Pembentang Bendera HTI di SMKN 2 Sragen Disangka Korban Ideologi Radikal

breaking news 67

Pembentang Bendera HTI di SMKN 2 Sragen Disangka Korban Ideologi Radikal

Bagian foto viral bendera HTI dibentangkan oleh siswa SMK Negeri 2 Sragen. (Foto: istimewa)

Islam Nusantara – Pembentangan bendera bertuliskan tauhid yang jadi identitas organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di SMK Negeri 2 Sragen memicu respon serius dari bermacam elemen. Sejumlah figur publik agama menilai pelaku pembentang bendera tersebut Adalah korban doktrinasi ideologi terlaran dari kubu radikal.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Tanfidziyah PWNU Jateng KH Hudallah Ridlwan Naim (Gus Huda) untuk awak media, Jumat (18/10/2019). Pihaknya menjelaskan tim spesial yang dibentuk gubernur Jawa Tengah yang diamanati untuk mendalami Perkara ini wajib bekerja dengan cermat dan komprehensif.

“Jangan cuma difokuskan pada diri siswa yang berkegiatan, tetapi guru, kepala sekolah dan keputusan strategi manajemen aktifitas ekstra maupun intra kurikuler yang dijadikan acuan juga wajib didalami, mengapa dapat kesusupan simbol organisasi yang telah dicegah itu,” kata Gus Huda. 

Dijelaskannya, dari pantauan kader NU, ditemukan info bahwa terduga siswa yang membentangkan bendera HTI melalui akun media sosialnya telah meminta maaf, sebab tidak tahu jika bendera bertuliskan kalimat tauhid itu ialah simbol organisasi terlarang yaitu HTI.

Baca Artikel Lainnya:  Demiz Menyebut Juru Bicara Joko Widodo-Ma'ruf Membahas Sejumlah Isu Penting

“Temuan data ini, wajib dijadikan bagian materi oleh Tim Gubernur Jateng untuk mendalami lagi siapa di balik aksi yang ditunaikan para siswa, apalagi tempat pembentangan itu di lingkungan pendidikan, mudah sekali untuk melacak siapa aktor Inti yang mendesainnya,” ujarnya.

Menurut Gus Huda, amat tidak logis saat siswa tersebut cuma sekadar iseng atau tidak tahu menahu dalam membawa sekaligus membentangkan bendera HTI tersebut.

Disangka kuat, siswa ialah korban ideologisasi ideologi terlarang. “Di balik aksi itu, pasti ada keputusan strategi yang memayunginya atau desain besar untuk menyebarluaskan ideologi organisasi HTI yang telah terlarang,” paparnya.

PWNU Jateng berkeinginan, ketegasan Gubernur Ganjar Pranowo selaku pemegang keputusan strategi untuk menuntaskannya. “Kami berkeinginan sekali Pak Gubernur membersihkan organisasi-organisasi radikal yang diam-diam menyusup ke lembaga pendidikan yang statusnya negeri dan dibiayai negara. Ini amat dinanti penduduk NU se Jateng,” lanjut Gus Huda.

Tidak cuma penduduk NU, katanya, seluruh penduduk Jateng saya percaya berkeinginan hal sama. “Masarakat ingin lembaga atau satuan pendidikan yang dibiayai negara dapat jadi benteng kuat nasionalisme dan sanggup menghadang persemaian ideologi terlarang yang mengganggu Pancasila dan NKRI, bukan sebaliknya malah jadi pintu masuk ideologi yang memusuhi negara,” tandas Gus Huda.

Baca Artikel Lainnya:  Pemaksaan Agama Selaku Teologi Kekuasaan

Nasionalisme wajib diprioritaskan, lanjut Gus Huda, jangan sampai organisasi yang jelas-jelas terlarang itu dibiarkan bahwa didiamkan tanpa tindakan terang. “Membiarkan organisasi radikal tumbuhkembang di lembaga pendidikan itu dosa besar,” tegas Gus Huda. [Islam Nusantara/hi/gg]

Pembentang Bendera HTI di SMKN 2 Sragen Disangka Korban Ideologi Radikal

Pembentang Bendera HTI di SMKN 2 Sragen Diduga Korban Ideologi Radikal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *