Penangkapan Ravio untuk Cegah Rakyat Resah

d2d4aeca54497d5c6bb31546031c61e2

Penangkapan Ravio untuk Cegah Rakyat Resah

DIREKTUR Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto menjelaskan penangkapan peneliti keputusan strategi publik dan pegiat advokasi legislasi Ravio Patra Asri (RPA) untuk melarang keresahan di masarakat.

alasannya, Ravio Disangka menyebarkan pesan bernada provokasi. “Perbuatan pengiriman (pesan) pada pukul 13.52 WIB (Rabu, 22 April 2020) oleh akun Whatsapp nomor RPA itu tengah didalami penyidik dan mesti datang supaya masarakat tidak resah,” kata Suyudi di Jakarta, kemarin.

Polisi lalu menangkap Ravio pada Rabu (22/4) kisaran pukul 21.00 WIB di Jalan Blora, Menteng, Jakarta Pusat. walau digiring ke polda, Ravio cuma berstatus saksi. “RPA diperiksa selama 9 jam dalam tahap penyidikan,” lanjut Suyudi.

Polisi lalu menyita barang-barang milik Ravio pada Kamis (23/4) pukul 11.44 WIB atas Surat Perintah (SP) Sita Nomor  P.Sita/476/IV/2020/Ditreskrimum. Barang yang disita, ialah 1 unit ponsel Samsung S10 kelir biru, 1 Iphone 5 kelir silver, 1 unit notebook Macbook 13 inci kelir silver, 1 unit notebook Dell kelir hitam, dan KTP atas nama Ravio Patra Asri. “Lantas, kepada barang bukti dilaksanakan pendalaman digital forensik untuk membuktikan kejadian,” ucap Suyudi.

READ  Membidik Pasar Yordania Pasca Covid-19

Suyudi pun menjelaskan Ravio sempat melawan waktu akan ditangkap. “Pada proses pengamanan, RPA sempat menghindar dan melawan dengan masuk ke mobil temannya,” kata Suyudi. 

Waktu itu, Ravio tengah bareng temannya masyarakat negara Belanda bernama Roy Spijkerboer. Ravio berusaha masuk ke mobil Spijkerboer berpelat Corps Diplomatic Kedutaan Besar Kerajaan Belanda.

Belakangan diketahui bahwa Spijkerboer Adalah diplomat Kerajaan Belanda. Polisi juga menyebutkan bahwa ia sempat menghalang-halangi kerja petugas waktu akan menangkap Ravio.

“Waktu RPA berusaha memberontak dan meloncat ke dalam mobil, RPA berteriak, ‘Anda semua tidak dapat menangkap saya di mobil diplomasi!’ Tetapi, pada akhirnya RPA sukses diamankan,” jelas Suyudi.

Merespon hal tersebut, perwakilan tim kuasa hukum Ravio, Alghiffari Aqsa, menjelaskan Ravio Tidak mau untuk dibawa petugas sebab polisi tersebut berpakaian preman. Kecuali itu, petugas yang menangkap Ravio tidak dapat memperlihatkan identitas dan surat penangkapan yang dapat dikonfirmasi.

READ  Mahfud: Pemerintah Tidak Beda Pandangan dengan MUI soal Salat Id di Rumah

Alghif juga menjelaskan Spijkerboer Adalah Sahabat Ravio. Ia menyebut perjumpaan Ravio dengan Spijkerboer pada malam penangkapan tidak terkait dengan permintaan sokongan secara legal Ravio kepada Kedutaan Besar Kerajaan Belanda.

“Ravio telah kenal cukup lama (dengan Spijkerboer). Sebab merasa terancam dan ada hal lain yang mau didiskusikan, mengontak R ini. Saat telah ada janjian ketemu, lalu malah ditangkap,” tandas Alghif.

Polisi mengamankan Ravio atas laporan nomor LP/473/IV/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ soal adanya ajakan untuk melaksanakan penjarahan nasional. Direktur Eksekutif Safenet Damar Juniarto menjelaskan, sebelum ditangkap, Ravio mengklaim akun Whatsapp miliknya diretas.

Untuk mengungkap fakta dalam Perkara ini, Suyudi menjelaskan penyidik akan Ikut melibatkan Facebook selaku pemilik server Whatsapp. Penyidik pun akan meneliti lebih detail beberapa saksi ahli dan analisis untuk menguatkan hasil penyelidikan.

READ  BPJAMSOSTEK Cabang Cilandak Bagikan Nasi Boks dan Hand Sanitizer

“Kemungkinan Penjelasan lainnya memerlukan waktu yang lebih panjang karena Penjelasan tersebut berhubungan dengan server Whatsapp,” ungkap Suyudi. (Ykb/Tri/J-1)

 




Penangkapan Ravio untuk Cegah Rakyat Resah

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *