Menempa Diri di Madrasah Ramadhan

1588866794

Menempa Diri di Madrasah Ramadhan

Khutbah I

 

اَلْحَمْدُ للهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ في مُحْكَمِ كِتَابِهِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

 

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Mengawali khutbah yang singkat ini, khatib berwasiat ke kita seluruh, khususnya ke diri khatib pribadi untuk selalu berusaha menaikkan ketakwaan dan keimanan kita ke Allah subhanahu wa ta’ala dengan menjalankan seluruh kewajiban dan menjauhkan diri dari segala yang dicegah dan diharamkan.

 

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Andaikan sebuah madrasah, Ramadhan ialah tempat bagi kita untuk mendidik dan menempa diri. Andaikan madrasah, maka di sana ada guru pembimbing, kurikulum dan silabus, peserta didik, mata pelajaran, ujian dan target pendidikan.

 

Guru pembimbingnya ialah iman dan niat ikhlash sebab mengharap ridla Allah semata. Keduanya amat vital. Keduanya amat berpengaruh pada sah tidaknya puasa, serta diterima tidaknya puasa.

 

Kurikulum dan silabusnya ialah ilmu mengenai hal puasa yang meliputi rukun-rukun puasa, syarat wajibnya, syarat sahnya, hal-hal yang membatalkannya, sunnah-sunnahnya, tingkatan-tingkatan puasa, hal-hal yang mengurangi atau membatalkan pahala puasa dan lain-lain. Ini mesti diketahui dan dijalankan semuanya atau sebagiannya. Paling tidak hukum-hukum dasar terkait dengan puasa.

 

Peserta didiknya ialah semua ummat Islam yang telah baligh, berakal dan sanggup berpuasa. Begitu juga anak kecil yang telah genap berumur tujuh tahun, sudah mumayyiz (sanggup memahami perbincangan dan menjawab pertanyaan sederhana) dan kuat untuk berpuasa, maka walinya wajib untuk memerintahkannya berpuasa.

 

Mata pelajarannya banyak. Di antaranya, puasa mengajarkan ke kita sabar, sabar menjalankan ketaatan, sabar dalam meninggalkan perkara haram dan sabar dalam berhadapan dengan musibah. Madrasah Ramadhan mengajarkan ke kita 3 kategori sabar sekaligus. Pada waktu puasa, kita ditempa untuk melaksanakan bermacam kewajiban dan menghindarkan diri kita dari hal-hal yang membatalkan puasa. Kita juga dituntut untuk merasakan apa yang dinikmati oleh orang-orang fakir dan miskin, yaitu rasa lapar dan dahaga. Dengan itu, seandainya kita diuji dengan rasa lapar dan musibah-musibah yang lain suatu waktu nanti, maka diinginkan kita akan diberi power untuk melaluinya sebab kita telah ditempa di madrasah Ramadhan. Melalui puasa juga, kita belajar bersyukur. Bersyukur atas bermacam nikmat yang Allah anugerahkan ke kita. Sebab di luar sana, masih banyak orang yang menahan lapar dan dahaga selama berbulan-bulan, sedangkan kita menahan lapar dan dahaga cuma selama 1 bulan.

 

BACA JUGA :   Hadapi Normal Baru, KOPRI Dorong Kader Tetap Lakukan Tugas Sosial

Hadirin yang dirahmati Allah,

Madrasah Ramadhan juga menanamkan pada diri kita al-Muraqabah lillah, ialah senantiasa merasa tindak tanduk kita diawasi, diperhatikan dan dilihat oleh Allah ta’ala. Selama puasa, mungkin saja seseorang makan dan minum dan melaksanakan hal-hal yang dapat membatalkan puasa tanpa diketahui oleh orang lain. Akan tetapi ia tahan dirinya, tidak melaksanakan hal itu sebab ia merasa diawasi oleh Allah ta’ala. Dalam hadits qudsi, Allah ta’ala berfirman:

 

يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى (رواه مسلم)

Maknanya: “Dia meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku” (H.R. Muslim)

 

Puasa juga mengajarkan ke kita tawakal ke Allah. Seseorang yang memanjakan dirinya, mungkin saja ia tidak berpuasa sebab merasa tidak kuat. Namun hal itu tidak ia lakukan. Ia makan sahur secukupnya lalu berpuasa dan bertawakal ke Allah. Ia percaya bahwa Allah akan menjadikannya kuat menjalankan ibadah puasa. Dan masih banyak lagi pelajaran dan hikmah yang dapat dipetik dari madrasah Ramadhan.

 

Andaikan madrasah, Ramadhan juga mempunyai ujian. Ujiannya ialah perjuangan melawan hawa nafsu dan perjuangan melawan godaan syetan agar kita tidak melaksanakan perbuatan dosa, maksiat dan segala hal yang dapat membatalkan puasa atau membatalkan pahala puasa.

 

Adapun target pendidikan dari madrasah Ramadhan ialah menjadikan kita selaku pribadi-pribadi yang bertakwa, menjalankan semua kewajiban, meninggalkan seluruh perkara haram dan mendahulukan kepentingan akhirat daripada kepentingan duniawi.

 

Hadirin yang dirahmati Allah,

Sedemikian khutbah yang singkat ini. Mudah-mudahan berguna dan membawa barakah bagi kita seluruh. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

 

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

Khutbah II

 

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا،

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

 

BACA JUGA :   Waspadalah! Teliti sebelum Memasukkan Anak ke Sekolah atau Pesantren Terpadu

 

Ustadz Nur Rohmad, Pemateri/Peneliti di Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur dan Ketua Biro Peribadatan & Hukum, Dewan Masjid Indonesia Kab. Mojokerto

 

Menempa Diri di Madrasah Ramadhan
Sumber: NU-Online

Recommended For You

About the Author: Ahmad Fawas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *