Menangislah Pak Jokowi Ibu adalah Separuh Nafas Kehidupanmu 1
Menangislah Pak Jokowi Ibu adalah Separuh Nafas Kehidupanmu 1

Menangislah Pak Joko Widodo, Ibu ialah Separuh Nafas Kehidupanmu

Diposting pada 36 views

Menangislah Pak Joko Widodo, Ibu ialah Separuh Nafas Kehidupanmu

Ibu dan Soal Kehilangan

Sumber ke-1 seorang anak mengenal dunia bukanlah ayah, melainkan ibu. Dengan full perhatian, ia menjaga anaknya dalam kandungan dengan usaha the best sekaligus doa yang tidak putus. Waktu melahirkan, ia berjuang dan berkorban untuk anaknya. Tidak sedikit, lebih baik kehilangan nyawa daripada kehilangan anak. Ibu juga yang mengajarkan huruf alif ke-1 kali untuk anaknya yang terbata. Sebab ibu juga dengan kemarahan apapun membikin anak pasti untuk kembali dan merajuk.

Sebesar apapun seorang anak tumbuh, ia tetaplah selaku anak; patuh untuk orangtua, khususnya ibu. Rasa rendah hati, sedikit bicara, dan banyak bekerja yang selama ini dikerjakan oleh Joko Widodo selama memimpin Solo, Jakarta, dan Indonesia ialah hasil tempaan ibu. Sebab itu, tiap-tiap keputusan politik besar yang ingin dilakukannya, ia senantiasa meminta pandangan dan restu sang ibu. Bagi Joko Widodo dan juga bagi kita seluruh, ibu ialah segalanya sekaligus tempat kita kembali ke rumah dengan nyaman di luar dunia yang amat tidak ramah.

Kehilangan ibu tercinta yang sebelumnya lama sakit seperti dunia serasa runtuh, sementara beban masalah negara tengah teramat berat. Padahal, satu-satunya masalah berat jadi begitu ringan dan seketika hilang ialah sebab mendengarkan suaranya dari ujung telepon. Walaupun dalam keadaan sakit, sang ibu senantiasa berkata, “ibu baik-baik saja nak. Kerjakanlah pekerjaanmu sampai selesai”. Ia berkata begitu seraya menahan sakit yang begitu ditekannnya untuk memberikan rasa nyaman untuk anaknya.

Joko Widodo ialah anak laki-lakinya. Ia pantang menangis. Waktu menangis, ia akan mencari tempat sepi, menyendiri agar kerapuhannya tidak kelihatan orang lain. Rasa kehilangan dunia dan seisinya itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kehilangan seorang ibu. Joko Widodo amat tahu itu. Lebih menyayat ialah ia kehilangan waktu memerlukan sandaran hidup di tengah memimpin Indonesia yang tengah krisis pandemik virus corona.

Menangislah Joko Widodo tidak usah ditahan. Laki-laki kehilangan segalanya mengenai hal dunia dan segala isinya tidak dapat merana, tetapi kehilangan orang yang digandrungi, apalagi itu ibu ialah separuh nafas yang membentuk peradaban kehidupanmu; membuatmu runtuh dan bumi seakan berhenti. Akan tetapi, tiap-tiap tetes tangisanmu untuk ibu ialah cermin, betapa engkau ialah anak laki-laki biasa dari kebanyakan orang Indonesia. Bedanya, engkau ialah laki-laki yang waktu ini dipegang amanah memimpin Indonesia. Doa yang the best untuk ibunda pak Joko Widodo dan harapan yang besar untuk Indonesia melalui badai pandemik yang menjengkelkan ini. 

Penulis: Wahyudi Akmaliyah, Peneliti LIPI.

READ
Ansor-Banser Pleret Renovasi Rumah Almarhum Sahabat Wardani


Menangislah Pak Joko Widodo, Ibu ialah Separuh Nafas Kehidupanmu

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *