1586884705
1586884705

Menteri Pertanian Buktikan Langsung Musim Panen Berlangsung di Semua Wilayah Indonesia

Diposting pada
Views: 17
Read Time:3 Minute, 35 Second

Menteri Pertanian Buktikan Langsung Musim Panen Berlangsung di Semua Wilayah Indonesia

Jakarta, Warta Batavia

Kementerian Pertanian (Kementan) merespon cepat untuk jadi garda terdepan dalam usaha penanganan wabah Covid 19. Kementan selaku institusi pemerintah yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan pangan bagi 267 juta jiwa warga Indonesia sudah melaksanakan banyak langkah konkret untuk menjamin kebutuhan pangan warga.

 

Mentan Syahrul Yasin Limpo hari selasa (14/4) di ruang rapat AWR Kementan menyapa semua petani di kabupaten yang tengah melaksanakan panen raya. 

 

“Kami ingin buktikan bahwa riil sungguh seluruh tengah panen, bukan cuma angka-angka di atas kertas saja,” menyebut SYL.

 

Video konferensi kali ini diikuti oleh 332 titik yang menggambarkan kabupaten yang tengah panen padi dan jagung, bahkan ada 12 bupati yang berkoalisi dari Serdang Bedagai, Banyuasin, Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Cianjur, Balangan, Barru, Banggai, Konawe Selatan, Sumbawa Barat, Dompu dan Nagekeo.

 

Kementan memperkirakan panen raya akan berlangsung April dengan luas panen kisaran 1,73 juta hektar (ha). Sebab itu pemerintah akan mencegah jangan sampai harga gabah di tingkat petani jatuh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP).

 

ujung tertinggi panen akan terjadi pada April dengan luas 1,73 juta ha dengan produksi 5,27 juta ton berasdan berlanjut pada Mei dengan luas panen kisaran 1,38 juta ha atau setara dengan produksi 3,81 juta ton beras. Luas panen Mei ini masih lebih tinggi dari Maret lalu 

READ  Sebaiknya Berapa Kali Mengkhatamkan Al-Qur’an dalam Setahun?

 

Pada masa puncak panen raya Kementan lakukan antisipasi untuk mejaga kestabilan harga. Bagian solusinya ialah melalui Kostraling (Komando Startegi Penggilingan Padi) melalui pendekatakan KUR (Kredit Usaha Rakyat). Rata-rata harga di tingkat petani maret lalu Rp 4.600/kg, dan sesuai Permendag No 24 Tahun 2020 yang baru HPP GKP di tingkat petani naik sebesar Rp 4.200/kg dan diperkirakan akan turun waktu puncak panen raya.

 

SYL meminta daerah cepat menyerap KUR dan meminta daerah mengawal harga jangan sampai di bawah HPP. 

 

Walaupun ada wabah, petani diminta tetap antusias dan Kementan akan memberikan sokongan untuk memperlancar produksi. “Pada masa wabah covid ini ada 2 agenda Inti yang jadi prioritas Inti negara, yaitu bidang kesehatan dan pemenuhan pangan,” menyebut SYL.

 

Dengan sedemikian tugas barisan Dinas Pertanian di Kabupaten jadi amat penting untuk mengawal aktifitas petani.

 

Waktu ini Kementan tengah menjajaki kostraling bekerjasama dalam pemasaran online dalam menjual beras ke warga. Langkah nyatanya pada Peluang tersebut Kementan mencanangkan kerjasama dengan Blibli dalam penyediaan dan distibusi beras.

 

Dalam Peluang tersebut ditunaikan penandatangan MoU antara Direktur Jend. Tanaman Pangan Suwandi dengan CEO Blibli Kusumo Martanto dalam hal pemanfaatan jasa penyediaan dan distribusi beras melalui platform online Blibli.

 

Kusumo Martanto, CEO Blibli mengungkapkan, “Kami merasa suka sudah memperoleh kepercayaan dari Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Pertanian selaku e-commercial partner eksklusif untuk menyokong ketersediaan bahan pangan beras bagi warga yang memerlukan. Ini ialah bentuk tekad bulat kami untuk berkolaborasi dan menyokong Indonesia dalam berhadapan dengan situasi pandemi waktu ini.” 

READ  Khutbah Jumat Khalifah Umar bin Abdul Aziz di Damaskus Tahun 99 Hijriah

 

Blibli menginginkan dengan kualitas team the best, fasilitas dan prasarana, serta teknologi yang dipunyai dapat memberikan sokongan yang maksimum serta mempermudah usaha Pemerintah dalam menyediakan bahan pangan beras. Hal ini tentunya akan Disokong oleh keseluruhan rantai logistik yang jadi tulang punggung Blibli termasuk warehouse Blibli yang tersebar di semua Indonesia sehingga dapat menjangkau kastemer di Indonesia.

 

Langkah ini untuk mempermudah akses konsumen berbelanja beras melalui jasa aplikasi online sekaligus membantu menyerap gabah petani agar tidak di bawah. Yaitu dengan menggandeng kostraling/penggilingan padi untuk berbelanja gabah petani dan lalu memasok beras untuk dijual melalui jasa online.

 

Direktur Jend. Tanaman Pangan Suwandi di tempat yang sama meminta agar Kadistan Provinsi dan Kadistan kabupaten mendampingi kostraling penggilingan untuk akses KUR sehingga sanggup menyerap gabah petani. Berikutnya kostraling cepat bermitra dengan pasar online, market place, startup, e-commerce untuk memperlancar distribusi beras medium, premium dan beras spesial secara lancar dan efisien, untuk diakses warga.

 

“Kami dekatkan produsen dan konsumen agar memperlancar distribusi sebab dengan keadaan wabah Corona dan keputusan strategi pemerintah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang jadi masalah ialah distribusi yang lalu akan berdampak pada harga, ucap Suwandi.

 

Pemerintah menginginkan keadaan waktu ini bukan jadi penghalang bagi petani untuk tetap berproduksi. Tentunya pemerintah juga akan mengupayakan semaksimal mungkin petani terlindungi dan warga pun dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo bahwa pertanian mesti tetap berproduksi pada saban keadaan apapun.

READ  Viral! Otak Aksi Penyerangan Kediaman Habib Umar Assegaf di Solo Ditangkap bersama Terduga Teroris

 

Editor: Zunus Muhammad
 

Menteri Pertanian Buktikan Langsung Musim Panen Berlangsung di Semua Wilayah Indonesia
Sumber: NU-Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *