Mendes Minta Kepala Daerah Tidak Tahan Penyaluran BLT Desa: Kasihan Masyarakat

Mendes Minta Kepala Daerah Tidak Tahan Penyaluran BLT Desa: Kasihan Masyarakat

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes-PDTT) Abdul Halim Iskandar mengungkapkan, ada kepala daerah yang menahan proses pencairan BLT Desa. Menurut Halim, para kepala daerah itu ingin distribusi sokongan sosial (bansos) selain BLT Desa dapat diselesaikan terlebih dahulu.

“Ada yang ingin semua urusan bansos maupun bansos tunai, sokongan pangan nontunai ini selesai dulu, sehingga dandesnya ditahan tidak dikeluarkan dulu untuk BLT DD. Ada juga model seperti itu,” kata Halim dalam konferensi pers, Kamis (21/5/2020).

Kecuali itu, Halim menerangkan, masih adanya kepala daerah yang berharap distribusi BLT Desa di wilayahnya dikerjakan secara serentak. Padahal, kata Halim, ada beberapa desa yang telah melaksanakan musyawarah desa spesial (musdesus) dalam menentukan penerima sokongan.

“Terkait desa yang dananya telah masuk, lalu telah musdesus tapi belum tersalurkan. Kadang-kadang permasalahannya itu ada di daerah di mana Bupati atau Wali Kota inginkan adanya kesamaan bareng (distribusi serentak),” ungkapnya.

Sebab itu, Halim meminta kepala daerah agar tidak menghalangi perangkat desa dalam mencairkan BLT Desa. Menurut Halim, pemerintah setempat dapat melaksanakan penyelarasan pemberian bansos lainnya waktu di lapangan. Dengan begitu, masarakat desa dapat cepat menerima sokongan.

“Maksud kita harapkan bupati walkot ndak usah begitu. Jika desa telah siap, biarkan desa salurkan BLT desanya yang belum itu menyesuaikan sehingga datanya dari bawah. Misal si A telah terima BLT Desa, lalu baru akan turun sembako. Ya untuk sembakonya dicoret,” tegasnya.

READ
Ini Pandangan Habib Ali Al-Jufri Yaman mengenai hal Ujaran Natal

“Maksud kita seperti itu sehingga tidak saling menggantung. Kasihan penduduk masarakat yang di bawah yang telah didata,” jelasnya. [detik.com]


Mendes Minta Kepala Daerah Tidak Tahan Penyaluran BLT Desa: Kasihan Masyarakat

loading...

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *