Menghindari Kematian Disebabkan Virus | The Truly Islam

Innalillah DKI Cetak Rekor Lagi 182 Jenazah Dimakamkan dengan Protap Menghindari Kematian Disebabkan Virus | The Truly Islam


Meski sudah ditulis puluhan bahkan ratusan kali atau dikhotbahkan berkali-kali di mana-mana, masih banyak orang yang tidak mendengarnya. Jadi saya ingin menulis ini.

Seorang teman bertanya melalui inbox, Untuk apa hidup ini? Saya berkata, “Semua orang ingin terus hidup, bahkan jika mereka tahu dan percaya bahwa kematian akan datang kapan saja, tanpa dapat ditolak. Dan saya tidak ingin mati dengan membiarkan diri saya diserang oleh virus yang diam-diam masuk ke dalam hati saya. Saya mencoba menghindari kematian. Mungkin begini cara Tuhan menentukan nasibnya, saya bisa hidup lebih lama.

Jadi saya bilang:

Dahulu, sekitar tahun ke-17 Hijriah, ketika Umar bin Khattab memimpin sebuah bangsa yang besar tanpa batas geografis, virus Amwas tiba-tiba menyerang masyarakat di wilayah Syam, demikian sebutan wilayah Damaskus, Yordania, Pakistan, dan Lebanon. Nama Amwas berasal dari nama sebuah daerah kecil antara Quds dan Ramalah, tempat virus itu muncul.

Suatu hari Umar hendak mengunjungi Syam, ditemani oleh para sahabatnya dari kaum Muhajirin dan Ansar. Mereka tiba di desa Sarg, di perbatasan antara Hijaz dan Syria. Mereka bertemu komandan dengan pasukannya. Mereka melaporkan: Bumi Syam sedang sakit. Di sana, virus mematikan menyebar. Umar berunding kemudian memutuskan untuk pulang. Ketika dia sampai di rumah, virus itu membunuh ribuan orang. Hingga 20.000 orang dikatakan telah meninggal, beberapa mengatakan bahkan lebih. Beberapa di antaranya adalah tokoh para sahabat Nabi: Abu Ubaidah bin al-Jarrah (gubernur Syam), Muaz bin Jabal, Yazid bin Abu Sufyan, Harits bin Hisyam, Suhail bin Amr, Utbah bin Suhail dan lain-lain. Virus terus menyebar tanpa henti dan membunuh manusia satu per satu. Sampai saat itu Amr bin Ash, gubernur Mesir telah memberikan pidato:

BACA JUGA :   Ancaman bagi Penganut Jarkoni, ‘Dapat Ngajar Ora Dapat Nglakoni’

ا الناس ا الوجع ا ل اشتعال النار ا الجبال “

“Hai teman-teman, ketika virus mematikan ini menyerang, ia akan membakar semua yang ada. Kalian harus keluar dari sini dan pergi ke pegunungan menyebarkan, bukan memanen.” Mereka menyebar dan segera Allah menghapus virus.

Umar bin al-Khattab dilaporkan ke politik. Dia tidak peduli. Yang penting adalah bagaimana mencegah virus menginfeksi orang lain. Anda hanya bisa tinggal di rumah. Bisa juga dilakukan dengan menjaga jarak, jarak sosial, tidak berkeliaran, tidak berkelompok atau dengan menarik diri. Sesuai dengan situasi masing-masing.

Ada sejumlah peraturan hukum yang berkaitan dengan hal ini.
1. Informasi

(Hal-hal yang membahayakan kehidupan harus dicegah/dihindari)
2. لا لا ا
(Jangan menyakiti diri sendiri dan orang lain)
3. ل ال
(Keadaan sulit membawa kemudahan)
4.تصرف الام لی الرعية المصلحة
(Kebijakan negara (pemerintah) adalah untuk menciptakan kemaslahatan rakyat)

5.. للإمام المباح اختصاصه اعاة للمصلحة الا.
(Pemerintah dapat menetapkan PPKM)

6. ال لى العزيمة اً للنفوس
(Untuk melindungi jiwa, mengambil pantry lebih penting)

7. ال ل ال

(Perlindungan jiwa lebih diutamakan daripada perlindungan agama)

Sumber: FB oleh KH Husein Muhammad

(suara islami)


Menghindari Kematian Disebabkan Virus | The Truly Islam

Recommended For You

About the Author: Asep Komarudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *