NU Care Selamatkan TKI Eti dari Hukuman Mati di Saudi

Breaking

NU Care Selamatkan TKI Eti dari Hukuman Mati di Saudi

loading…

JAKARTA – NU Care-LAZISNU sukses membantu pembebasan Eti, seorang TKI di Arab Saudi yang divonis hukuman mati dengan tebusan (diyat) senilai SR4.000.000 atau setara dengan Rp15,2 miliar.

Melalui program NU Peduli TKI, selama tujuh bulan NU Care – LAZISNU menghimpun biaya. Hasilnya, NU Care-LAZISNU sanggup mengumpulkan biaya senilai Rp12,4 miliar. Dukungan tersebut lantas diberikan untuk Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, waktu mengunjungi ke kantor NU Care-LAZISNU di lantai 2 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, pada 1 Juli 2019.

Ketua NU Care-LAZISNU, Achmad Sudrajat mengungkapkan pihaknya bersyukur dan berterima kasih atas donasi dari warga dan penduduk NU yang Ikut andil dalam program NU Peduli TKI.

“Alhamdulillah, donasi ini terkumpul lebih dari 12 miliar. Kami serahkan dukungan untuk saudara Eti, seorang TKI yang divonis hukuman mati di Saudi. Alhamdulillah, kami dapat langsung menyerahkannya melalui Dubes, Pak Agus Maftuh,” ucap Ajat, biasa dipanggil.

Sementara itu, Dubes Agus Maftuh, mengumumkan penggalangan biaya untuk Eti yang ditunaikan KBRI Saudi, sudah sukses mencapai hitungan total yang diminta ahli waris.

Diketahui, Eti binti Toyyib Anwar Adalah TKI asal Majalengka yang bekerja di Kota Taif, Arab Saudi. Eti dituduh menyebabkan majikannya sakit dan meninggal dunia. Famili majikan menuntut hukuman mati (qishas) diberikan untuk Eti.

“Perkara Eti ini telah 19 tahun, tepatnya kejadian di 2001. seusai Perundingan yang panjang dan alot, Famili majikan bersedia memaafkan dengan meminta diyat sebesar SR4.000.000,” kata Agus, Kamis (11/07/2019).

Agus mengungkapkan, penggalangan biaya yang ditunaikan KBRI Saudi Adalah bentuk servis untuk WNI yang Ada di Saudi. Menurut dia, biaya yang dapat dikumpulkan Adalah hasil sumbangan dari para dermawan bermacam pihak di Indonesia.

Diungkapkan, Rp12,5 miliar atau 80% dari hitungan total tebusan yang diminta ahli waris korban Adalah sumbangan dari NU Care-LAZISNU. “Biaya 12,5 miliar tersebut dihimpun oleh LAZISNU selama 7 bulan dari para dermawan santri, dari kalangan Pebisnis, birokrat, politisi, akademisi, dan perkumpulan filantropi,” katanya.

Secara spesial, dirinya menyampaikan banyak terima kasih untuk NU Care-LAZISNU yang sudah memberikan sumbangan sebesar Rp12,5 miliar atau 80% dari hitungan total tebusan yang diminta ahli waris korban. “Ungkapan apresiasi juga disampaikan untuk para dermawan di Indonesia yang menyumbang sehingga mencapai Rp15,2 miliar,” pungkasnya

(sco)

SindoNews by Abrori

You might like

About the Author: Abrori Ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *