Media Lebanon: Pesawat AS dan Perancis Dibalik Letusan di Fujairah

Breaking News 2

LEBANON – Menurut Kementerian Luar Negeri Emirati, 4 kapal dagang sudah jadi target “tindakan sabotase” di perairan Teluk.

“4 kapal dagang komersial dari bermacam negara pagi ini mengalami sabotase di lepas pantai timur UEA,” bunyi pernyataan itu.

Pemerintah Fujairah sebelumnya membantah laporan media soal beberapa ledakan besar yang terjadi di pelabuhan emirat, bersikeras bahwa pelabuhan berfungsi seperti biasa.

Tetapi, Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab akhirnya mengeluarkan pernyataan, menjelaskan bahwa 4 kapal komersial sudah jadi target “operasi sabotase” di dekat perairan teritorialnya.

Pernyataan itu menambahkan bahwa tidak ada korban, tetapi gagal memberikan perincian soal kemungkinan kerusakan pada kapal-kapal komersial itu, negara mana yang jadi korban, dan kemungkinan kebangkrutan yang terjadi.

Letusan di Fujairah dan Konpirasi Amerika

Televisi al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon, mengutip media lokal bahwa beberapa ledakan besar terjadi di pelabuhan Fujairah.

Letusan-ledakan itu terdengar antara pukul 4:00 pagi sampai 7:00 waktu setempat (00:00 – 03:00 GMT), kata penyiar itu, sambil menambahkan bahwa 7 sampai 10 tanker minyak terbakar. Penyiar meneruskan dengan menjelaskan bahwa penyebab sesungguhnya dari insiden itu masih belum diketahui.

Laporan lain, mengutip saksi mata, mengumumkan bahwa pesawat perang Amerika dan Prancis tampak terbang di atas pelabuhan pada waktu kejadian.

Fujairah ialah satu-satunya pelabuhan serba untuk di pantai timur negara. Pelabuhan itu berdiri kisaran 70 mil laut dari Selat Hormuz, sehingga jadi kian penting di tengah ancaman penutupan selat itu.

Pada Juli 2012, UEA mulai mempergunakan pipa minyak Habshan-Fujairah dari ladang Habshan di Abu Dhabi ke Fujairah, secara efektif melewati Selat Hormuz.

Waktu ini, UEA tengah membangun Sarana storage minyak mentah terbesar di dunia di Fujairah, yang sanggup menyimpan sampai 14 juta barel minyak. [ARN]

Source by Ahmad Fawas

You might like

About the Author: Ahmad Fawas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *