Menu Makan jema’ah Haji Indonesia Gunakan Rumus 2, 3, 4, 5

Breaking News 4

Menu Makan jema’ah Haji Indonesia Gunakan Rumus 2, 3, 4, 5

loading…

MADINAH – Menu makanan jemaah haji Indonesia bercita rasa Nusantara selama di Arab Saudi. Makanan yang diberikan sudah dihitung gizinya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi jemaah.

Pemenuhan nutrisi jemaah penting untuk menjaga keadaan tubuh tetap fit. Karena, aktivitas jemaah dari semenjak tiba di Tanah Suci sampai kepulangan ke Tanah Air cukup tinggi dan memerlukan fisik yang kuat.

Selama di Madinah, jemaah haji memperoleh 18 kali makan. Diberikan 2 kali sehari, untuk makan siang dan malam. Untuk sarapan pagi, jemaah memperoleh roti.

Kecuali itu, jemaah juga memperoleh paket coffe shop yang dimasukan dalam kotak. Di dalamnya ada kopi sachetan, teh celup, saus, kecap, gula, gelas, dan sendok.

“Bagi jemaah yang tiba Madinah di atas jam 10 malam (waktu Arab Saudi) akan memperoleh nasi ayam bros (goreng) plus kentang,” kata Kasie Katering Daerah Kerja (Daker) Madinah, Dewi Gustikarini di Madinah, Kamis (11/7/2019).

Menurut dia, menu yang diberikan jemaah didasarkan pada rumus 2, 3, 4, 5. Yaitu 2 kali telur, 3 kali daging, 4 kali ayam, dan 5 kali ikan. Sayurnya bervariasi di antaranya tumis buncis, terong bumbu balado, tumis wortel jagung, dan lain-lain. Dalam tiap-tiap menu makan juga dilengkapi dengan buah dan air mineral.

Pemilihan menu jemaah haji, kata Dewi, sudah dikonsultasikan ke Kementerian Kesehatan (Kementerian Kesehatan), ahli gizi Hospital Pusat Angkatan Darat (RSPAD), dan Sekolah Pariwisata Bandung Jurusan Tata Boga. “Sehingga kandungan gizi di dalam makanan sudah disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi jemaah,” katanya.

Dewi menjelaskan, pendistribusian makanan ke jemaah dilaksanakan 2 kali. Untuk makan siang mulai dikirimkan ke hotel semenjak pukul 10.00 sampai 13.00 WAS. Adapun makan malam mulai pukul 19.00 sampai 22.00 WAS. Pemilihan waktu ini juga menyesuaikan aktifitas ibadah jemaah melakukan Arbain (salat 40 waktu) di Masjid Nabawi.

“jema’ah haji wajib cepat mengonsumsi makanan yang diberikan. Jangan disimpan sebab masa kelayakan makanan cuma kisaran 2 jam sesudah didistribusikan,” kata Dewi.

Panitia Penyelanggara Ibadah Haji (PPIH) bekerja sama dengan 15 perusahaan untuk memenuhi kebutuhan makanan jemaah haji di Madinah, 36 perusahaan di Mekkah, 13 perusahaan di Arafah dan Mina, dan sisanya dikelola oleh muassasah Asia Tenggara. Masing-masing perusahaan wajib mempekerjakan minimal 1 juru masak asal Indonesia untuk menjaga cita rasa Nusantara. Bila ada perusaan besar tidak mempunyai koki dari Indonesia, tidak akan dipilih untuk melayani jemaah haji Indonesia.

(amm)

SindoNews by Abrori

You might like

About the Author: Abrori Ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *