Penyerbuan di Solo: Aksi Radikalisme Teranyar di “Kandang Banteng”
Penyerbuan di Solo: Aksi Radikalisme Teranyar di “Kandang Banteng”

Penyerbuan di Solo: Aksi Radikalisme Teranyar di “Kandang Banteng”

Diposting pada
0 0
Read Time:5 Minute, 45 Second

Penyerbuan di Solo: Aksi Radikalisme Teranyar di “Kandang Banteng”

Foto: Para pelaku penyerbuan acara nikah anak Habib Umar Assegaf di Polresta Solo, Selasa (11/8/2020). (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)


Sabtu (8/8) lalu, aksi kebiadaban dan anarkisme kembali diperlihatkan oleh kubu Islamis radikal lewat sebuah penyerbuan di Solo. Kejadian ini nampaknya jadi pengingat bagi kita bahwa selama kubu pro-kekerasan masih bergerak, jangan pernah bayangkan kedamaian di Indonesia terjadi. Ini cuma puncak dari gunung es, tentu mesti kita sikapi dengan sungguh-sungguh.

Aksi memprihatinkan itu dikerjakan oleh sekelompok massa yang disebut selaku kubu laskar. Mereka menyerbu sebuah Famili keturuan Arab, Famili almarhum Habib Segaf al-Jufri yang tengah menyelenggarakan acara midodareni, atau acara doa sebelum perkawinan.

Ironisnya, kubu semacam ini bahkan kebanyakan mentarget sesama Muslim, Perkara kali ini targetnya ialah Famili Habib. Mereka menuding Famili Habib anak cucu Arab ini selaku pemeluk Syiah yang patut dimusnahkan. Bagi kaum radikal, Syiah sama saja dengan kafir, dan kafir halal darahnya.

Laskar ini Hadir semenjak sore hari dan memaksa Famili Habib untuk membubarkan acara tersebut. Kubu radikalis ini bahkan sempat menghentikan 3 orang Famili yang tengah lewat mempergunakan sepeda motor untuk dikeroyok dan dipukuli. Kepala korban dipukul dengan batu dan perut mereka diinjak-injak. 3 mobil undangan pun tidak lepas dari aksi anarkisme mereka. Kapolresta Surakarta yang berusaha menghentikan aksi anarkis tersebut, kabarnya juga kena pukul oleh kubu laskar tersebut.

Ada 2 versi yang muncul selaku motif penyerbuan kepada Famili Habib Segaf al-Jufri ini. Ke-1, yang menganggap acara midodareni ini tidak sesuai dengan syariat Islam. Ke-2, yang menuding Famili Segaf al-Jufri menggelar acara perayaan keagamaan Syiah, Idul Gadhir.

Akan tetapi, apapun alasannya, yang gamblang itu telah cukup untuk membikin mereka merasa boleh melaksanakan tindakan aksi anarkis. Lagi-lagi, takbir bergema diteriakkan untuk membakar antusias. Mereka meneriakkan nama Allah sembari mengancam menghabisi peserta acara. Mereka menjelaskan bahwa Syiah ialah musuh Islam, dan darah orang Syiah halal. Kalau saja polisi tidak datang untuk menjaga Famili korban, dapat saja sebagian telah dihabisi nyawanya.

READ  Maha siswa China Ungkap Cara Pencegahan Corona

Penyerbuan di Solo ini kembali mempertunjukkan level kebiadaban yang dapat dikerjakan oleh kaum Islamis Radikalis. Bagi mereka, aksi anarkis ialah hal lumrah. Obsesi jadi mujahid perang amat melekat dalam pikiran mereka. Menghabisi dan menyiksa orang yang tak sama keyakinan dianggap bukanlah sebuah kejahatan bagi mereka, dapat jadi bahkan sebuah kewajiban. Sebab mereka dididik dengan stigma kebencian kepada lawan ideologi mereka.

Kita dapat menyaksikan fenomena aksi anarkis oleh kaum Islamis Radikal itu di dunia Internasional dan di dalam negeri. Tindakan laskar tersebut bukan sebuah pengecualian, sebab aksi seperti itu telah berkali-kali terjadi. Ini ialah problem serius yang tiada henti menimpa kita. Bagaimana tidak, mereka membawa nama Islam untuk melegitimasi aksi-aksi biadab. Bukankah itu sama saja dengan menista Islam.

Menteri Agama dan MUI mesti tegas dalam menyikapi fenomena seperti ini. Bermain aman sebab takut salah bicara bukan jalan keluar nyata untuk menghapus segala tindakan terorisme yang jadi ancaman riil bangsa ini.

Apalagi penyerbuan ini terjadi di Solo. meskipun dikenal selaku “kandang banteng” dan kota asal presiden Joko Widodo, Solo sering disebut selaku bagian rumah konsolidasi gerakan Islam radikal di Indonesia.

Bagian figur publik dari Solo yang terkenal ialah Abu Bakar Ba’asyir yang waktu ini masih mendekam di bui sebab keterlibatannya dalam aksi teror bom. Ia mendirikan pesantren al-Mukmin Ngruki di sana dan mendirikan jema’ah Anshorut Tauhid dan Majelis Mujahidin Indonesia. Ba’asyir juga dikenal selaku penyokong Osama bin Laden dan ISIS. Sebagian dari pelaku bom bali 2002 juga berjejaring dengan pesantren ini.

Ada juga warga Solo bernama Bahrun Naim yang diklaim selaku koordinator ISIS untuk wilayah Asia tenggara. Kubu Naim dinilai selaku kubu yang paling terorganisir untuk melaksanakan aksi teror. Pada tahun 2014, didirikan sebuah forum penyokong ISIS di Solo yang diprakarsai oleh seorang guru besar bagian Universitas Islam, Amir Mahmud. Tujuannya, mengakomodasi pengembangan gerakan jihad di Indonesia. Perjumpaan ke-1 forum ini bahkan dihadiri oleh lebih dari 2000 orang di sebuah masjid di Solo.

READ  Putra Kyai Hasyim Muzadi Wafat, Pesantren Al-Hikam Berduka

Ada juga kubu semacam polisi syariah yang menamakan diri Tim Hisbah atau LUIS, yang berisi kumpulan pemuda di Solo. Mereka melaksanakan razia kepada kafe-kafe dan tempat-tempat hiburan malam. Di bulan Juni lalu, sempat ada Perkara yaitu pembacokan beberapa kali oleh seorang tidak dikenal kepada bagian member polsek Karanganyar. Seorang yang tidak dikenal itu lalu dikonfirmasi selaku eks terpidana Perkara terorisme. Pelaku akhirnya ditembak dan meninggal waktu perjalanan ke RS.

Di Solo, ada juga Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) yang mulai dikenal saat Ustad Mu’inudillah, ketuanya, menjelaskan bahwa Pemilihan Umum 2019 Adalah perang ideologi antara Pancasila dan Khilafah. Ia secara terang-terangan mengumumkan sokongan pada Prabowo-Sandi. Ia juga mempunyai 2 saudara yang terlibat aksi terorisme, dan salah satunya dikenal selaku seorang algojo ISIS yang meninggal di Syuriah.

Nama DSKS kembali mencuat saat Desember 2019 lalu para pemuda laskarnya terlibat bentrok dengan para pemuda Nahdlatul Ulama (NU). Dan beberapa hari lalu, DSKS kembali deras dikabarkan sebab mempersoalkan logo HUT RI ke-75 yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat. DSKS menganggap, logo tersebut mirip dengan salib, dan salib identik dengan Kristen. Tentu, kita setuju bahwa itu cuma mengada-ngada. Bagi DSKS, permasalahan logo tersebut nampaknya tidak lebih penting dari membangun narasi bahwa Indonesia dikuasai kaum kafir, dan itu mesti dilawan.

Oleh sebab itu, penyerbuan kepada Famili Habib Segaf al-Jufri ini jangan dilihat selaku hal sepele yang berdiri sendiri. Ini Adalah bagian dari sebuah gerakan terorganisir untuk menghabisi siapapun yang dinilai tak sama dengan gerakan para Islamis radikal. Hal itu dapat dilihat dari permasalahan salib di logo HUT RI, acara midodareni, dan tentu soal kehadiran kaum kafir di Indonesia.

READ  Yang Sanggup Mengelola Kondisi Waktu Ini Akan Jadi Pemenang

Penyerbuan di Solo seakan memberikan contoh bahwa saat gagasan-gagasan sempit semacam itu ditoleransi dan tidak memperoleh tindakan tegas dari pemerintah, ia dapat jadi buas dan tidak terkendali menghabisi lawan-lawannya.

Polisi amat berperan dalam usaha menangkal tindakan-tindakan anarkis yang dikarenakan oleh para Islamis radikal ini. Pemerintah, khususnya menteri agama, mesti mengeluarkan pernyataan keras yang menghujam kepada mereka. Dan yang sama perlunya, MUI juga mesti bersikap tegas. Kalau MUI tinggal diam, orang akan menganggap bahwa MUI akan memaklumi atau membenarkan aksi biadab tersebut.

Kita selaku masyarakat negara yang baik mesti bagaimana? Tentu kita juga tidak dapat tinggal diam. Kita mesti terus melawan dengan beragama sesuai akal sehat. Bukan bahkan mengakali agama untuk kepentingan yang tidak sehat. Orang-orang sempit itu mungkin cuma mempunyai sedikit wawasan keberagamaan sebab berlebihan inklusif. Kunci dari perdamaian antar perbedaan ialah komunikasi antar golongan. Maka, jangan persempit domain sosial kita agar sanggup memahami orang lain yang tak sama dengan kita.

Wallahu a’lam bisshawab.

Haris Fatwa Dinal Maula

Sumber: https://islami.co/penyerangan-di-solo-aksi-radikalisme-terbaru-di-kandang-banteng/

(Suara Islam)


Penyerbuan di Solo: Aksi Radikalisme Teranyar di “Kandang Banteng”

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *