Penjelasan Volvo Masalah Kerepotan Driver Truk Jepang yang Beralih ke Brand Eropa

5

Penjelasan Volvo Masalah Kerepotan Driver Truk Jepang yang Beralih ke Brand Eropa

Volvo FMX400 dibekali banyak fitur hebat, tidak seperti truk Jepang di Indonesia

Jakarta – Kendaraan angkutan barang seperti bus dan truk di Indonesia tidak cuma didominasi merek-merek asal Jepang. Masih ada sebagian kecil khususnya angkutan berat dan bus premium yang menggunakan brand asal Eropa. Masalahnya, tidak seluruh pengemudi truk dapat cepat beradaptasi di balik kemudi Jepang ke Eropa seperti Volvo.

Bahkan, ada istilah bila driver truk atau bus Eropa amat cepat beradaptasi saat mengemudikan brand Jepang. Namun sebaliknya, driver truk brand Jepang kerap kerepotan mengendarai truk Eropa yang menurut mereka ‘njelimet’. Untuk memperoleh torsi dan tenaga yang pas pun tidak semudah saat mengemudi truk Jepang.

“Sesungguhnya tidak sulit-sulit banget, cuma di truk Jepang fitur yang ada itu yang masuk Indonesia tidak selengkap truk Eropa. Sehingga dari habit mereka yang cuma driving saja, ada tambahan fitur ini-itu. Mereka mesti dapat lakukan waktu operasional malah kerepotan sendiri,” ucap Isdanarto, sebagai Driving Trainer PT Wahana Utama Seirama.

Sebab operasional fitur ini cukup rumit, maka pengemudi juga Penting memperoleh pelatihan spesial sebelum mengemudikan truk Eropa. PT Wahana Utama Seirama sebagai distributor truk Volvo di Indonesia bahkan Penting mempersiapkan pelatihan untuk pengemudi saban pengiriman unit baru ke perusahaan logistik. Bila tidak dapat menggunakan fitur di dalam truk secara maksimum, maka performa mobil tidak sanggup bekerja secara optimal.

“Makanya kita saban delivery truk senantiasa dibarengi dengan training. Pelatihan untuk yang megang, biasanya ada yang batangan (pengemudi Inti) dan serepnya. Pengiriman 1 truk dapat kita kasih pelatihan untuk 3 orang pengemudi dan seterusnya,” kata Isdanarto waktu bercakap-cakap pada Carmudi.

Mengemudikan Truk Jepang Serupa Menggunakan Ponsel Jadul

Hino Safety Driving
Hino Safety Driving . (Foto: Carmudi/Yongki)

Isdanarto pun menyamakan kerepotan yang dialami driver saat mengemudikan brand Jepang dan Eropa. Kerepotan diantara 2 kategori truk itu mirip seperti orang yang mempergunakan smartphone modern dengan ponsel lawas era polifonik. User smartphone lebih mudah beradaptasi menggunakan ponsel lawas.

“Fitur yang ada di brand Jepang yang masuk Indonesia cuma sedikit. Ini seperti pakai handphone polifonik ‘jadul’ yang cuma dapat sms dan telepon lalu dikasih smartphone, pasti utak-atik dulu. Tetapi jikalau biasa pegang smartphone lalu pegang smartphone polifonik langsung dapat sebab lebih simpel,” jelasnya.

Truk Volvo yang masuk ke Indonesia rata-rata dibekali dengan mesin raksasa, dengan kemampuan di atas 10.000 cc. Sebaliknya, truk Jepang cuma dibekali mesin 6.000 sampai 8.000 cc. Sekalipun bermesin besar, Isdanarto menyebut bila konsumsi bahan bakar telah didesain agar amat efisien dengan fitur transmisi hebat.

“Engine volvo truk dikembangkan di putaran rendah telah memperoleh torsi maksimum. RPM rendah di 1000-1500 telah mencapai puncak torsi, sehingga fuel efficiency lebih bagus,” kata Isdanarto.

Baca juga:

Ini Perlunya Adu Skill Pengemudi Truk Volvo Bagi Pebisnis Logistik

 

Penulis: Yongki Sanjaya

Editor: Dimas

You might like

About the Author: Agus Mulyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *