Menteri Basuki: MRT Jakarta Tidak Kalah Dibandingkan Jepang dan Singapura

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan dengan tegas bahwa Moda Raya Transportasi (MRT) yang Ada di Jakarta tidak kalah dengan bermacam moda sejenis yang Ada di bermacam negara lainnya di luar negeri.

“Ternyata kita dapat, selama ini cuma mengagumi negara lain. Saya rasa jikalau kita sungguh-sungguh pasti dapat. Mudah-mudahan kita seluruh setuju bahwa Image kita kepada MRT ini,tidak kalah dibandingkan dengan MRT negara lain, seperti Singapura atau mungkin di Jepang,” kata Basuki Hadimuljono dalam pernyataan Kementerian PUPR yang diterima di Jakarta, Kamis (14/3).

Menteri Basuki mengutarakan harapannya supaya sesudah beroperasi full, diinginkan masarakat dapat memanfaatkannya secara maksimum dan mulai beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal. Dia mengakui bahwa mungkin manfaatnya belum akan terasa optimal sebab waktu ini baru terbangun kisaran 16 kilometer yaitu dari Lebak Bulus ke Bundaran Hotel Indonesia dan sebaliknya.

“Nanti akan dilanjutkan fase 2 dari Bunderan HI sampai Kampung Bandan sejauh 8 km sehingga total 24 km. Secara berangsur manfaatnya akan lebih terasa apabila rute Puri Kembangan sampai Bantar Gebang (Barat-Timur) telah terealisasi,” ucapnya.

Kecuali itu, kehadiran MRT juga diinginkan akan dapat merubah sikap dan perilaku masyarakat pada umumnya dalam menjaga kebersihan dan ketertiban.

Kementerian PUPR juga akan mengembangkan hunian dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di lahan milik Kementerian PUPR di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

sebelum ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai keberadaan kereta MRT di DKI Jakarta akan merubah peta properti komersial di Ibu Kota.

Bakda menguji coba kereta MRT Jakarta dari Bundaran Hotel Indonesia ke Stasiun Lebak Bulus, Jakarta, Rabu (6/3), Sri Mulyani menjelaskan nilai tawar hunian di kisaran rute MRT akan meningkat.

Sasaran tempat tinggal pun Saat ini tidak cuma fokus di tengah kota, sebab MRT menawarkan akses transportasi yang cepat dan nyaman dengan tarif cukup terjangkau sampai ke pinggiran kota.

“Orang tidak Penting beli apartemen di tengah kota atau tinggal di tengah kota. Dia dapat tinggal di Lebak Bulus yang dengan waktu tempuh 30 menit tanpa macet sampai ke wilayah Sudirman,” kata dia.

Kecuali itu, eks Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga meyakini aktifitas ekonomi dan nilai properti di kisaran stasiun MRT akan meningkat.

Kemungkinan ini juga, kata Sri Mulyani, sudah disadari sejumlah perusahaan yang berlokasi di kisaran stasiun MRT. Di fase I, kereta MRT akan melewati 13 stasiun.

“Perusahaan-perusahaan swasta telah meminta supaya stasiun MRT itu diberi nama perusahaannya. Itu artinya menimbulkan penerimaan,” katanya. [merdeka.com]

Shared by Asep Sunandar

You might like

About the Author: Asep Sunandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *