Menjelang New Normal, Berikut Aturan Aktifitas di Rumah Ibadah dari kementrian agama

bfb9acf4 ee92 4a87 8e1b 35b261e934fc 169

Menjelang New Normal, Berikut Aturan Aktifitas di Rumah Ibadah dari kementrian agama

Menjelang diterapkannya new normal, Kementerian Agama merilis aturan terkait Pelaksanaan aktifitas keagamaan di rumah ibadah. Aturan tercantum dalam Surat Edaran (SE) Nomor 15 Tahun 2020 mengenai hal Panduan Pelaksanaan Aktifitas Keagamaan di Rumah lbadah Dalam Mewujudkan Warga Produktif dan Aman Covid di Masa Pandemi.

Dalam SE disebutkan, aturan terbit selaku respons atas keinginan masarakat kembali berkegiatan di rumah ibadah. Tentunya dengan menaati protokol kesehatan untuk menekan risiko tertular dan menekan hitungan total Perkara COVID-19 di masarakat. Rumah ibadah seterusnya jadi contoh the best pencegahan persebaran infeksi virus corona.

“Panduan ini mengatur aktifitas keagamaan Utama dan sosial di rumah ibadah berdasar situasi riil kepada pandemi COVID-19. Bukan cuma berdasar status zona yang berlaku di daerah. Walaupun berstatus zona Kuning akan tetapi bila di lingkungan rumah ibadah Ada Perkara penularan COVID-19, maka rumah ibadah dimaksud tidak dibenarkan menyelenggarakan ibadah berjamaah/kolektif,” seperti ini tertulis dalam surat edaran dilansir detikcom pada Sabtu (30/5/2020).

Berikut aturan komprehensif aktifitas keagamaan di rumah ibadah menjelang new normal:

READ  Trump Nyatakan Sokongan untuk Pendemo Bersenjata di Michigan

1. Rumah ibadah yang dibenarkan untuk menyelenggarakan aktifitas berjamaah/kolektif ialah yang berdasar fakta lapangan serta angka R-Naught/RO dan angka Effective Reproduction Number/Rt, Ada di wilayah/lingkungan yang aman dari COVID-19.

Hal itu ditunjukkan dengan Surat Penjelasan Rumah Ibadah Aman COVID dari Ketua Gugus Tugas Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan sesuai tingkatan rumah ibadah dimaksud, sesudah berkoordinasi dengan Forum hubungan Pimpinan Daerah setempat bareng Majelis-majelis Agama dan instansi terkait di daerah masing-masing. Surat Penjelasan akan dicabut bila dalam perkembangannya timbul Perkara penularan di lingkungan rumah ibadah tersebut atau ditemukan ketidaktaatan kepada protokol yang sudah ditetapkan.

2. Pengurus rumah ibadah mengusulkan permintaan surat Penjelasan bahwa wilayah/lingkungan rumah ibadahnya aman dari COVID-19 secara berjenjang ke Ketua Gugus Kecamatan/ Kabupaten/Kota/Provinsi sesuai tingkatan rumah ibadahnya.

3. Rumah ibadah yang berkapasitas daya tampung besar dan kebanyakan jamaah atau penggunanya dari luar wilayah/lingkungannya, dapat
mengusulkan surat Penjelasan aman COVID-19 langsung ke pimpinan daerah sesuai tingkatan rumah ibadah tersebut.

4. Kewajiban pengurus atau penanggung jawab rumah ibadah:

a. Mempersiapkan petugas untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan di rumah ibadah
b. Melaksanakan pembersihan dan desinfeksi berkala
c. Membatasi hitungan total pintu/jalur keluar masuk rumah ibadah untuk kontrol protokol kesehatan
d. Menyediakan Sarana cuci tangan, sabun, atau hand sanitizer di pintu keluar masuk rumah ibadah
e. Menyediakan alat pengecekan suhu di pintu dan tidak membolehkan jemaah dengan suhu tubuh lebih dari 37,5 derajat Celcius masuk rumah ibadah
f. Menerapkan pembatasan jarak minimal 1 meter
g. Melaksanakan penyerasian hitungan total jamaah/pemakai rumah ibadah yang berkumpul dalam waktu bersamaan
h. Mempersingkat waktu penyelenggaraan tanpa mengurangi kesempurnaan beribadah
i. Memasang himbauan penerapan protokol kesehatan di tempat rumah ibadah pada tempat-tempat yang mudah kelihatan
j. Membikin surat pernyataan kesiapan menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan
k. Memberlakukan penerapan protokol kesehatan secara spesial bagi jemaah dari luar lingkungan rumah ibadah.

READ  Menteri Erick Thohir Tugaskan Perindo Serap 3.000 Ton Ikan Nelayan per Bulan

5. Kewajiban masarakat yang akan melakukan aktifitas di rumah ibadah:

a. jema’ah dalam keadaan sehat
b. Meyakini rumah ibadah yang dipakai mempunyai Surat Penjelasan aman COVID-19 dari pihak yang berwenang
c. Mempergunakan masker/masker muka semenjak keluar rumah dan selama Ada di tempat rumah ibadah
d. Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan mempergunakan sabun atau hand sanitizer
e. Menghindari kontak fisik seperti bersalaman atau berpelukan
f. Menjaga jarak antar jemaah minimal 1 meter
g. Menghindari berdiam lama di rumah ibadah atau berkumpul di tempat rumah ibadah selain untuk ibadah wajib
h. Mencegah beribadah di rumah ibadah bagi bocah kecil dan masyarakat lanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi kepada COVID-19
i. Turut peduli kepada penerapan penyelenggaraan protokol kesehatan di rumah ibadah sesuai dengan ketentuan.

READ  Kosong dan Berisi dalam Memahami al-Qur’an

6. Penerapan fungsi sosial rumah ibadah meliputi aktifitas perjumpaan masarakat, misal akad perkawinan/pernikahan, tetap mengacu pada ketentuan di atas dengan tambahan ketentuan selaku berikut:

a. Memastikan seluruh peserta yang datang dalam keadaan sehat dan buruk COVID-19
b. Membatasi hitungan total peserta yang datang maksimum 2O% (2 puluh %) dari kemampuan ruang dan tidak boleh lebih dari 30 orang
c. Perjumpaan Dilakukan dengan waktu seefisien mungkin.

[detik.com]


Menjelang New Normal, Berikut Aturan Aktifitas di Rumah Ibadah dari kementrian agama

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *