abuya muhtadi banten
Abuya Muhtadi Banten

Mengenal Lebih Dekat KH Abuya Muhtadi Dimyathi Banten

Diposting pada 19 views

KH Abuya Muhtadi Dimyathi Al-Bantany yang bernama kecil Ahmad Muhtadi lahir di Kampung Cidahu Desa Tanagara Kecamatan Cadasari Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten dari pasangan KH Abuya Dimyathi Bin KH M. Amin Al-Bantany dan Nyai Hj. Asma’ Binti KH ‘Abdul Halim Al-Makky pada 26 Desember 1953 M / 28 Jumadal Ula 1374 H.

Pendidikan agama awal diperolehnya waktu masih sekolah di SR Tanagara dari ibundanya, sebab ayahandanya Abuya Dimyathi Amin pada waktu itu masih Siyahah (berkelana) di Pondok Pondok Pesantren di Nusantara sekaligus bersilaturrahim, bertabarruk dan tholab pada para ulama sepuh kala itu.

sesudah tamat SR pada tahun 1965 M ia diajak oleh ayahandanya untuk ikut Siyahah seraya terus menerus digembleng pendidikan agama dalam pengembaraan selama 10 tahun, dan pada tahun 1975 M. Ia ikut Ayahandanya Iqomah di Kampung Cidahu Desa Tanagara Kec. Cadasari Kab. Pandeglang Banten seraya merintis Pondok Pesantren.

walaupun sudah memimpin pesantren, bukan artinya ia berhenti digembleng oleh ayahandanya, sebab ia tetap menerus dihujani lautan ilmu oleh ayahandanya sampai akhir hayat ayahandanya pada 3 Oktober 2003 M / 7 Sya’ban 1424 H. Walhasil ia badzlul wus’i , mengerahkan semua kemampuannya didalam mendalami ilmu agama selama 38 tahun, dan ia sukses mengkhatamkan banyak Kitab ulama salaf dari bermacam fan (cabang) sampai berulang ulang dan dikaji dengan sistem pendidikan pesantren salaf huruf untuk huruf.

Dari fan ilmu tafsir, ia mengkhatamkan Tafsir Ibnu Jarir Ath-Thabary (Tafsir terbesar) dan Tafsir Ibnu Katsir. Dari fan Qiro’ah ia tidak cuma ahli dalam Qiro’ah Sab’ah tapi juga ahli dalam Qiro’ah ‘Asyaroh disamping juga Hafidz Al-Qur’an. Dari fan Ilmu Al-Qur’an Beliau mengkhatamkan Al-Burhan, Al-Itqon dan lain-lain. Dari fan hadits ia mengkhatamkan Kutub As-Sittah, dari fan fiqih ia sampai mengkhatamkan Tuhfatul Muhtaj, Mughnil Muhtaj, Asnal Matholib, dan dari fan-fan lainnya yang ada 14 Fan.

ARTIKEL LAINNYA :
Apa Kita Sekarang Tengah Defisit Ulama’?

Tidaklah keterlaluan jika ia disebut dengan Mufti Asy-Syafi’iyyah sebab telah mengkhatamkan dan menguasai 4 Kitab pedoman Muta’akhkhirin As-Syafi’iyyah (Tuhfatul Muhtaj, Mughnil Muhtaj, Nihayatul Muhtaj, Asnal Matholib) dan Kitab Raudlatut Tholibin (Pegangan Para Mufti), dan disebut dengan Al-Mutafannin (Orang yang menguasai bermacam Fan Ilmu Agama), dan disebut dengan Al-Musnid sebab telah disahkan untuk mengijazahkan Kitab Sanad Kifayatul Mustafid karangan Syaikh Mahfudz At-Tarmasy, dan disebut dengan Al-Mursyid sebab ia juga menguasai 14 fan Thariqah dan jadi Mursyid Thariqah Asy-Syadziliyyah, dan disebut dengan Syaikhul Masyasikh (Kyainya Para kiai) sebab di tiap-tiap hari khususnya hari Sabtu, Ahad dan Senin di Majlis Ta’lim ia berkumpul para kyai alim ulama seantero Banten untuk menyerap ilmu agama tingkat tinggi yang ia ajarkan meneruskan Majlis Ta’lim yang diasuh oleh ayahandanya, dan pada waktu ini ia membaca dan mengajarkan Kitab Raudlatut Tholibin, Mughnil Muhtaj, Tuhfatul Muhtaj, Nihayatul Muhtaj, Al-Ihkam Fi Ushulil Ahkam, Al-Ghunyah Li Tholibi Thariqil Haq, Ihya Ulumiddin, Shohih Muslim, An-Nasyr Fi Qiro’atil ‘Asyr dll. Dan yang amat jarang dipunyai oleh orang lain ialah ketajaman Bashirah/Mata Bathin Beliau, sebab Beliau ialah seorang Ulama yang ahli tirakat, bahkan semenjak umur 18 tahun sampai sekarang Beliau masih menjalani Shaumuddahri/puasa tiap-tiap hari bertahun tahun.

Bagian fatwanya yang memperlihatkan bahwa ia ialah seorang ulama nasionalis ialah fatwanya soal Pancasila, HTI dan Ormas sejenisnya berikut ini:

Dengan ini saya Abuya Muhtadi Dimyathi (Ketua/Imam M3CB) berfatwa bahwa Pancasila ialah :

ﻗﺎﻋﺪﺓ ﻛﻠﻴﺔ ﺃﻗﺎﻣﻬﺎ ﻣﻦ ﻗﺒﻠﻨﺎ ﻹﺻﻼﺡ ﻣﻦ ﺑﻴﻦ ﺳﺎﺑﻨﺞ ﻭﻣﻴﺮﻭﻛﻰ

Artinya : Dasar Negara yang bersifat global meliputi keseluruhan komponen bangsa yang dirumuskan dan disahkan oleh tokoh-tokoh sebelum kita untuk kemashlahatan semua rakyat NKRI dari Sabang sampai Merauke yang terdiri dari bermacam Agama, ras dan suku.

ARTIKEL LAINNYA :
Memfitnah Ibu (Presiden) untuk Politik, Saya Rasa Itu Keterlaluan!

dan juga saya berfatwa bahwa :

ﺃﻟﺤﺎﺗﻴﺌﻲ ﻭﻣﻦ ﻧﺤﺎ ﻧﺤﻮﻫﻢ ﻟﻴﺲ ﺇﻻ ﺃﻧﻬﻢ ﻗﻮﻡ ﻣﺴﻠﻤﻮﻥ ﺃﻗﺎﻣﻮﺍ ﻓﻲ ﺑﻠﺪﺗﻨﺎ ﺍﻟﺘﻲ ﻗﺎﻋﺪﺗﻬﺎ ﻓﻨﺠﺎﺳﻴﻼ ﻭﻳﺮﻳﺪﻭﻥ ﺇﺯﺍﻟﺘﻬﺎ ﻣﺤﻘﺮﻳﻦ ﻭﻣﻬﻴﻨﻴﻦ ﺑﺎﻧﻴﻬﺎ ﻭﻣﺪﻋﻴﻦ ﺑﺄﻧﻬﻢ ﻃﺎﻏﻮﺕ , ﻭﺫﻟﻚ ﻧﻮﻉ ﻣﻦ ﺍﻟﺒﻐﻲ , ﻭﺍﻟﺒﻐﻲ ﻛﺒﻴﺮﺓ . ﻓﻠﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻛﺬﻟﻚ ﻓﺤﺮﺍﻡ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﻤﻠﺔ

Artinya : HTI Hizbut Tahrir Indonesia dan ormas-ormas Islam lainnya yang sejalan dengan HTI tiada lain kecuali kaum muslimin yang menetap di negara kita Indonesia yang punya dasar Pancasila dan misi kaum muslimin tersebut ialah menghilangkan Pancasila, mereka juga menghina dan meremehkan tokoh-tokoh perumus dan pengesah Pancasila dan menganggap bahwa tokoh-tokoh perumus Pancasila ialah taghut. Perbuatan seperti itu ialah salah-satu macam Bughot kepada Negara, padahal memberontak negara itu dosa besar, maka HTI dan ormas-ormas Islam yang sejalan dengan HTI itu hukumnya harom dalam beberapa problem/situasi dan keadaan.

Demikianlah sekilas biografi KH Abuya Muhtadi Dimyathi Al-Bantany yang penulis ketahui langsung dari beliau aqwaalan wa ahwaalan , semoga kita dapat mengambil hikmahnya. Amiin ya Rabbal ‘Alamiin .

Penulis: M. Hubab Nafi’ Nu’man, Santri Abuya Muhtadi, Instruktur Nasional Pendidikan Kader Penggerak NU.

Mengenal Lebih Dekat KH Abuya Muhtadi Dimyathi Banten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *