Misteri Gus Im | The Truly Islam

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun! KH Hasyim Wahid, Adik Bungsu Gus Dur Wafat
Page Visited: 24
Read Time:2 Minute, 57 Second

Misteri Gus Im | The Truly Islam

Foto: https://www.nu.or.id/


Diantara Famili Bani Wahid, Gus Im (KH. Hasyim Wahid)–adik bungsu Gus Dur– dapat dikatakan selaku orang yang jarang tampil ke publik. Beliau lebih banyak jadi aktor bawah tanah. Gus Im kelihatan di publik barangkali tatkala jadi salah seorang Ketua PDI Perjuangan dan member BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional), pada masa awal reformasi. Selebihnya, beliau lebih banyak bergerak di balik layar. Saya juga belum pernah melihat Gus Im dan Gus Dur duduk 1 meja bercengkerama. Bahkan, tatkala Gus Dur wafat pun pada 2009, Gus Im tidak muncul ke permukaan. Jadi, tidak salah jikalau Gus Im dibilang manusia full misteri, termasuk hubungan kakak adik, Gus Dur dan Gus Im-pun masih menyimpan misteri yang sampai sekarang belum saya ketahui. Kehidupan Famili Gus Im juga sedikit yang tahu.

Dibandingkan dengan teman-teman seperti Savic Ali, saya termasuk kader NU yang intensitas pergaulan dengan Gus Im amat rendah. Perjumpaan saya dengan Gus Im dapat dihitung dengan jari. Banyak teman-teman saya, anak kecil muda NU, jadi “anak didik” Gus Im, dan sering menemani Gus Im, khususnya aktivis gerakan “bawah tanah”.

BACA JUGA :   Ratusan Kader GP Ansor Jabar Respons Cepat Gerakan Wifi Gratis untuk Pelajar

Saya cuma memperoleh cerita mengenai hal Gus Im dari kawan-kawan itu. Yang banyak diceritakan kisaran “misteri Gus Im” dan sepak terjangnya dalam bermacam momen penting. Masalah bisnis persenjataan sampai dunia gaib-nya Gus Im saya cuma memperoleh cerita. Model komunikasi Gus Dur dan Gus Im juga sering saya dengarkan dari kawan-kawan ini.

walau begitu, saya membaca beberapa karya Gus Im, seperti buku Telikungan Kapitalisme Global dalam Sejarah Kebangsaan Indonesia. Tanya Jawab panjangnya di KOMPAS kisaran tahun 2000 tatkala beliau jadi bagian pejabat di BPPN saya baca betul. Waktu itu, saya masih kuliah S3 di UIN (IAIN) Jakarta, dan salah seorang guru besar saya, Prof. Dr. Bahtiar Efendy, menanyakan ke saya: “Rum, kau telah baca Tanya Jawab Hasyim Wahid di KOMPAS?”. “Iya Pak, saya baca”, jawab saya. “Gila orang itu, pintar sekali. Saya tidak menyangka dengan pkiran-pikirannya yang tajam sekali”, komentar Pak Bahtiar tatkala itu.

Saya terlibat dialog secara langsung dengan Gus Im mungkin kisaran 4 atau 5 kali, kisaran tahun 2003 atau 2004. sesudah Gus Dur tidak lagi jadi Presiden, Gus Im beberapa kali Hadir ke Wahid Institute, dan menjadwalkan dialog rutin tiap-tiap Rabu sore. Tetapi dialog itu berlangsung tidak lebih dari 1 bulan-an. Dalam diksusi itu, Gus Im lebih banyak bicara mengenai hal bermacam-macam hal, seperti soal pertarungan ideologi sampai cerita soal buku “Mati Tertawa ala Rusia” yang ditulis Z. Dolgopolova dan diberi Kata Pengantar oleh Gus Gur. Saya lebih banyak menguping pikiran-pikirannya yang kadang tidak saya pahami. Cuma sesekali saya menimpali atau menanyakan mengenai hal sesuatu. Gus Im sering memberi penjelasan mengenai hal pikiran-pikiran kakaknya, Gus Dur– yang sering dia panggil “suheng”.

BACA JUGA :   Ramadhan, Lingkungan, dan Ummat Manusia

Dari dialog itu, tidak sulit bagui saya untuk mengakui kecerdasan dan keluasan bacaannya. Bani Wahid sungguh Famili luar biasa, melahirkan orang-orang hebat dengan karakternya masing-masing.

Semoga Gus Im husnul khotimah dan tenang menghadap pencipta-Nya. Dapat bercengkerama dengan “suheng”-nya, ketemu dengan kakak-kakaknya, Gus Solah dan Bu Nyai Aisyah Abdul Hamid yang telah terlebih dahulu dipanggil Allah.

Lahumul fatihah…..

Ciputat, 1 Agustus 2020

Rumadi Ahmad

Sumber: https://www.facebook.com/1595444168/posts/10221019151980570/

(Suara Islam)


Misteri Gus Im | The Truly Islam

loading...

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *