Penggagas Tur Jihad 22 Mei Ditetapkan selaku Tersangka. Begini Nasibnya Sekarang!

Breaking News 12

Berita Terkini – Penggagas atau koordinator Tur Jihad 22 Mei 2019, dari Surabaya ke Jakarta, Muhammad Roni dan Feni Lestari akhirnya ditetapkan tersangka. Mereka dijerat pasal 160 KUHP, UU ITE No 19 tahun 2016 sebab Disangka melaksanakan provokasi ajakan untuk jihad dibalut dengan aktifitas tur sehingga mengganggu ketertiban masarakat.

“Keduanya dijerat undang-undang ITE,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Minggu (19/5/2019).

sebelum ini, Muhammad Roni mendatangi Polda Jawa Timur untuk meminta maaf terkait unggahannya di media sosial. sebelum ini, unggahan Roni soal Tur Jihad 22 Mei Surabaya-Jakarta sempat viral. Polisi juga turun tangan menyelidiki sebab unggahan tersebut dinilai meresahkan. 

Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Komisaris Besar Frans Barung Mangera menjelaskan Roni Hadir berbarengan seorang rekannya, Feni Lestari, Sabtu, 18 Mei 2019, malam.

“Kami menindaklanjuti keresahan publik ini, dan tatkala kita tindak lanjuti, datanglah 2 orang ini ke kepolisian,” kata Barung.

Barung menjelaskan, Roni dan Fani meminta maaf sebab unggahannya soal Tur Jihad 22 Mei dianggap sudah meresahkan publik. Permintaan maaf tersebut disampaikan secara tertulis oleh keduanya.

meskipun telah meminta maaf, polisi tetap menyelidiki Perkara ini untuk menelusuri maksud unggahan tersebut dan kemungkinan ada pihak yang dirugikan akibat ulah keduanya.



Dalih Tamasya

Sementara itu, Roni mengklaim sudah membatalkan Tur Jihad 22 Mei kerena keadaan yang terus memanas. Kecuali itu, peserta yang melakukan registrasi juga minim.

“Menyaksikan keadaan yang begitu memanas Tur Jihad ini telah dibubarkan, dan yang melakukan registrasi pun cuma minim sehingga dibubarkan dan tidak ada kita keberangkatan ke Jakarta,” kata Roni di Polda Jatim.

Ia pun menampik, bahwa Tur Jihad Jakarta ini ialah ajakan untuk unjuk rasa atau pergerakan massa. Maksud awalnya, kata dia, hanyalah untuk tamasya. 

“Tur Jihad Jakarta itu sesungguhnya konotasinya bukan sekejam kata-kata itu, sebetulnya kita dengan emak-emak ingin jalan-jalan atau refreshing ke Jakarta gitu saja,” ucapnya.

Roni menambahkan, kata jihad dalam layanannya bukan lah artian untuk ajakan perang. Jihad dalam Islam mempunyai makna perjuangan, mencari keadilan, dan kesejahteraan. 

“Jikalau kata-kata jihad, jihad kan jika di dalam Islam bukan diartikan perang, kita mencari nafkah saja jihad, untuk menafkahi anak istri kita, jadi kata jihad itu bukan dikatakan kita telah bernyali mati, ndak,” ucap Roni. (detik.com)

Shared by S. Dimyati

You might like

About the Author: Soleh Dimyati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *