NKRI Sesuai Ajaran Islam, Tidak Penting Label Syariat

Breaking News 9

NKRI Sesuai Ajaran Islam, Tidak Penting Label Syariat

Agama Adalah tuntunan hidup saban ummat manusia. Nilai yang diajarkan dalam agama, khususnya Islam Menegaskan perlunya akhlak dan persatuan. Keberadaan ulama selaku pewaris nabi dan pelanjut dakwah menduduki posisi yang sentral. Islam yang disampaikan oleh ulama yang memegang teguh ajaran Nabi akan melahirkan sikap beragama ummat yang moderat dan toleran. Sebaliknya, Islam yang diajarkan oleh ulama yang tidak mendalami ilmu Islam, maka akan cenderung kaku dan mudah menyalahkan orang atau kubu lain.

Selaku contoh, belum lama ini kita dikejutkan oleh sekelompok orang yang mengklaim selaku ulama, bahkan kubu itu punya nyali mengeluarkan fatwa layaknya ulama yang telah alim. Akan tetapi tatkala ditinjau dari segi isi fatwanya ternyata cuma sebab kepentingan politik semata. Bahkan sendekiawa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Komaruddin Hidayat menganggap label syariah yang dipakai cuma alat kapitalisasi belaka untuk memperoleh simpati publik kepada pilihan politik mereka. “Kita mesti kembali ke substansi. Jangan lagi ada label-label itu (bersyariah). Label itu cuma emosi saja itu. Itu (wacana NKRI bersyariah) pepesan kosong saja,” tandasnya dilansir dari mediaindonesia.com

Intelektual muslim asal Magelang tersebut menyampaikan bahwa tanpa label syariah pun sebenarnya Indonesia telah syariah dan sesuai dengan hukum Islam, seperti agama mengajarkan antikorupsi, Indonesia telah mempunyai Komisi Pemilihan Korupsi (Komisi Pemberantasan Korupsi), agama mengajarkan antikebodohan maka didirikannya sekolah maupun madrasah sehingga sebutan syariah cuma ingin memformalkan ajaran agama tertentu. “Agama antisakit yang mana ada RS. Jadi, sejatinya tanpa label agama pun sebenarnya agama itu telah Dilakukan,” pungkas akademisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.[islamramah.co]

NKRI Sesuai Ajaran Islam, Tidak Penting Label Syariat

NKRI Sesuai Ajaran Islam, Tak Perlu Label Syariat

You might like

About the Author: Ahmad Fawas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *