Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
Home / BERITA INDONESIA / Anggota Banser Menangis di Pangkuan Ibu Waktu Minta Restu Gabung Banser

Anggota Banser Menangis di Pangkuan Ibu Waktu Minta Restu Gabung Banser

/
/
/
52 Views

Anggota Banser Sanggau Menangis di Pangkuan Ibu Waktu Minta Restu Gabung Banser

Anggotan Banser menangis di pangkuan ibunya waktu minta restu ikut bergabung Banser. Foto: Istimewa.

Islam Nusantara – Pemandangan mengharukan kelihatan dalam penutupan Pendidikan dan pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser ke-6 di Pondok Pesantren Darul Hidayah, Desa Suka Mulya, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, ditutup, Ahad (08/09/2019).

Beberapa anggota Banser menangis dipangkuan ibunya waktu meminta restu selaku anngota Banser.

Satu di antara anggota Banser itu bernama Ardi. Dia  merasa terharu sebab bisa bwergabung dengan Banser. Bagi dia, Banser ialah organisasi terhormat. Perjuangan Banser yang tulus ikhlas menjaga keutuhan NKRI jadi kebanggaan tersendiri bagi dia dapat bergabung dengan Banser.

“Saya tadi terharu, menangis di hadapan ibu saya. Saya mohon restunya supaya diperbolehkan dan alhamdulillah ibu mengizinkan,” ucap Ardi dilansir dari Tribunnews.com.

Sementara Ketua GP Ansor Kabupaten Sanggau, Hamka Surkati dalam sambutannya menjelaskan, ada 3 tantangan bangsa Indonesia 5 tahun ke depan. Ketiga tantangan tersebut yaitu munculnya generasi baru, digitalisasi segala aspek kehidupan, dan tren intoleransi dan radikalisme yang mulai mengusik idiologi negara yang ingin mengganti NKRI.

“Wajib siap berhadapan dengan tantangan tersebut. GP Ansor dan Banser juga mesti tetap konsisten meneguhkan sikap selaku pengawal eksistensi Islam Ahlussunnah waljamaah An-nahdliyah dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” katanya.

Hamka menjelaskan, kader Ansor dan Banser mesti sanggup menganalisa dengan cermat bermacam tantangan tersebut. Lantas merumuskan langkah yang taktis dan strategis untuk menjawab kebutuhan zaman.

“Ke depan kaderisasi di Ansor dan Banser mesti berjalan dengan baik dan masif,” tegas Hamka.

Proses kaderisasi Banser diharapakan terus dikerjakan sampai di tingkat Desa. Melalui proses kaderisasi tersebut diharapkan lahir calon-calon penerus bangsa yang militan, cinta kepada agamanya dan cinta kepada tanah air.

“Ini juga bagian dari usaha kita mengurangi gerak langkah ataupun upaya-upaya dari sekelompok orang yang mencoba-coba merusak mental generasi muda kita dengan paham-paham yang bertentangan dengan idiologi negara dan ahlussunah waljamaah,” ucap Hamka dilansir dari Tribunnews.com. [Islam Nusantara/pin]

Anggota Banser Sanggau Menangis di Pangkuan Ibu Waktu Minta Restu Gabung Banser

Anggota Banser Sanggau Menangis di Pangkuan Ibu Saat Minta Restu Gabung Banser

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This div height required for enabling the sticky sidebar