Presiden Vladimir Putin.

Penyelidikan yang dipimpin Mueller salah satunya menilisik Sangkaan adanya kontak antara Rusia dan tim kampanye Trump.

“Kontak Rusia terdiri dari koneksi bisnis, tawaran sokongan untuk kampanye, undangan untuk berjumpa Trump dan Putin secara langsung, undangan untuk pejabat kampanye dan perwakilan dari pemerintah Rusia untuk berjumpa, dan posisi keputusan strategi untuk mencari hubungan AS-Rusia yang lebih baik,” bunyi rincian yang diselidiki Mueller dalam laporan yang diumumkan Barr.

Laporan investigasi itu menjelaskan bahwa tidak ada 1 pun dari orang-orang yang Disangka terlibat kontak cukup kuat untuk dituntut.

Laporan yang diumumkan itu menjelaskan ada bukti substansial bahwa Trump memberhentikan direktur FBI James Comey, yang lalu jadi pahlawan “Perlawanan” terkemuka, sebab Tidak mau untuk secara terbuka untuk menjelaskan bahwa Trump tidak tengah diselidiki.

Masih menurut laporan investigasi Mueller. putra Trump; Donald Trump Jr, mempunyai kontak langsung dengan WikiLeaks selama kampanye presiden. WikiLeaks Disangka menyampaikan Trump Jr kata sandi untuk mengakses putintrump.org, yang Adalah situs web untuk menjajakan narasi “Russiagate“.

WikiLeaks, sambung laporan itu, meminta Trump Jr men-tweet tautan email ketua kampanye Clinton, John Podesta, yang bocor. Hal itu dikerjakan Trump Jr 4 hari lalu.

Mueller sudah mendakwa 13 orang Rusia yang dia pengakuan selaku “troll” IRA dan 12 orang yang Disangka selaku peretas GRU. Tetapi, laporan akhir investigasinya tidak membikin rekomendasi untuk dakwaan lebih detail.

Kendati sedemikian, Mueller belum sepenuhnya “membebaskan” Trump dari tudingan menghalangi investigasi.

Pernyataan laporan oleh Jaksa Agung William Barr sudah diidam-idamkan oleh Demokrat dan media “Perlawanan” anti-Trump. Ke-2 pihak tersebut konsisten pada tudingan kolusi Rusia dan Trump. Ke-2 pihak itu mengkritik keras ringkasan laporan Barr yang dinilai selaku cara yang akan membebaskan Trump dari kekhilafan.

(mas)

Source by Agus

You might like

About the Author: Agus Mulyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *