Nyalakan ‘Lampu Dim’ Malam Hari, Kebiasaan Negatif yang Menabrak Hukum

2

Nyalakan ‘Lampu Dim’ Malam Hari, Kebiasaan Negatif yang Menabrak Hukum

Kebiasaa Pemotor Pakai Lampu Dim (Foto Otosia)

Jakarta – Bagi sebagian orang, cahaya lampu depan motor standar kadang menurut mereka kurang terang atau sorotannya pendek. Supaya penerangan lebih maksimum, pemotor kerap menyalakan lampu jauh atau lampu dim (high beam).

Padahal, lampu jauh ini tak boleh dipakai tiap-tiap waktu, cuma waktu keadaan darurat yang butuh penerangan maksimum. Pemotor yang awam tak memikirkan bahaya akibat menyalakan lampu jauh secara terus menerus.

Coba Carmudian pikir, misalnya saja Anda berpapasan dengan motor yang menyalakan lampu jauh, pasti akan terlalu menggangu pandangan sebab silau.

Lebih aneh lagi, masih ada saja pengendara mengaktifkan lampu jarak jauh di perkotaan jalan besar maupun di jalan-jalan pemukiman masyarakat. Padahal, lingkungan yang dilalui itukondisi jalannya telah terang benderang.

Dasar Hukum Pemanfaatan Lampu Dim

Logo Lampu Dim di Dashboard (Foto Aslimalang)

Lampu kendaraan termasuk bagian yang diatur oleh pemerintah dalam pasal 48 ayat 3 huruf G Undang-Undang Republik Indonesia No. 22/2009 Soal Lalu Lintas & Angkutan Jalan.

Seterusnya, di pasal 58 pada undang-undang tersebut makin menekankan dengan bunyi “Saban kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan dicegah memasang “perlengkapan yang bisa mengganggu keamanan berlalu lintas.”

Ketentuan pada UU 22/2009 Soal lampu kendaraan tersebut lantas diperjelas dalam Peraturan Pemerintah No. 55/2012.

Seterusnya, pemerintah juga mengatur sorotan lampu dari sepeda motor melalui PP 55 tahun 2012 Pasal 24 ayat 2 yang berbunyi selaku berikut ” Untuk Sepeda Motor wajib dilengkapi dengan lampu Inti dekat & lampu Inti jauh paling banyak 2 buah & bisa memancarkan cahaya paling sedikit 40 (4 puluh) meter ke arah depan untuk lampu Inti dekat & 100 (seratus) meter ke arah depan untuk lampu Inti jauh.”

Untuk ayat 3 di pasal yang sama menerangkan soal posisi lampu Inti pada sepeda motor yang berbunyi selaku berikut “Apabila Sepeda Motor dilengkapi lebih dari 1 (1) lampu Inti dekat maka lampu Inti dekat wajib dipasang berdekatan.”

Bahaya Menggunakan Lampu Dim

Mobil Pakai Lampu Dim (Foto WordPress)

Lampu dim atau biasa disebut juga selaku lampu jauh ialah lampu dengan cahaya lebih terang yang Ada pada lampu Inti. Lampu ini mempertunjukkan indikator dengan bentuk lampu menyorot berkelir biru di dashboard waktu aktif.

Apabila lampu jauh menyorot pengendara lain, akibatnya pengendara itu akan silau & fokus pengelihatannya down sesaat. Paling parah, apabila sorotan cahaya lampu dim Soal pengendara yang matanya telah silinder.

Sorotan akan terlalu menggangu sehingga risiko kecelakaan terlalu mungkin terjadi. Di China, polisi lalu lintas negara itu bahkan memberikan hukuman langsung ke pengendara yang kedapatan menggunakan lampu jauh tak seharusnya. Pengendara itu dipaksa menyaksikan lampu jauh mobil polisi yang menyorot ke hadapannya.

Lain di China, lain juga di Indonesia. Pelanggaran sebab pemakaian lampu dim yang tak seharusnya akan dikenai hukuman tilang yang diatur dalam beberapa pasal di antaranya:

  • Pasal 279 dengan ancaman denda Rp500.000 atau 2 bulan kurungan;
  • Pasal 285 dengan ancaman denda Rp250.000 atau 1 bulan kurungan untuk pengendara sepeda motor & 2 bulan kurungan atau denda Rp500.000 untuk pengendara kendaraan beroda 4 atau lebih;
  • Pasal 286 dengan ancaman 2 bulan kurungan atau denda Rp500.000.(dol)

You might like

About the Author: Agus Mulyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *