Pembenci NU Mendadak Bela NU untuk Fitnah Mendikbud dan Gulingkan Pemerintah

Screenshot_20210425-153704_Facebook-696x576.jpg
Screenshot 20210425 153704 Facebook Pembenci NU Mendadak Bela NU untuk Fitnah Mendikbud dan Gulingkan Pemerintah


Dagelan kembali dipertontonkan oleh para mucikari politik, diawali dengan olok-olok Tengku Zulkarnaen yang membuat pemberitaan bias mengatakan bahwa KH Hasyim Asy’ari telah menghilang dari buku sejarah dan memunculkan nama-nama tokoh PKI, seperti Aidit, Semaoen dan Amir Sjarifuddin. , kemudian disusul oleh Ketua PKS Achmad Syaiku yang juga melakukan penyerangan dengan mengatakan bahwa pemerintah berusaha menghilangkan hikmah agama Islam. Tak ketinggalan para bintang hoax dan provokator kebencian Fadli Zon, Haikal Hasan dan single Rocky Gerung yang hidupnya berdedikasi menghancurkan Indonesia dengan menjilat dan memprovokasi keluarga Cendana dengan mengatakan pemerintah akan menghapuskan agama Islam.

Ini semua untuk mempertahankan semua kebohongan yang dilakukan oleh rezim Orde Baru dan menyudutkan pemerintah atas nama agama serta menggugah sentimen masyarakat NU dan Muhammadiyah yang merupakan komunitas Muslim terbesar di Indonesia untuk melakukan kebodohan dan penyerangan terhadap masyarakat. pemerintah.

Padahal, jika orang-orang yang saya sebutkan di atas tidak segera ditangkap atau mengambil tindakan tegas terhadap fitnah dan intrik politik, hal itu akan terus berlanjut karena meskipun minoritas, mereka didukung oleh Garong yang selama ini mencari uang dari rakyat Indonesia lebih banyak. lebih dari setengah abad atau 32 tahun pemerintahan Orde Baru plus 20 tahun Masa reformasi di mana tidak dapat dipungkiri bahwa kekuatan ekonomi masih terkendali sedangkan pemerintahan Jokowi yang berpihak pada kedaulatan rakyat hanya berlangsung selama 6 tahun dan selalu memperhatikan intrik politik.

Saya yakin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat ini tidak mungkin sengaja dibuat, tetapi unsur-unsur di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dapat menjadi penulis secara sistematis, masif dan terstruktur. siapa mereka?

Siapa lagi selain mereka, para pion mucikari politik termasuk keluarga Cendana, Cikeas dan Chaplin yang memang terbukti kerap mengarang fitnah, ujaran kebencian dan bagian dari pemalsuan sejarah di Tanah Air.

BACA JUGA :
Operasi Bakda Asar; Penangkapan Munarman

Sehingga naskah sejarah dibuat pada tahun 2017 saat Mendikbud Muhajir Effendi dan yang menyusunnya Hilman Farid diangkat pada tahun 2015 saat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan. yang merupakan bagian dari mafia negara paling busuk sepanjang masa dapat mencuci tangan dan mendiskreditkan pemerintah saat dibutuhkan, Jokowi harus mengakui bahwa pemikirannya yang out-of-the-box dapat dengan cepat mengacak-acak bajingan Anies Baswedan jika tidak banyak. lebih banyak masalah daripada yang mudah terbakar.

Dan untungnya Cikeas sibuk mengatasi masalahnya karena dia rakus dan tamak. Jika Cikeas dalam keadaan sehat, Wal Afiat bisa menjadi isu nasional dan satu lagi demonstrasi mengapa kunci surga bagi ustadz ada di tangan mereka sendiri.

Hebatnya teks ini menunjukkan sosok pemimpin teroris tanpa kompromi Abu Bakar Ba’asyir sebagai tokoh, ada apa? Untung tidak muncul ondel-ondel petamburan atau ngobrol jelek? Generasi muda yang Anda inginkan? Kenapa dia sangat ceroboh? Mereka tidak memikirkan dampaknya terhadap generasi baru di masa depan, mereka bahkan tidak memikirkan diri mereka sendiri bahwa suatu saat mereka akan dikenang sebagai penjahat politik yang paling hina dan hina karena tren masyarakat yang semakin cerdas. Jadi jangan sampai Jokowi berjalan sendiri dengan memberantas radikalisme dan mucikari politik di negeri ini.

Harapan terbaik untuk kedaulatan rakyat

Tito Gatsu.

(Warta Batavia)


Pembenci NU Mendadak Bela NU untuk Fitnah Mendikbud dan Gulingkan Pemerintah

BACA JUGA :
Berawal dari MKNU, Kaum Milenial Nahdliyin Siap ‘Hijaukan’ Negeri Sakura

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *