Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
Home / BERITA INDONESIA / Netizen Jawab Kajian Dagelan Rahmat Baequni ‘Ustad UFO’

Netizen Jawab Kajian Dagelan Rahmat Baequni ‘Ustad UFO’

/
/
/
17 Views

Netizen Jawab Kajian Dagelan Rahmat Baequni ‘Ustad UFO’

Warta Batavia, Jakarta – Heboh soal permasalahan Masjid Al-Safar yang oleh Ustad Rahmat Baequni dinilai menyerupai bentuk simbol illuminati bahkan sampai-sampai wajib memaksa Gubernur Ridwan Kamil untuk angkat bicara memaksa saya untuk lalu menonton video kajian Dauroh Akhir Zaman.

Saya tertarik dengan bagaimana Ustad Rahmat menyajikan argumentasinya dalam kajian yang full dengan takbir itu.

Total nyaris 2 jam saya menonton video kajiannya, dan yang saya rasakan ialah malu dan geli. Malu sebab kok bisa-bisanya Islam jadi receh begini. Geli sebab sungguh materi yang disampaikan sungguh-sungguh lucu.

Baca: Budi Setiawan: Bualan Lucu Ala Ustad UFO

Materi soal segitiga bermuda, misalnya. Ustad Rahmat menyebut segitiga bermuda ialah tempat azazil (iblis) membangun istana, itulah sebabnya banyak pesawat dan kapal hilang di sana. Karena Azazil membangun istananya dari kristal cahaya. Kristal tersebutlah yang lalu menutupi kapal dan pesawat yang melintas di sana. Kata ustad Rahmad, kristal Cahaya itu pula yang sanggup membikin David Copperfield sanggup menghilangkan patung liberty.

Tidak cukup di situ, Ustad Rahmad menyebut bahwa Amerika dan Israel ialah negara bentukan Dajjal. Ia juga menyebut bahwa sebutan Paman Sam (Uncle Sam) ada hubungannya dengan panggilan Samiri, yang menurut dia ialah alter-nya Dajjal.

Bagi saya, itu terang amat menggelikan.

Yang lebih lucu lagi, tentu saja ialah waktu Ustad Rahmad membicarakan soal tahun 2000 atau milenium ke-2. Ia menyebut bahwa Y2K (yang mana Adalah kependekan dari Year 2000) selaku singkatan dari “Year of the Yesus Kingdom”

Dari sini saja telah kelihatan sekali cocokologi ngawurnya. Yang menyebut Yesus selaku Yesus itu ya cuma orang Indonesia, sedangkan jika orang barat ya nyebutnya Jesus. Pakai J, bukan Y. Lha wong Yanto orang Mertoyudan itu jika geser ke Arkansas we berubah nama jadi Janto. Hehehe.

Baca: Denny Siregar: Bongkar Kebusukan Kubu “ANNAS” Zombie Berwajah Islam

Nah, jika yang paling membikin saya geleng-geleng kepala tentu saja ialah materi soal pesawat yang menabrak gedung kembar WTC. Ustad Rahmat menerangkan materi othak-athik gathuk mempergunakan nomor penerbangan pesawat penabrak Q33NY, nomor yang jika dibuka di MS Word dan font-nya diganti dengan Wingdings akan jadi simbol pesawat, note kembar, tengkorak, dan bintang daud.

Materi tersebut bukan cuma cocokologi, tapi juga hoax kuno yang telah beberapa kali dibicarakan oleh banyak orang dan menyebar lewat milis semenjak tahun 2001 lalu.

Materi tersebut tidak diragukan lagi hoax-nya karena nomor penerbangan pesawat yang menabrak WTC ialah AAL11 dengan nomor registrasi pesawat N334AA, dan UA175 dengan nomor registrasi pesawat N612UA. Jadi ya nggak ada itu nomor Q33NY. (Silakan lihat http://en.wikipedia.org/wiki/Q33_NY)

Materi seterusnya, tidak usahlah dibicarakan lagi. Apa yang dapat diinginkan dari materi konspirasi yang bahkan telah jadi hoax semenjak jaman Jin dan Jun. Lha gimana, Ustad Rahmat ini menyebut bahwa UFO ialah kendaraan pengintainya dajjal, Dajjal menyebarkan doktrin mata 1 lewat film bajak laut Pirates of The Caribbean sampai figur publik Plankton di serial SpongeBob, sampai soal Olimpiade (termasuk juga Asian Games, PON, dan Porda) selaku bagian dari usaha meneruskan penyembahan kepada dewa Helios.

Ustad Rahmat boleh jadi sungguh menguasai ilmu agama yang cukup mendalam. Tetapi soal kesanggupan menerima info mengenai hal konspirasi, Ustad Rahmat bagi saya tidak ubahnya seperti anak kecil yang ke-1 kali menonton video 3gp di hape Nokia 6600, dan lalu amat meyakini bahwa di bagian belahan bumi, ada anak yang durhaka dan lalu diazab jadi ikan pari.

Baca: “ANNAS” Organisasi Intoleran Catut Nama Nu Ajak Musuhi Kubu Lain

Ah, saya jadi ingat dengan sebuah quote dari seseorang yang nggak bijak-bijak amat: “Mabuk ciu surungane potil karo sagon, keser-keser sewengi, sesuk wis sadar. Namun nek mabuk agama, surungane takbir, dikandani pirang-pirang tahun hurung mesti gelem sadar.”

Duh Gusti, paringono ekstasi. (ARN)

Sumber: Akun Facebook Agus Mulyadi

Source by Asep Komarudin

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This div height required for enabling the sticky sidebar