bahtsul masail di pundong
Bahtsul Masail Di Pundong

Para Kyai Adakan Bahtsul Masail di Kantor MWC NU Pundong

Diposting pada 282 views

Pada Sabtu, 15 Februari 2020, menjelang setelah waktu dzuhur, para kyai, gus, dan ulama NU Bantul kelihatan berdatangan di Kantor MWC NU Pundong. Mereka Hadir ke tempat ini dalam rangka agenda perjumpaan rutinan saban Sabtu Legi Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU) Kabupaten Bantul.

Menurut KH Mustafied Amna, Ketua MWC NU Pundong, telah jadi rutin selapanan saban Sabtu Legi, LBM NU Bantul akan berkumpul dan berdiskusi membicarakan permasalahan keagamaan. Perjumpaan rutin ini dikerjakan berganti-ganti tempat saban bulan, Direncanakan keliling di lingkungan pesantren-pesantren ataupun di kantor MWC NU di masing-masing wilayah kecamatan se-Bantul.

“Rutinan Sabtu Legi kali ini, 15 Februari 2020, bertempat di Gedung MWC NU Pundong (Komplek Madrasah Diniyah Ar Rahmah, Nglembu, Panjangrejo, Pundong, Bantul, Yogyakarta,” tegas Kyai Mustafied.

Bagi Kyai Mustafied, bahtsul masail di kalangan masyarakat nahdliyin Adalah sebuah majelis dialog antar ahli keilmuan Islam–Intinya fikih- di lingkungan pesantren-pesantren. Bahtsul Masail ialah majelis musyawarah di kalangan para kyai untuk mencari kejelasan hukum fikih atas permasalahan yang berkembang di warga.

Sementara itu, menurut H. Djaelani Latif (Syuriah MWC NU Pundong), bahwa bahtsul masail Adalah musyawarah kegamaaan di antara kiai-kiai kyai pesantren sudah berjalan semenjak dahulu. Dalam perkembangannya, ini jadi tradisi yang terus dipraktikkan oleh di pondok-pondok pesantren dan organisasi Nahdlatul Ulama di saban tingkatan wilayah, baik dari tingkat pusat PBNU, tingkat provinsi, sampai tingkat kabupaten.

READ
Mbah Moen Sarang: Bangsa Bodoh Pasti Terjajah

“Dalam bahtsul masail, bermacam-macam masalah keagamaan akan dibicarakan mendalam, pembicaraan itu dapat sebab belum ada hukumnya, belum dibicarakan ulama terdahulu, atau lebih merinci bahasan.” ucap H. Djaelani Latif.

Kyai Mustafied Amna (Ketua MWC Nu Pundong), juga kembali menerangkan bahwa bahtsul masail waktu ini ialah perjumpaan LBM-NU Bantul ke-46, yang dihadiri 38 orang yang meliputi kalangan para kyai, para cendekiawan, dan juga perwakilan pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) masing-masing kecamatan se-kabupaten Bantul.

“Dalam musyawarah bahtsul masail yang tengah berlangsung ini akan membicarakan setidaknya membicarakan 3 hal permasalahan;

1). Di kampung-kampung dalam proses pengelolaan zakat fitrah banyak ditemukan adanya masyarakat muslim dalam menyerahkan zakatnya untuk panitia zakat/amil tanpa ada akad verbal dengan bacaan ijab-qobul tertentu. Apakah sah pemberian zakat fitrah tanpa akad tersebut?

2). Banyak dijumpai di warga berpuasa untuk hajat/maksud tertentu, misalnya berpuasa untuk ujian akhir sekolah, untuk lolos ujian pegawai, atau pun supaya lolos tes-tes lainnya. Bagaimana hukum puasa dengan niatan hajat-hajat tersebut?

3). Dalam suatu RT mempunyai biaya kas uang yang lantas dikerjakan usaha simpan pinjam. Penduduk boleh meminjam, dan tatkala mengembalikan pinjaman ada tambahan uang atas uang pokok pinjaman.

Menurut fikih, bagaimana hukum praktik seperti ini? Dalam proses dialog Bahtsul masail dipimpin oleh KH. Rumaizijat (pengasuh Pesantren An-Nur Ngrukem, Bantul) dan KH. Muzammil (pengasuh Pesantren Rohmatul Umam, Kretek, Bantul).” Sedemikian penjelasan Kyai Mustafied Amna.

READ
Respons Corona, Pesantren Online Rumi Gelar Festifal Pidato Youtube

Acara bahtsul masail LBM NU Bantul di Kantor MWC NU Pundong Dilakukan semenjak pada pukul 13.00 WIB, dan berakhir pukul 17.00 WIB. Hasil-hasil bahtsul masail akan dituliskan secara rinci serta distrukturkan oleh tim pengurus dan akan jadi keputusan legal di LBM NU, lantas surat keputusan tersebut akan diteruskan lewat pengurus MWC NU masing-masing kecamatan untuk disampaikan untuk masyarakat nahdliyin Bantul.

Kontributor: Markaban Anwar.

Para Kiai Adakan Bahtsul Masail di Kantor MWC NU Pundong

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *