Ngaku sebagai Jubir Hizbut Tahrir, Yusanto Kembali Dipolisikan

eks-hti.jpeg
Mantan juru bicara HTI Ismail Yusanto mengatakan hanya sedikit warga yang setuju dengan kekhalifahan. (CNN Indonesia / Hesti Rika)


Presiden Indonesia One Forum (FIS) Arief Ikhsan mengatakan kepada Bareskrim Polri, Selasa (18/5/21), Ismail Yusanto, mantan juru bicara HTI, di Bareskrim Polri.

Arief mengaku mengambil langkah itu karena tak ingin organisasi terlarang itu muncul kembali di negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Hari ini saya datang ke Bareskrim untuk melapor karena 3 hari yang lalu saya lihat di YouTube ada video orang yang mengaku sebagai juru bicara HTI. Untuk itu, hari ini saya ke Bareskrim untuk melapor. karena masih ada yang mengaku juru bicara HTI yang dibubarkan pada 19 Juli 2017 mengacu pada Perppu # 2 nomor 2 tentang ormas, ”kata Arief.

Presiden Indonesia One Forum (FIS), Arief Ikhsan / Foto: Ist

Arief pun berharap, setelah melengkapi data dan sejumlah bukti terkait pemberitaan tersebut, tim Cyber ​​Bareskrim Polri segera turun tangan.

“Saya juga berharap tim Cyber ​​dan Bareskrim Polri mengikuti laporan kami karena mengacu pada laporan Agustus 2020 lalu. Kami juga sangat berharap aparat kepolisian mengikuti masalah ini karena kami tidak ingin ada organisasi yang dilarang. untuk memicu munculnya kembali organisasi terlarang, “katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal KPORI Wendi Nurdiansyah juga dengan tegas meminta Ismail Yusanto yang juga Ketua Yayasan Insantama Cendekia untuk mengklarifikasi soal pernyataannya sebagai juru bicara HTI yang viral di media sosial.

Selain itu, Wendi juga meminta agar Walikota Bogor memperhatikan dengan serius kegiatan yang ada di lingkungan Yayasan Insantama Cendekia. Menurutnya, masih ada indikasi atau metode pembelajaran tentang visi dan misi HTI.

“Ismail juga merupakan presiden dari Yayasan Insantama Cendekia, Bogor Barat, Gunung Batu. Kami juga meminta kepada Walikota Bogor agar memperhatikan dengan seksama karena ini merupakan indikasi yang jelas masih ada indikasi atau cara untuk mempelajari visi tersebut. dan misi HTI, ”kata Wendi.

BACA JUGA :   Ancaman bagi Penganut Jarkoni, ‘Dapat Ngajar Ora Dapat Nglakoni’

Sebelumnya, beredar video ucapan selamat Idul Fitri 1442 H yang diunggah ke jejaring sosial YouTube dan menjadi sorotan netizen.

Video yang diunggah dari akun TV Malim Mudo berjudul “TANGKAP !! Ismail Yusanto terang-terangan mengklaim juru bicara organisasi terlarang HTI.

Dalam video yang diunggah pada 14 Mei 2021 itu terdengar gambar Ismail Yusanto menyebut dirinya sebagai juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Padahal ormas tersebut dibubarkan pada 19 Juli 2017 berdasarkan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 Pasal 80A.

(Warta Batavia)


Ngaku sebagai Jubir Hizbut Tahrir, Yusanto Kembali Dipolisikan

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *