1585223185
1585223185

Merubah Akad Syirkah Modal Jadi Syirkah Saham

Diposting pada 21 views

Merubah Akad Syirkah Modal Jadi Syirkah Saham

Syirkah ‘inan didefinisikan selaku percampuran 2 atau lebih modal yang berasal dari beberapa orang mitra bisnis, dengan maksud untuk dijadikan selaku modal usaha bareng dan untuk mencapai maksud bareng. Secara syara’, hal ini biasanya didefinisikan selaku:

 

وَهِي مَأْخُوذَة من عنان الدَّابَّة لِاسْتِوَاء الشَّرِيكَيْنِ فِي ولَايَة الْفَسْخ وَالتَّصَرُّف وَاسْتِحْقَاق الرِّبْح على قدر المَال كاستواء طرفِي الْعَنَان

 

“Yaitu, akad Glosarium yang pengertian dasarnya diambil dari keberadaan tali kekang haewan yang dikendarai sebab kesamaan hak 2 orang yang saling bermitra untuk melaksanakan pembatalan kerjasama atau pengelolaan bareng, dan pembagian keuntungan secara bersama-sama pula menurut kadar harta yang disertakan, sebagaimana 2 utas tali kekang dalam mengendalikan haewan yang dikendarai.” (Kifayatul Akhyar, juz I, halaman 270).

 

 

Dalam syirkah ‘inan, yang digabungkan ialah berupa modal. Bayangkan, bahwa ada 2 orang yang saling bermitra dan sama-sama mengumpulkan modal berupa uang tunai sebesar 1 miliar, sehingga dari keduanya terkumpul 2 miliar. sesudah lama bermitra dan menjalin kerjasama dalam melaksanakan usaha, dan sudah berdiri sebuah unit aktifitas usaha tertentu dan berizin, tahu-tahu bagian mitra mengusulkan diri hendak mundur dari perjalanan usaha. Sebab, unit aktifitas usaha itu dibangun berdua, sehingga aset yang dipunyai keduanya juga terkumpul dalam bentuk aset usaha, maka tidak ada pilihan lain, hukum asal dari ikut akad Glosarium syirkah ‘inan ini ialah bolehnya mengusulkan bubar tersebut.

 

Tetapi, pembubaran usaha bukanlah Adalah 1 yang gampang. Kenapa? Sebab dengan membubarkan diri, itu artinya seluruh bentuk izin usaha resminya, juga mesti bubar. Kalau bagian atau keduanya hendak mendirikan usaha baru, maka izin usaha ini mesti diurus sejak awal lagi. Dan ini telah pasti mesti ribet lagi dan merupakanyang masyaqqah lagi.

 

Islam tidak menghendaki adanya masyaqqah (berat) bagi pemeluknya. Islam juga menghendaki para pemeluknya untuk tidak menyia-nyiakan harta. Sebuah izin usaha, walaupun tidak berupa harta fisik yang dapat diuangkan, akan tetapi ia Adalah sesuatu yang berharga. Menyia-nyiakannya ialah sama dengan menyia-nyiakan harta (tadlyi-‘u al-mal). Itulah sebabnya, dibutuhkan suatu rekayasa sistem untuk pengalihan modal, dari mitra yang hendak keluar, ke mitra yang hendak masuk melalui jalan akuisisi modal/saham. Caranya?

READ
Lembaga Dakwah PBNU Umumkan 55 Nama yang Lulus Standardisasi Pendakwah NU

 

Agar izin usaha yang sudah ada tidak sampai mubadzir, akan tetapi pihak mitra yang ingin keluar tetap dapat menerima hak bagian asetnya sesuai dengan nisbah modal ke-1 yang diserahkannya, maka semua aset yang dipunyai oleh perusahaan mesti diuangkan, lalu bagian mitra yang hendak keluar dirupakan dalam bentuk “efek saham” yang lantas ditawarkan ke warga yang ingin tergabung dalam unit usaha. Penerbitan efek saham untuk mengembalikan hak mitra yang keluar inilah, maka muncul istilah syirkah saham (Glosarium berbasis saham). Oleh para sarjana ekonomi kontemporer lantas dikenal selaku syirkah musahamah.

 

الشركة المساهمة هي نوع من الشركات التي يتم فيها تقسيم رأس المال إلى عدة أسهم متساوية، ويجب أن تكون هذه الأسهم قابلة للتداول عن طريق الطرق التجارية

 

“Syirkah musahamah Adalah suatu akad Glosarium yang dibangun dengan dasar membagi modal usaha jadi sejumlah efek saham dengan harga yang sama. 1 hal yang jadi Kewajiban dalam akad syirkah ini ialah seluruh efek saham itu mesti dapat diperdagangkan dalam pasaran bursa.”

 

Di dalam sebuah manuscript karya Abu Zaid Ridlwan, yang berjudul al-Syirkat al-Musahamah, halaman 108, disampaikan bahwa syirkah musahamah, ialah:

 

شـركة ينقـسمرأسمالهـا إلـى أسـهممتـساويةالقيمة، يمكـن تـداولها علـى الوجـهالمبـين فـي القـانون،وتقتـصر مـسؤولية المـساهمعلـىأداء قيمة الأسهم التي اكتتب فيها،ولا يسأل عن ديون الشركة إلا فـيحـدود مـا اكتتـبفيه من أسهم

 

“Suatu akad Glosarium yang dibangun atas dasar pemecahan modal jadi beberapa efek saham yang mempunyai nilai harga yang sama, dan seluruh efek itu dapat diperdagangkan menurut cara-cara yang legal menurut undang-undang, dengan kewajiban pihak yang ingin ikut dalam serikat modal tersebut menyetorkan sejumlah nilai uang sebesar efek saham yang dibelinya, tanpa diminta pertanggungjawaban atas utang serikat kecuali sebatas nisbah modal yang disertakannya dalam saham.” (Abu Zaid Ridlwan, al-Syirkat al-Musahamah, Tanpa Kota: Daru al-Fikr Al-Araby, 1983, halaman 108)

READ
Menteri Perdagangan Iran Sukses Sembuh Dari Virus Corona

 

Berangkat dari 2 definisi di atas, ada titik temu Soal syirkah musahamah, yang paling penting untuk diketahui, yaitu: 1) Penting adanya penerbitan efek berupa saham, 2) saham tersebut dipecah dalam bentuk satuan-satuan kecil yang dapat diperdagangkan, 3) tempat menjual saham tersebut ada di pasar modal, dan 4) saham itu nilai dan harganya sama.

 

Artinya, syirkah musahamah ini ibaratnya ialah penyertaan modal secara tidak langsung saja, sebab mesti melewati pasar modal. Lain halnya dengan syirkah ‘inan. Dalam syirkah inan, modal itu disertakan secara langsung ke perusahaan, tanpa andil keikutsertaan pasar bursa. Jadi langsung saling berhadap-hadapan antara mitra 1 dengan mitra lainnya. Inilah bedanya syirkah ‘inan dan syirkah musahamah.

 

Tetapi, juga dapat dikatakan bahwa syirkah musahamah ialah turunan dari syirkah ‘inan. Alasannya,, sebab waktu investor (mustatsmir) mengakuisisi saham, itu artinya ia menyetorkan modal ke perusahaan yang merilis (emiten), sehingga ia berhak atas bagi hasil usahanya (deviden) waktu periode tutup buku.

 

Model penyertaan seperti syirkah musahamah ini, dalam hemat penulis, hukumnya ialah boleh secara syariat dikarenakan praktik yang terpenting dari sebuah syirkah ‘inan ialah percampuran modal sehingga tidak dapat dibedakasn antara modal mitra 1 dengan mitra lainnya.

 

اعْلَم أَن الْخلطَة على نَوْعَيْنِ أَحدهمَا خلْطَة اشْتِرَاك وَتسَمى خلْطَة الشُّيُوع وَالْمرَاد بهَا أَنَّهَا لَا يتَمَيَّز نصيب أحد الرجلَيْن أَو الرِّجَال عَن نصيب غَيره وَالثَّانِي خلْطَة الْجوَار بِأَن يكون مَال كل وَاحِد معينا مُمَيّزا عَن مَال غَيره وَلَكِن يجاوره بمجاورة المَال الْوَاحِد على مَا ذكره الشَّيْخ

 

Artinya: “Ketahuilah bahwa percampuran itu ada 2 macam jenisnya, yaitu ke-1, percampuran Glosarium (khalathah isytirak), yang dikenal juga selaku percampuran kebersamaan (khalathah syuyu’). Yang dikehendaki dari pencampuran modal ini ialah bagian dari masing-masing peserta Glosarium dari bagian mitra lainnya tidak dapat dibedakan lagi. Ke-2, ialah percampuran dempetan (khalathah jiwar), yaitu bila harta masing-masing pihak yang terlibat dalam Glosarium dapat dibedakan oleh masing-masing sehingga penyampuran ke-2 harta seakan sekedar menyandingkan harta milik seseorang dengan milik lainnya sebagaimana yang dijelaskan oleh Syeikh Abi Syuja’. (Taqiyuddin al-Hushny, Kifayatu al-Akhyar fi Hilli Ghayati al-Ikhtishar, Damaskus: Dar al-Minhaj: 177).

READ
Humor: Kyai Madura, Gus Dur dan Covid-19

 

Bagi hasilnya pun ikut nisbah modal yang disertakan. Alhasil, tidak ada beda yang bersifat prinsip dengan syirkah ‘inan dalam hal penyampuran modalnya, melainkan cuma segi wewenang perusakan akad saja, yang mesti beralih ke penjualan nisbah saham yang dipunyai.

 

Di era modern ini, syirkah musahamah tidak cuma berlaku dalam bentuk mengakuisisi aset saham dari mitra sebelumnya yang keluar. Akan tetapi, untuk memperoleh modal dari pihak lain, juga telah mulai ada istilah joint stock company, yaitu penyertaan modal berupa saham gabungan ke dalam perusahaan. Saham gabungan yang belum disertai adanya fisik perusahaan, itu artinya saham yang diterbitkan dapat diartikan selaku perintah menyarikan modal utangan dengan janji bagi hasil usaha. Perintah ini, lantas diterbitkan dalam bentuk efek obligasi. Wallahu a’lam bish shawab.

 

 

Ustadz Muhammad Syamsudin, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah – Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur

 

Merubah Akad Syirkah Modal Jadi Syirkah Saham
Sumber: NU-Online

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *