Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
Home / BERITA INDONESIA / Pemerintah Siapkan Santunan KPPS Meninggal Sebesar Rp36 Juta

Pemerintah Siapkan Santunan KPPS Meninggal Sebesar Rp36 Juta

/
/
/
4 Views

Pemerintah Siapkan Santunan KPPS Meninggal Sebesar Rp36 Juta

loading…

JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menetapkan besaran santunan untuk member kubu penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang meninggal dunia dan sakit. Ketetapan itu tertuang dalam surat nomor S-316/MK.02/2019 yang diteken Menkeu Sri Mulyani.

Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik menjelaskan, Kemenkeu sudah Sepakat usulan KPU untuk memberikan santunan bagi penyelenggara Pemilihan Umum yang mengalami kecelakaan kerja selama bertugas dalam Pemilihan Umum 2019. Evi menguraikan, petugas yang meninggal dunia memperoleh santunan Rp36 juta, cacat permanen Rp30 juta, cedera berat Rp16,5 juta, dan cedera tengah Rp8,25 juta. “Santunan ini berlaku bagi penyelenggara yang mengalami kecelakaan kerja semenjak Januari 2019 sampai berakhir masa tugas mereka,” ucap Evi di Jakarta kemarin.

menurutnya, penyelenggara yang sakit dalam petunjuk teknis yang tengah disusun KPU akan dimasukkan dalam kategori cedera tengah dan cedera berat. Menkeu juga mengatakan dengan tegas bahwa anggaran untuk santunan ini tidak akan menambah alokasi anggaran di KPU. “Tapi, KPU diminta untuk mengoptimalkan anggaran yang waktu ini sudah dialokasikan,” pungkasnya.

Sampai kemarin sore, hitungan total member KPPS yang meninggal dunia sebanyak 304 orang. Angka tersebut belum termasuk member panwaslu sebanyak 72 orang dan member Polri 22 orang. Sekretaris Jend. KPU Arif Rahman Hakim menyebutkan, hitungan total member KPPS yang meninggal bertambah jadi 304 orang dan sakit sebanyak 2.209 orang. “Sampai pukul 14.00 WIB, total 2.513 orang baik yang meninggal maupun sakit,” ucap Arif.

Di Provinsi Banten, hitungan total korban meninggal dunia jadi 21 orang. Rinciannya, Kabupaten Pandeglang 4 orang, Kabupaten Tangerang 4 orang, Kabupaten Serang 4 orang, Kota Serang 3 orang, Kabupaten Lebak 3 orang, Kota Tangerang 1 orang, Kota Tangsel 2 orang. “Totalnya telah 21 orang,” kata Komisioner KPU Banten Iim Rohimah.

Sementara itu, Mabes Polri akan memberikan beasiswa sekolah sampai jenjang SMA ke anak yang ditinggal orang tuanya selaku member polisi, sebab meninggal waktu menjalankan tugas pengamanan Pemilihan Umum 2019. Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra menjelaskan, member Polri yang gugur akan memperoleh kenaikan pangkat 1 tingkat dan memperoleh santunan bagi Famili.

Sampai Saat ini, lanjut dia, ada 22 personel yang meninggal dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum. “Sungguh sebagian besar yang meninggal Ada di luar Pulau Jawa, sebab keadaan saban orang tak sama, lalu geografis TPS ada yang amat jauh dari permukiman dan menyulitkan,” ucap Asep di Jakarta kemarin.

Faktor lain yang menyebabkan kematian ialah durasi dalam rangkaian pra, waktu dan pascapencoblosan. Mulai persiapan berangkat, persiapan pengamanan di TPS, pengamanan penghitungan suara, sampai pengamanan pengawalan surat suara.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat juga memberikan santunan dan penghargaan ke petugas KPPS yang meninggal selama perhelatan Pemilihan Umum 2019. Santunan diberikan langsung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ke perwakilan Famili. “Kita memberikan penghargaan bagi mereka yang kita menyebut pahlawan demokrasi, santunan Rp50 juta per mereka yang berpulang,” ucap Emil.

Proses pemberian santunan akan dilaksanakan sesudah pihak Famili mengisi kelengkapan data. walau tidak sebanding dengan pengorbanan para petugas, eks Wali Kota Bandung ini menginginkan santunan itu dapat meringankan beban Famili yang ditinggal. “Keputusannya baru, tentu proses by name by address-nya tidak secepat yang kita bayangkan. Hari ini diberi surat Penjelasan, sesudah itu nanti kita transfer sesudah data nomor rekening masuk dan data terverifikasi. Saya bilang jangan dilama-lamain,” katanya.

Pemprov Jawa Timur juga Ikut memberikan santunan ke ahli waris petugas Pemilihan Umum 2019 yang wafat. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, santunan yang diberikan ke saban ahli waris sebesar Rp15 juta. “Kecuali Ikut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya, Pemprov Jatim juga memberikan santunan ke ahli waris petugas Pemilihan Umum yang wafat masing-masing Rp15 juta,” kata Khofifah.

Dia menerangkan, sebelumnya ada 51 petugas Pemilihan Umum 2019, ditambah 2 aparat kepolisian di Jatim yang wafat. Hari ini Khofifah kembali memperoleh berita bertambahnya 5 petugas Pemilihan Umum yang wafat, mulai KPPS, PPS, PPK, sampai Pam Pemilihan Umum 2019.

Artinya, telah 58 petugas Pemilihan Umum 2019 di Jatim yang wafat. Tapi, yang telah memperoleh santunan baru 53 petugas. Sementara 5 petugas lain yang dikabarkan meninggal hari ini, belum memperoleh santunan. Tapi, Khofifah memastikan, kesemuanya akan cepat memperoleh santunan.

“Ada 51 orang petugas Pemilihan Umum 2019 yang meninggal di Jatim, jikalau ditambah 2 member kepolisian artinya jadi 53 orang. Sore ini kita dapat berita duka lagi, ternyata ada 5 lagi yang meninggal dalam tugas,” ucap Khofifah.

Khofifah meneruskan, sampai hari ini, petugas Pemilihan Umum 2019 yang tengah menjalani perawatan di RS juga cukup banyak. Dia mengklaim, Pemprov Jatim telah mengoordinasikan dengan rumah-rumah sakit di daerah, ongkos perawatan kesemua petugas tersebut akan ditanggung oleh daerah masing-masing.

Badan Pengawas Pemilu Gelar Doa Bareng
Bawaslu(Badan Pengawas Pemilu) menggelar doa bersama-sama untuk semua petugas penyelenggara Pemilihan Umum, yang meninggal dunia maupun sakit waktu menjalankan tugas mereka. Aktifitas ini dihelat di ruang rapat Badan Pengawas Pemilu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Ketua Badan Pengawas Pemilu Abhan mengajak para jajarannya Ikut mendoakan petugas Pemilihan Umum yang meninggal dunia bakda menjalankan tugas mereka selaku petugas Pemilihan Umum. Sikap keselawanan mereka dalam menjalankan tugas demokrasi layak diapresiasi. “Maka ada hari ini kita doakan bersama-sama dan mudah-mudahan sahabat kita yang sudah gugur mendahului kita dalam melaksanakan tugas demokrasi,baik dijajaran Badan Pengawas Pemilu maupun KPU, mudah-mudahan diterima oleh Yang Mahakuasa,”ujarnya waktu menyampaikan sambutan.

Dia menjelaskan acara doa bersama-sama ini juga digelar oleh semua barisan Badan Pengawas Pemilu di seluruh provinsi. Mereka menyelenggarakan doa bersama-sama di wilayah masing-masing. Aktifitas keagamaan ini juga diinginkan sanggup memberikan ghirah ke relawan yang waktu ini masih menyelenggarakan tahapan Pemilihan Umum.”Malam hari ini, kita seluruh ada di sini untuk mendoakan bersama-sama dan di semua barisan Badan Pengawas Pemilu di 34 provinsi serentak malam hari ini mendoakan kawan kita bersama-sama. Kita juga berdoa mudah-mudahan kita diberi kesehatan dan senantiasa diberikan penjagaan oleh Allah SWT dalam menjalankan tugas Pelaksanaan Pemilihan Umum 2019,” ujarnya.
Dia menjelaskan, pemerintah sudah memproses biaya santunan untuk diberikan ke Famili para petugas yang meninggal dunia. walau begitu, dalam acara, Abhan juga meminta ke jajarannya untuk tetap menyisihkan uang untuk membantu meringankan Famili yang ditinggal para petugas Pemilihan Umum yang meninggal dunia.

“Alhamdulilah dari pemerintah telah keluar surat izin dari Kemenkeu. Tinggal proses lebih detail administrasinya. Mudah-mudahan secepatnya dapat cair dan dapat kita sampaikan ke keluarganya yang meninggal dunia dan membantu warga-warga yang tengah sakit,” katanya. (Mula Akmal/Teguh Mahardika)

(nfl)

SindoNews by Abrori

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This div height required for enabling the sticky sidebar