[Ngaji Gus Baha] Tips Agar Happy Berhadapan dengan Kematian

[Ngaji Gus Baha] Tips Agar Happy Menghadapi Kematian

[Ngaji Gus Baha] Tips Agar Happy Berhadapan dengan Kematian

Berita Islam – Dalam beberapa kajian agama Gus Baha’ yang saya ikuti, kajian soal kematian ialah tema yang awalnya mencekam. Tetapi saya coba ikuti terus sebagaimana pesan beliau: mesti dilatih terus menerus.

Pelajaran awalnya yang saya dapat ialah dari kejadian sehari-hari. Tempat Gus Baha’ ini tidak jauh dari kampung halaman saya. Sehingga saya lebih mudah memperoleh contohnya. Kalau ada orang yang meninggal sebab minum oplosan, bagaimana menghikmatinya? Jika ada kejadian seperti itu, cara berpikir kita secara spiritual ialah mungkin dengan cara seperti itu Tuhan tidak ingin memperpanjang kekeliruan orang yang bersangkutan. Dengan begitu, kemungkinan kekeliruannya disetop. Dipungkasi. Dan kita tidak Penting jadi hakim bahwa itu kematian yang negatif. Kita tidak tahu dan tidak pernah tahu posisi orang itu dihadapan Tuhan.

Jika ada orang yang meninggal dunia sebab kecelakaan naik pesawat terbang, lalu ada orang yang selamat sebab terlambat naik pesawat terbang, secara pandangan manusiawi orang yang terlambat beruntung, dan orang yang kecelakaan termasuk tidak beruntung. Tetapi di mata Tuhan belum tentu begitu. Dapat saja seluruh beruntung. Yang terlambat dan selamat diberi waktu untuk menambah amal kebaikannya, sementara yang meninggal dunia dicukupkan kebaikannya.

Baca Artikel Lainnya:  Ma'ruf Amin : Dulu Kalah, Sekarang Saatnya Kita Menang di Jawa Barat

Gus Baha’ yang saya ketahui dari ceramah-ceramah beliau, mengidap sakit. Dia berobat juga. Tetapi punya kesadaran bahwa berobatnya dia selaku bagian dari syariat ikhtiar. Tetapi beliau tetap punya kesadaran hakikat. Sebab jikalau sungguh beliau mesti meninggal dunia sebab penyakitnya, dapat jadi itu cara yang baik. Dengan rendah hati beliau berkata: Siapa tahu kehadirannya di dunia tidak baik lagi sehingga sungguh Tuhan memutuskannya kematiannya lebih baik.

Beliau tidak pernah punya problem dengan cara bagaimana Tuhan akan memanggilnya. Apakah dengan kecelakaan, sakit, atau bahkan disantet orang. Tidak ada urusan ulama kok dapat disantet dan mati. Ya dapat saja jikalau Tuhan mengambil keputusan seperti itu. Tidak ada kepastian bahwa ulama tidak dapat mati disantet. Dan itu tidak problem bagi dia.

Mungkin ini pernah saya sampaikan. Suatu waktu Gus Baha’ ditanya orang. “Gus, meninggal hari Jumat itu baik ya…”

“Ya baik. Meninggal di hari lain juga baik.”

“Ya, Gus. Tetapi kan Kanjeng Nabi yang bilang bahwa meninggal dunia hari Jumat itu baik.”

Baca Artikel Lainnya:  Sri Mulyani Ingin Kantor Pajak Orang Kaya Setor Rp 498 T Tahun Ini

“Ya, tapi Kanjeng Nabi meninggalnya tidak di hari Jumat.”

Lebih detail Gus Baha’ menerangkan, itu memperlihatkan bahwa Kanjeng Nabi itu nabi bagi seluruh orang. Hikmahnya ialah seluruh orang yang meninggal dunia di hari selain hari Jumat tidak Penting disikapi selaku hal yang tidak baik.

Kanjeng Nabi juga pernah ngendikan bahwa meninggalnya orang saleh itu tenang tanpa rasa sakit. Tetapi meninggalnya Kanjeng Nabi sendiri melalui rasa sakit. Karena tanpa itu, ummat Kanjeng Nabi tidak memperoleh pelajaran soal sakitnya proses tatkala ruh tercerabut dari jasad.

Renungan kematian dari Gus Baha’ ini mungkin kontekstual di hari-hari belakangan ini. Saat banyak saudara kita yang meninggal dunia sebab bencana alam. Kita tidak diperkenankan secara adab menyikapi kematian mereka dengan hal negatif. Karena amat mungkin itu yang dipilih oleh Tuhan selaku jalan the best menghadap kepadanya.

Tidak Penting keterlaluan menilai manusia. Tugas manusia bukan menilai sesama manusia. Manusia bukan hakim bagi manusia yang lain. Apalagi menghakimi hal yang amat sakral itu dengan kata-kata seperti azab dan hukuman Tuhan. Padahal kita tidak tahu apa-apa soal bagian misteri terbesar manusia: kematian. Dan tidak Penting merasa paling mengerti cara berpikir Tuhan. Memangnya kita ini siapa…?

Baca Artikel Lainnya:  Moeldoko Jelaskan Kartu Pra-Kerja untuk Lulusan SMK: Ada Jangka Waktunya

Dishare dari: Puthut EA

[Ngaji Gus Baha] Tips Agar Happy Berhadapan dengan Kematian

[Ngaji Gus Baha] Tips Agar Happy Menghadapi Kematian

You might like

About the Author: Ahmad Fawas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *