Perlunya Menjaga Niat

Jadi seorang figur publik maupun idola di masarakat muslim sekarang bukan lagi jadi hal yang asing atau sulit untuk didapatkan bagi sebagian orang. Jadi seorang qori’, jadi seorang hafidz, jadi ahlul kitab, jadi vocalis sholawat, bahkan jadi seorang kyai maupun ustadz dapat saja didapatkan dengan mudah. Tergantung dari usaha dan juga didorong oleh bakat yang ia miliki. Pastinya ia yang terlebih dulu punya bakat dalam bidang tertentu punya ambisius lebih untuk mengembangkan bakatnya, didorong dengan usaha sekuat tenaga, bahkan bila Penting harta maupun nyawa lah yang akan jadi korbannya, dan hal itu cuma untuk cita-cita mulianya agar dapat menduduki profesi yang diidamkan.

seusai mengalami beberapa fase sulit bagi seorang pejuang cita-cita tentu ia akan memperoleh titik temu dari usahanya, yaitu keberhasilan yang telah ia raih. Rasa syukur untuk Sang Pemberi Keberhasilan, tentu akan menyelimuti hatinya. Rasa bahagia yang tidak terkira telah pasti tidak akan sanggup diungkapkan dengan kata-kata indah apapun. Namun sedikit juga mereka yang menduduki profesi-profesi tersebut akan tetapi tidak semata-mata niat berdakwah sebab Allah SWT, tapi untuk memperoleh popularitas di tengah-tengah masarakat, memperoleh pujian, bahkan diniatkan untuk mencari harta benda dunia.

Pastinya hal tersebut amat tidak dibenarkan dalam agama. Sebab sebaik apapun amal itu, kalau tidak didasari dengan niat yang tulus sebab Allah, dan cuma untuk memperoleh kesenangan dunia, ia cuma akan memperoleh apa yang ia niatkan itu. Amal akhirat yang jadi prioritas Inti telah tidak ia perdulikan lagi.

READ
Penerima Sokongan BST dari Kemensos Sebanyak 244 Orang di Kecamatan Dawuan

Dalam menyikapi hal ini, ada hadits yang menerangkan mengenai hal betapa perlunya menjaga niat :

عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ .

[رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة البخاري وابو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة]

Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya menguping Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : ”Sesungguhnya tiap-tiap  perbuatan tergantung niatnya.  Dan  sesungguhnya  tiap-tiap  orang  (akan dibalas) berdasar apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya sebab (ingin memperoleh keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya sebab dunia yang dikehendakinya atau sebab perempuan yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan”.

(Riwayat 2 imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan ke-2 kitab Shahihnya yang Adalah kitab yang paling shahih yang pernah dikarang).

READ
Kreatif! Siswa SMK Ma’arif 1 Wates Ciptakan Mobil Listrik Tenaga Surya

Tidak cuma niat di dalam menjalankan sebuah profesi. Namun aktifitas maupun sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari Penting kita perhatikan. Apakah niatnya masih salah atau telah benar?

Contohnya saja sekarang banyak orang yang menyukai sholawat, banyak sekali majelis-majelis sholawat yang datang di tengah masarakat. Banyak masarakat yang datang untuk ikutserta. Namun apakah niat kita berangkat itu semata-mata sebab untuk memperoleh syafa’at Baginda Besar Nabi Muhammad SAW dan ridlo Allah? Atau sebab menyukai vocalisnya yang ganteng atau cantik? Atau malah supaya kita dapat cuci mata untuk menyaksikan orang yang datang di majelis itu? Lalu dari kaum hawa yang sekarang telah banyak berhijrah ke pakaian yang syar’i dan muslimah, berlomba-lomba untuk berbelanja banyak pakaian muslimah, bahkan banyak yang dulu belum berjilbab, sekarang berjilbab secara Mendadak.

Akan tetapi, apakah ia berniat menutup aurat semata sebab perintah dari Allah atau cuma sebab ikut trend fashion yang sekarang tengah naik daun? Tentu tidak salah kita menyukai hal-hal di atas. Sebab hal-hal di atas lumrah dialami oleh tiap-tiap orang khususnya kaum hawa, tapi jangan sampai hal tersebut jadi niat Inti kita, tapi anggaplah selaku bonus atas niat kita untuk menggapai Ridlo dari Allah SWT.

Maka dari itu, apapun profesi maupun aktifitas yang tengah kita lakukan jangan sampai kita salah niat. Niat yang jelek pasti akan kembali ke kita dengan hal-hal yang jelek juga, begitu sebaliknya. Namun niatilah sebab Allah, niatkan untuk menghidupkan agama Allah, niatkan untuk Li i’lali kalimatillah, untuk menggapai ridlo-Nya dan untuk kemanfaatan semua ummat muslim dan semua ummat manusia. Walau tidak dapat dipungkiri, menjaga niat agar tetap baik sungguh tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi kalau telah kita niati sungguh-sungguh dan kita latih mulai sekarang, niat baik itu akan berjalan dengan sendirinya sesuai kata hati kita yang paling dalam.

READ
Cuma Rakyat Suriah yang Berhak Tentukan Masa Depan Mereka

*) Oleh : Khoirotun Nisa’, Mahasiswi Magang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Source link | Pentingnya Menjaga Niat

loading...

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *