Makanan Khas Pati dan Oleh Oleh Khas Pati Terpopuler

Makanan Khas Pati dan Oleh Oleh Khas Pati Terpopuler - Petis Runting

Kali ini kami akan mengajak Anda untuk mengenal makanan khas Pati dan Oleh Oleh Khas Pati paling populer. Daerah Pati memiliki beragam jenis makanan khas Pati yang terkenal lezat dan mampu memanjakan lidah Anda.

Deretan kuliner dan makanan khas Pati biasanya ditawarkan dengan harga yang terjangkau tidak bikin kantong kempes. Karena biasanya juga tidak ada harga gettok atau harga tembak yang bikin kaget dan kantong kebobolan.

Berlibur ke suatu daerah tentu rasanya tak afdol jika berkunjung tanpa mampir ke tempat makanan khasnya, atau ke toko oleh oleh yang bisa dibawa pulang.

Jika Anda sedang melancong ke Pati, Jawa Tengah, jangan lupa untuk mencoba berbagai kuliner atau makanan khas Pati di sana.

Pasalnya daerah ini memiliki hidangan khas yang lezat dan mampu menggugah selera yang bisa Anda jelajahi. Berikut daftar makanan khas Pati yang tak boleh Anda lewatkan.

Berkunjung ke Kabupaten Pati serasa tidak lengkap tanpa membawa pulang oleh-oleh khas Pati. Daftar buah tangan asal Pati ini sangat cocok dijadikan bingkisan untuk orang terdekat.

Pati merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang kaya akan potensi wisata. Tak hanya destinasi alam, wilayah kabupaten ini memiliki objek wisata sejarah, religi, dan kebudayaan yang tersebar di berbagai tempat.

Setiap tahun Pati hampir tak pernah absen dari kunjungan wisatawan, baik wisatawan lokal maupun luar daerah.

Bahkan tak jarang pelancong mancanegara singgah sejenak untuk menikmati nuansa di Bumi Mina Tani yang dihuni oleh satu juta penduduk ini.

Baca juga : Kue Ulang Tahun: 2 Cara Membuat Kue Tart Lezat dan Nikmat

Apa Saja Makanan Khas Pati?

Apa Saja Makanan Khas Pati?

Hal yang paling tak boleh terlewatkan ketika berwisata adalah membawa pulang oleh-oleh khas daerah. Pati mempunyai aneka cindera mata yang dapat dijadikan buah tangan untuk orang-orang terdekat.

Anda bisa memilih membawa pulang makanan khas Pati atau selain makanan. Berikut daftar makanan khas Pati dan oleh-oleh khas dari Pati yang paling populer diburu wisatawan.

  1. Soto Kemiri, Makanan Khas Pati yang Lezat

Makanan khas Pati yang pertama dan tentunya wajib untuk Anda coba yaitu Soto Kemiri. Soto Kemiri merupakan soto ayam yang memiliki sajian cukup berbeda dari soto pada umumnya.

Dari segi cita rasanya pun cukup jauh berbeda dari soto ayam kebanyakan yang ada di daerah lain. Kuah kaldu ayam serta bumbu soto yang ada di soto Kemiri akan lebih terasa di lidah saat Anda mencicipinya.

Kuahnya sendiri memiliki warna kuning pekat, dengan cita rasa yang begitu kaya akan rempah. Uniknya Soto Kemiri ini biasanya disajikan menggunakan porsi mangkok yang kecil, daging ayam yang digunakan juga masih muda.

Jadi Anda tidak perlu kaget jika melihat daging pada soto ini tampak kecil. Selain itu Soto Kemiri juga dihidangkan dengan kecambah dan bawang goreng layaknya soto pada umumnya.

  1. Jangan Tempe Pedes, Makanan Khas Pati dengan Sensasi rasa Pedas

Jika Anda mencari makanan khas Pati yang menawarkan sensasi pedas, maka Jangan Tempe Pedas bisa menjadi pilihan.

Jangan Tempe ini merupakan masakan kuah santan yang terbuat dari olahan tempe busuk atau semangit, yang telah dibumbui dengan sangat pedas. Anda akan merasakan dominasi rasa ketumbar, cabe, serta merica pada hidangan satu ini. Meski begitu, makanan khas Pati satu ini begitu populer di sana terlebih di kawasan Desa Bongsari dan Jontro.

  1. Nasi Gandul, Makanan Khas Pati yang Manis Gurih dan Lezat

Nama Nasi Gandul cukup melegenda dan dapat ditemukan di setiap sudut pada daerah Pati. Nasi Gandul sendiri merupakan masakan yang dihidangkan dengan nasi putih, ditambah dengan kuah bersantan kental yang memiliki rasa gurih dan manis.

Kuah santan yang dituangkan di atas nasi tersebut memiliki warna merah kecoklatan, di mana pembeli bisa memilih menggunakan jenis daging sebagai pelengkapnya.

Jenis daging sapi yang ditawarkan kepada pembeli juga cukup beragam, mulai dari jeroan sapi hingga lidah sapi bisa Anda pilih sebagai menu pelengkapnya.

Dalam menghidangkan sajian ini, pedagang akan memberi alas daun pisang yang tidak lupa akan ditambah juga dengan tempe garit renyah sebagai pendamping dari nasi gandul.

Makanan khas Pati ini dipercaya berasal dari daerah Desa Gajahmati yang berada di Kecamatan Pati Kota.

Baca juga: Nasi Gandul Khas Pati, Rasanya Manis dan Gurih

  1. Swike Kerang, Makanan Khas Pati dari Kerang yang Lezat

Jika di daerah Purwodadi terkenal dengan swike yang memiliki bahan dasar katak, maka Pati terkenal memiliki swike berbahan dasar kerang.

Dimana kerang kerang tersebut dimasak lengkap dengan cangkangnya, cara memasaknya yaitu dengan merebus kerang di dalam kuah yang telah diberi bumbu khusus.

Tidak heran jika aroma makanan ini bisa sangat begitu menggoda indra penciuman anda.

Jika Anda merupakan pecinta seafood, maka jangan sampai terlewat untuk mencoba makanan satu ini. Kuahnya yang begitu segar, dengan kerang yang segar tanpa aroma amis akan memanjakan lidah serta menggugah selera Anda.

Terlebih di dalam satu porsi Swike Kerang, Anda bisa menemukan kerang yang sangat berlimpah. Tentu akan sangat mengenyangkan apalagi jika ditambah dengan sepiring nasi hangat.

  1. Mangut Kepala Manyung, Makanan Khas Pati Bercitra Rasa Pedas

Makanan khas Pati yang memiliki cita rasa pedas lainnya yaitu Mangut Kepala Manyung, yang memiliki kuah santan berwarna kuning, akibat dari kunyit yang merupakan salah satu bumbu untuk masakan tersebut.

Kepala ikan manyung dimasak biasanya merupakan kepala ikan yang telah diasap, jadi akan sangat terasa khas baik dari aroma serta cita rasanya. Masakan Mangut Kepala Manyung ini bisa Anda temukan di wilayah Pati bagian timur.

Jika Anda sedang malas membongkar daging yang ada di bagian kepala ikan, maka Anda bisa memilih menu Mangut Daging Ikan Manyung.

Paduan dari daging ikan manyung yang kenyal ditemani semburat aroma asap yang khas, plus kuah pedas yang berjodoh dengan nasi pulen hangat akan memanjakan lidah dan perut Anda.

Makanan khas Pati ini rasanya begitu nikmat tanpa aroma amis, karena telah diolah melewati banyak proses sebelumnya.

  1. Jangan Mrico atau Kelo Mrico, Makanan Khas Pati yang Sangat Populer
BACA JUGA :   Resep Pisang Goreng Madu yang Mudah Dibuat di Rumah

Menu kuliner sup asem dengan nama Kelo Mrico atau Jangan Mrico sangat populer di wilayah Pati. Makanan khas Pati ini bisa Anda temukan di berbagai warung serta resto sepanjang jalur Pantura, mulai dari daerah kecamatan Batangan hingga kecamatan Margorejo.

Rasa pedas alami merica yang dipadukan dengan asam tomat hijau ditambah gurihnya ikan patin yang segar, akan menyapa lidah Anda ketika pertama kali menyuap hidangan satu ini.

Yang khas dari makanan khas Pati ini yaitu daun singkilnya, di mana daun tersebut berguna sebagai penyedap dan penghilang aroma amis dari ikan patin.

Ada kalanya dalam memasak Kelo Mrico ini akan ditambah dengan potongan ketimun atau labu putih, agar bisa menambah nikmatnya masakan. Selain rasanya yang begitu lezat, harga yang ditawarkan untuk satu porsi Jangan Mrico umumnya cukup terjangkau di kantong.

  1. Jangan Tewel atau Sayur Nangka Muda, Makanan Khas Pati di daerah Pati bagian Selatan

Makanan khas Pati selanjutnya yang tidak boleh Anda lewatkan saat berlibur ke sini yaitu Jangan Tewel. Tewel adalah bahasa Jawa untuk nangka muda, jadi sego tewel merupakan nasi yang berdampingan dengan sayur nangka muda.

Menunya cukup sederhana, nasi tersebut akan dialasi dengan daun jati, kemudian ditambah sayur tewel yang dimasak kuah santan encer dengan cita rasa pedas gurih.

Lauknya juga sangat sederhana yaitu hanya tempe goreng, bakwan atau kerupuk. Namun beberapa warung makan juga menyediakan lauk yang lebih komplit seperti ayam, ampela ati, dadar telur, dan keripik udang.

Menikmati makanan khas Pati ini saat cuaca sedang dingin dijamin bisa membawa kehangatan tersendiri, terlebih jika Anda menikmatinya dengan orang tersayang.

Jangan Tewel sendiri bisa banyak Anda temukan di daerah Pati bagian selatan.

Petis Kambing Runting, Makanan Khas Pati yang Unik dan Lezat.
Petis Kambing Runting, Makanan Khas Pati yang Unik dan Lezat.
  1. Petis Kambing Runting, Makanan Khas Pati yang Unik dan Lezat

Jika Anda mendengar kata petis, mungkin yang Anda ingat adalah petis ikan yang memiliki warna hitam. Namun petis yang dimaksud di sini merupakan nama masakan yang khas dan unik.

Petis Kambing Runting adalah masakan yang memiliki bahan dasar sumsum tulang kambing, atau di daerah Pati biasa disebut dengan nama balungan.

Yang digunakan dalam makanan khas Pati ini biasanya daging kambing bagian iga dan dicampur dengan jeroan.

Uniknya dari masakan satu ini adalah daging kambing tersebut dimasak dengan tepung beras, yang telah disangrai kemudian disajikan bersama dengan sate kambing.

Disebut dengan nama Petis kambing Runting karena makanan khas Pati ini hanya bisa Anda temukan pada daerah Desa Runting Tambaharjo, yang terletak di wilayah Pati bagian utara.

Karena dagingnya yang melimpah, Anda perlu merogoh kantong lebih dalam untuk menikmati makanan khas Pati ini.

  1. Getuk Lopis, Makanan Khas Pati Manisnya Terasa Pas di Lidah

Getuk lopis adalah salah satu makanan ringan paling wajib dicoba jika Anda berkunjung ke Pati. Sebenarnya selain di Pati, gethuk juga bisa ditemukan di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta yang lain. Namun getuk lupis khas Pati tentu rasanya beda dan identik makanan khas Pati.

Getuk lopis memiliki rasa manis karena dibuat dengan bahan yang mengandung gula merah. Rasa manisnya terasa pas sehingga ketika berada di lidah akan lumer. Getuk dibuat dari singkong yang dihaluskan agar bertekstur lembut ketika dimakan.

Biasanya satu porsi getuk lopis disajikan dalam bungkus daun pisang sehingga menghasilkan rasa alami yang terjaga. Bagian atas gethuk lupis ditaburi dengan parutan kelapa dan komponen lain untuk membuat cita rasanya otentik.

Harga makanan khas Pati ini cukup bersahabat, jadi jika Anda ingin membawa pulang dalam jumlah banyak tak perlu khawatir.

Hanya saja getuk lopis tidak mampu bertahan lama, setidaknya hanya satu atau dua hari karena akan menjadi basi pada saat terlalu terlalu disimpan.

  1. Camilan Kacang, Makanan Khas Pati Rasa Original yang Gurih

Barangkali Anda berpikir untuk apa jauh-jauh ke Pati jika hanya membawa pulang camilan kacang, karena di tempat lain juga banyak.

Namun jangan salah. Pati mempunyai makanan olahan kacang tanah yang khas dan wajib dicoba oleh wisatawan saat berkunjung.

Kacang khas Pati diolah menggunakan proses tradisional. Kacang khas Pati tersedia dalam beragam varian rasa. Ada rasa original yang gurih, serta ada pula rasa pedas, pedas, balado, pedas manis, dan masih banyak lagi.

Perlu Anda ketahui bahwa Pati merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang memiliki komoditas pertanian kacang terbesar.

Jadi dengan menjadikan camilan kacang ini sebagai oleh-oleh, Anda sudah membawa pulang sesuatu yang ‘otentik dan identik’ makanan khas Pati.

  1. Kerupuk Daging, Makanan Khas Pati Berbahan Dasar Daging

Kerupuk adalah makanan yang universal, disukai banyak orang oleh berbagai kalangan. Kerupuk bisa dijadikan sebagai camilan, bisa juga dipakai sebagai lauk untuk teman makan. Pati juga mempunyai produksi kerupuk yang khas dari daerah ini.

Kerupuk daging adalah makanan khas Pati terbuat dari bahan dasar daging, bisa berupa daging ikan, kambing, atau sapi. Setelah itu daging dihaluskan hingga permukaannya lembut, barulah dibentuk persegi panjang atau bentuk lain.

Rasa kerupuk ini gurih tanpa meninggalkan cita rasa daging yang asli. Teksturnya ketika sudah digoreng tidak sepenuhnya halus, karena agak kasar.

Karena bahan dasarnya yang sekarang agak mahal, kerupuk daging ini mulai sulit ditemukan. Kalaupun ada harganya agak sedikit mahal.

  1. Makanan Khas Pati, Sarang Madu

Makanan khas Pati yang satu ini tidak boleh Anda lewatkan yaitu Sarang Madu, dimana masakan ini sangat berbeda dari sarang madu pada umumnya.

Jika biasanya Anda melihat sarang madu yang berisi madu madu dari lebah, maka sarang madu ini berisikan bahan yang terbuat dari tepung beras.

Makanan khas Pati ini dibuat dari tepung beras ketan yang dipadu dengan tepung beras biasa.

Kedua bahan tersebut dicampur dengan aturan sajian tertentu, dan dilarutkan dalam air hingga menyatu dan cukup mengental.

Setelah adonan jadi, selanjutnya adonan tersebut akan digoreng. Di mana dalam proses penggorengannya ini diperlukan keahlian khusus agar adonan bisa terbentuk seperti sarang madu.

Kemudian adonan tersebut diberi larutan gula jawa, sehingga rasanya manis. Makanan satu ini juga bisa Anda jadikan sebagai buah tangan untuk keluarga.

BACA JUGA :   Resep Pepes Tahu Kemangi Pedas Gurih Lembut di Lidah

Itulah beberapa makanan khas Pati yang patut Anda coba ketika berkunjung ke kota Bumi Mina Tani tersebut. Kulinernya yang beragam dijamin mampu memanjakan lidah Anda, tanpa harus menguras dompet hingga kosong.

Selain itu, ada juga makanan khasnya yang bisa Anda jadikan sebagai oleh oleh untuk sanak saudara maupun keluarga. Jadi, makanan khas Pati mana yang ingin Anda cicipi?

Meskipun bernama sarang madu, sebenarnya makanan ini adalah kue kering yang bentuknya dibuat menyerupai sarang madu. Lengkap dengan tekstur ala sarang madu asli, kue ini berwarna kecoklatan mirip bentuk aslinya.

Bahan dasar kue ini adalah dari tepung besar dicampur ketan yang digoreng lalu diolesi gula jawa dalam bentuk larutan. Kue ini mempunyai rasa manis kombinasi gurih yang akan lumer di lidah dalam satu gigitan.

Satu kemasan kue sarang madu dibandrol dengan harga ramah di kantong. Camilan ini juga dapat bertahan untuk waktu cukup lama asalkan disimpan secara rapat pada tempat tertutup. Jadi tak perlu khawatir jika dibawa bepergian jauh.

  1. Bandeng Presto

Bandeng presto menjadi oleh-oleh paling favorit bagi para wisatawan yang berkunjung ke daerah sepanjang pantai utara Jawa Tengah. Termasuk Pati juga mempunyai olahan bandeng presto yang tak kalah lezat dari daerah lain.

Bandeng khas Pati ini dibuat dari bahan ikan pilihan dan berkualitas yang berasal dari budidaya masyarakat setempat. Ikan diolah dengan racikan bumbu khas yang rasanya tak diragukan lagi. Setelah itu, ikan dipresto hingga dagingnya lunak.

Bandeng ini tersedia dalam bentuk mentahan dan olahan siap makan. Keduanya sama-sama lezat. Bandeng presto sudah matang biasanya disajikan dengan lalapan dan harus dimakan saat itu juga agar rasanya tak berubah.

Adapun bandeng yang masih mentahan bersifat lebih awet. Jadi jika Anda berasal dari luar daerah yang cukup jauh, lebih baik membeli yang masih mentah agar tidak basi. Bandeng mentah dapat dioleh kembali dengan resep berbeda sesuai selera.

  1. Kue Moho

Kue Moho adalah camilan khas Pati yang dibuat dari bahan tepung dan gula pasir kemudian dicampurkan. Rasanya manis dengan tekstur agak lembek, tapi tidak membuat eneg. Ukurannya pun pas jadi bisa habis dalam sekali makan.

Kue ini dibuat sama seperti kue pada umumnya yang mengalami proses pemanggangan meskipun cara pengolahannya masih tradisional. Adapun kue ini merupakan kuliner tradisional yang sudah ada sejak dahulu.

Kue moho bisa didapatkan di pasar tradisional, karena sebenarnya makanan ini adalah jajanan pasar.

Harganya pun sangat murah jadi bisa dibeli dalam jumlah banyak. Kue ini bisa bertahan agak lama sehingga dapat Anda bawa bepergian agak jauh tanpa takut basi.

  1. Kerupuk Ampo

Barangkali belum semua familiar dengan nama ampo. Makanan khas Pati ini berjenis kerupuk yang dapat dinikmati sebagai camilan. Kerupuk satu ini sangat berbeda dengan kebanyakan kerupuk karena terbuat dari bahan berupa tanah liat kering.

Namun jangan salah. Meskipun bahan utamanya dari tanah liat kering, kerupuk ini sama sekali tidak terasa seperti tanah. Justru rasanya hampir serupa dengan dark chocolate. Ada perpaduan unik antara rasa manis dan sedikit pahit yang komposisinya pas.

Biasanya ampo dinikmati bersama dengan sajian teh atau kopi. Bentuk kerupuk ini batangan kecil-kecil seperti stik coklat. Warnanya pun hampir sama, hitam sedikit keabuan dengan permukaan halus dan tekstur renyah saat dikunyah.

Sayangnya saat ini eksistensi ampo sudah semakin langka karena tergeser camilan modern. Jika Anda ingin mencoba camilan khas Pati ini harus pergi ke sentra oleh-oleh tertentu karena tidak semua pusat oleh-oleh menjualnya.

  1. Telur Lurik

Telur bisa diolah menjadi beragam kuliner yang lezat. Namun pernahkah Anda mencoba telur berwarna coklat kehitaman yang diasapi hingga cangkangnya? Namanya telur lurik, yaitu salah satu makanan khas Pati yang tidak akan bisa ditemukan di tempat lain.

Dari wujud fisiknya, telur ini sudah berbeda dari telur kebanyakan yang berwarna putih bercangkang coklat. Telur lurik berwarna coklat kehitaman karena memang melalui proses pengasapan layaknya sate.

Pengolahannya juga unik. Jika selama ini sebagian besar telur diolah dengan melepas cangkang, tapi telur lurik diasapi sekalian dengan cangkangnya. Meski demikian, hasil pengasapannya merata hingga ke dalam bagian telur.

Rasa telur ini dijamin enak. Anda tidak akan cukup mencobanya sekali kalau sudah ketagihan. Harganya pun cukup bersahabat di kantong wisatawan. Telur ini lebih enak dinikmati saat masih hangat, tapi meski sudah dingin pun tidak kalah nikmat.

Itulah rekomendasi terkait makanan khas Pati dan oleh-oleh khas Pati yang dapat dijadikan bingkisan saat pulang berwisata.

Anda bisa membeli oleh-oleh tersebut di sentra cindera mata yang ada di Pati. Harganya cukup bersahabat, dan biasanya akan ada potongan harga bagi wisatawan yang membeli dalam jumlah banyak.

  1. Kerajinan Kuningan

Bagi Anda pecinta hiasan rumah buatan tangan, wajib membawa pulang kerajinan kuningan yang otentik dari Pati. Souvenir khas satu ini dibuat dari bahan kuningan yang dijadikan beragam bentuk kerajinan unik.

Anda bisa memilih bentuk patung, miniatur, gantungan kunci, hingga piala hiasan rumah. Setiap kerajinan didesain dengan ornamen cantik yang bermacam-macam. Ornamen ini adalah hasil buatan tangan yang dikerjakan para pengrajin berpengalaman.

Kerajinan ini dijual dengan harga bervariasi, tergantung motif, desain, dan proses pengerjaan. Anda bisa mendapatkannya di desa khusus pengrajin di Pati. Bahkan ada juga yang menerima request motif atau bentuk sesuai keinginan pembeli.

  1. Batik MBakaran

Pati tidak hanya mempunyai oleh-oleh khas berupa makanan saja. Anda pun dapat membawa pulang cindera mata selain kuliner, salah satunya batik Mbakaran.

Batik unik ini dibuat oleh pengrajin lokal di daerah Pati yang pembuatannya dilakukan dengan cara konvensional.

Motif batik Mbakaran sangat bervariasi. Sebagian besar melambangkan ciri khas batik Jawa Tengahan yang didominasi bentuk dari alam seperti tumbuhan, bunga-bungaan, atau kupu-kupu. Motif ini dibuat dengan teknik tradisional yang ditulis langsung pada kain.

Harga batik Mbakaran bervariasi, tergantung dari kualitas bahan, kerumitan saat pengerjaan, dan motif yang dibuat. Anda bisa mendapatkan batik ini di berbagai tempat di Pati, tidak harus menuju daerah produksi secara langsung.

Recommended For You

About the Author: Agus Mulyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *