Penjelasan Seputar Umur dan Silaturahim Jarak Jauh

Penjelasan Seputar Umur dan Silaturahim Jarak Jauh

Jakarta, Warta Batavia
Suatu saat ada 2 orang laki-laki bertamu untuk Nabi Daud AS. Bersamaan dengan itu malaikat pencabut nyawa Izrail menginformasikan untuk Nabi Daud bahwa bagian dari mereka akan diambil nyawanya tujuh hari lagi. 

 

Tapi sesudah beberapa minggu, Nabi Daud AS masih menyaksikan mereka berdua. Nabi Daud pun menanyakan untuk Izrail: “Bagaimana mereka dapat tetap hidup?” Izrail pun menjawab “Setelah pulang bertamu darimu mereka meneruskan perjalanan untuk bersilaturrahim, maka Allah memanjangkan umurnya 20 tahun lagi”. 

 

Inilah cerita yang disampaikan Ulil Abshar Hadrawi, Jumat (22/5), sebagaimana dijabarkan oleh Syaikh Abdurrahman As-Shafuri dalam kitabnya Nuzhatul majalis wa muntkhabun nafais.

 

“Bagian hikmah silaturrahim yang amat populer ialah memanjangkan umur. Hal ini berdasar pada beberapa hadits yang amat masyhur yang sering dilansir oleh para muballigh dan pendakwah,” terang Wakil Sekretaris Jendral PBNU ini.

 

Hadits yang sering disampaikan terkait hikmah silaturahim di antaranya yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari yaitu Man ahabba an yubsatha lahu fi rizqihi wa yunsyau lahu fi ajalihi fal yattaqillaha wal yashil rahimahu (Barangsiapa yang ingin dikekalkan dalam rezekinya dan ingin dipanjangkan umurnya maka supaya bertakwa pada Allah dan menyambung silaturrahim).

 

Ad-dhahak, lanjutnya, berpendapat bahwa seorang hamba yang umurnya tersisa 3 hari lalu dia menyambung tali silaturrahmi, maka Allah akan menyambung umurnya jadi 30 tahun. 

READ
Tatkala Syekh Abdul Qadir Jailani Menangis Tersungkur Waktu Berjumpa Pemabuk Berat

 

“Begitu juga sebaliknya seseorang yang jatah umurnya masih 30 tahun, lalu dia memutus tali silaturrahim, maka Allah dapat memutus umurnya jadi 3 hari,” katanya.

 

Terkait dengan jarak geografis ataupun problem lain sehingga tidak dapat bersilaturahim secara langsung, cerita Nabi Musa dapat jadi perbendaharaan ilmu kita. Cerita ini memuat pertanyaan Nabi Musa untuk Allah SWT mengenai hal cara bersilaturahim jarak jauh.

 

Dikisahkan Nabi Musa Kalimullah AS pernah menanyakan untuk Allah, “Ya Allah bagaimana dapat bersilaturahim, sementara jarak tinggal di antara kita amat jauh sekali? Allah menjawab, “Sayangilah mereka, sebagaimana engkau menyayangi dirimu sendiri.” 

 

Sementara Syaikh Abdurrahman As-Shafuri menerangkan bahwa dalam Islam, silaturrahmi jarak jauh dapat dikerjakan dengan menyampaikan hadiyah dan menyampaikan salam sebagaimana dijelaskan dalam Nuzhatul majalis wa muntkhabun nafais, Jilid 1 hal 178.

 

 

Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Kendi Setiawan

Penjelasan Seputar Umur dan Silaturahim Jarak Jauh
Sumber: NU-Online

loading...

READ
hubungan Barisan Kabinet Penanganan Covid-19 Dianggap Belum Efektif

Recommended For You

About the Author: Ahmad Fawas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *