Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
Home / BERITA INDONESIA / Mu’tamad Madzhab Syafi’i

Mu’tamad Madzhab Syafi’i

/
/
/
50 Views

Mu’tamad Madzhab Syafi’i

Baca Juga

Kitab mutamad madzhab syafii. Foto: istimewa

Islam Nusantara – sesudah Madzhab Asy-Syafi’i selesai ditahqiq oleh Imam An-Nawawi dan Ar-Rafi’i (abad ke-7 H), dan yang tidak dibicarakan oleh keduanya sudah dibicarakan secara kokoh oleh 2 orang faqih, Ibnu Hajar Al-Haitami dan Ar-Ramli (abad ke-10 H), maka ulama-ulama setelahnya sudah ridha untuk mengambil fatwa dari kitab-kitab mereka.


Kalau 2 orang Syaikh (yaitu: An-Nawawi dan Ar-Rafi’i) sudah bersepakat atas suatu pandangan, maka itulah pandangan mu’tamad. Kalau keduanya berselisih, maka yang diutamakan ialah pandangan An-Nawawi.


Yang diutamakan dari kitab An-Nawawi secara berurutan ialah: At-Tahqiq, lalu Al-Majmu’, lalu At-Tanqih, lalu Ar-Raudhah, lalu Al-Minhaj, lalu Fatawi-nya, lalu Syarh Muslim, lalu Tashhih At-Tanbih dan Nukat-nya.


Baca: Argumentasi Kenapa NU Lebih Condong Bermadzhab Syafii Dibandingkan yang Lain


Saban fuqaha Syafi’iyyah boleh berfatwa berdasar pandangan mereka berdua (yaitu: An-Nawawi dan Ar-Rafi’i). Yang disepakati oleh Ibnu Hajar dan Ar-Ramli pada persoalan-persoalan yang belum pernah dibicarakan sebelum mereka, maka itu ialah mu’tamad. Kalau mereka berdua berselisih, warga Hijaz dan Hadramaut mengutamakan pandangan Ibnu Hajar, sedangkan warga Syam dan Mesir mengutamakan pandangan Ar-Ramli.


Boleh beramal dan berfatwa dengan pandangan dari kitab-kitab Syafi’iyyah lainnya yang banyak dinukil pendapatnya, kecuali yang disepakati bahwa pandangan itu salah, lemah, atau sebab kelalaian.

Syekh Sulaiman Kurdi pengarang kitab السلك العدل والقوائدالمدنية berkata,” Apabila pada zaman ini, yaitu abad XII H. tiada ulama’ ahli tarjih ( yang lebih kuat fatwanya ) dan mereka saling tak sama pandangan, maka pandangan yang dipegang menurut ulama’ Mesir ialah fatwanya Imam Ramli dalam kitab-kitabnya. Khususnya kitab نهاية. Karena kitab ini semuanya sudah dibaca dihadapan Imam Ramli oleh 400 ulama’. Yang mana mereka semuanya memilih kitab ini dan membenarkan isinya. Dan kitab ini keabsahannya sampai  pada derajat tawaatur.


Dan menurut para ulama’  Hadramaut, Syam, Kurdistan, Pakistan dan kebanyakan ulama’ Hijaz serta Yaman pandangan yang dipegang ialah fatwanya Imam Ibnu Hajar dalam kitab-kitabnya. Khususnya kitab تحفة. Karena kitab ini isinya meliputi nas-nas Imam Syafi’i beserta tambahan Penjelasan dari Imam Ibnu Hajar. Dan kitab ini telah dibaca ahli tahqiq (ulama’ yang senatiasa berpegangan pandangan yang benar) yang tiada terhitung jumlahnya.

Kitab Mutamad Madzhab Syafi’i



Ke-2 kitab tersebut amat masyhur dalam lingkungan penganut madzhab Syafi’i. Sebab jadi suatu Komitmen ulama’-ulama’ Syafi’I pada masa terakhir, bahwa kitab fiqih yang dipegang teguh baik dalam perkara ibadah maupun pada pengadilan-pengadilan agama ialah kitab :

تحفةالمهتج للإمام إبن حجر,  نهايةالمهتج للإمام رملى

Ke-2 kitab tesebut jadi tiang tengah dari Madzhab Syafi’i, tempat ruju’an bagi ulama’ Syafi’iyyah dalam membicarakan masalah-masalah agama. Dan bahwasanya tiada boleh memberi 1 fatwa yang menyalahi ke-2 imam tersebut. Lebih-lebih menyalahi ke-2 kitab mereka. Yaitu :      

  تحفة ونهاية

Kecuali apabila ke-2 kitab tersebut tidak menerangkan, maka fatwa yang dipegang secara berurutan ialah fatwanya :


1. Syekh Islam Zakaria Al-Anshori
2. Syekh Khotib
3. Syekh Zayady
4. Syekh Ibnu Qosim
5. Syekh Umairoh
6. Syekh Syibro Mulisi
7. Syekh Halaby
8. Syekh Syaubari
9. Syekh ‘Anany


Selagi mereka tidak menyalahi pokok-pokok madzhab.


Imam Hamid Bin Umar Hamid berkata :”Sesungguhnya fatwa yang dipegang oleh salaf-salaf kita bangsa Alawiyyin dalam problem fiqih ialah apa yang difatwakan oleh Syekh Ibnu Hajar”.


Baca: [Duh!] Jaman Semono Imam Syafi’i Juga Kena Hoax? Ini Cara Jenius Sang Imam Tangkal Hoax


Hal sedemikian bukan problem sebab beliau banyak ilmunya. Maka sesungguhnya Syekh Abdullah Bakhromah lebih luas ilmunya. Akan tetapi Syekh Ibnu Hajar mempunyai akal pengertian kuat (jenius) yang lebih baik dari beliau. Bahkan dari yang lainnya ulama fuqoha pengarang kitab. Oleh sebab itu salaf-salaf kita di daerah Tarim berpegangan dengan fatwanya Imam Ibnu Hajar. [dutaislam/ka]


Sumber: At-Taqrirat As-Sadidah fi Masail Al-Mufidah, Qism Al-‘Ibadah, karya Hasan bin Ahmad Al-Kaf, terbitan Dar Al-‘Ulum Al-Islamiyyah, Surabaya, Indonesia, hlm. 34-40                  

Mu’tamad Madzhab Syafi’i

Mu’tamad Madzhab Syafi’i

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This div height required for enabling the sticky sidebar