Pentingnya Para Pemimpin Pertajam Intuisi dengan Olah Spiritual
Perlunya Para Pemimpin Pertajam Intuisi dengan Olah Spiritual

Perlunya Para Pemimpin Pertajam Intuisi dengan Olah Spiritual

Diposting pada
Views: 29
Read Time:2 Minute, 16 Second

Perlunya Para Pemimpin Pertajam Intuisi dengan Olah Spiritual

Jakarta, Warta Batavia

Para pemimpin di bermacam lembaga mulai dari pemimpin sekolah, lembaga swasta apalagi lembaga negara disarankan mempertajam intuisinya (firasat). Hal ini dikerjakan dengan cara mengolah spiritualitas melalui beberapa usaha diantaranya dengan menyucikan jiwa, meluruskan niat, menjaga ketaqwaan, dan senantiasa berusaha mendekatkan diri ke Allah Swt.


“Khususnya menjaga zikirnya ke Allah, dengan harapan Allah berkenan untuk selalu bersamanya, memberikan rahmat-Nya berupa cahaya bimbingan dan petunjuk-petunjuk dari-Nya,” Ucap Hj Rihab Said Aqil dalam aktifitas Zoominar yang diprakarsai LP Ma`arif PBNU, Jum`at (10/7)


Ditambahkannya, kepemimpinan seperti ini Adalah pemimpin ideal dalam pandangan tasawuf sebab mempunyai kesanggupan untuk senantiasa terhubung dengan Allah dan alam spiritual. Alhasil, seluruh keputusan strategi yang dibuat oleh pemimpin tersebut senantiasa sesuai dengan kehendak ilahi dan prinsip kebenaran.


“Dan prinsip kebenaran tersebut cuma dapat dicapai dengan qalbu atau the higher self,” terang puteri KH Said Aqil Siroj ini pada acara bertemakan Jalan Sufi: Spiritualitas dan Intuisi Pemimpin di Indonesia pada Era Pandemi.


Pemimpin seperti ini, tambahnya, Adalah pemimpin ideal yang mempunyai korelasi dengan sabda Nabi Muhammad yang mengumumkan bahwa seorang pemimpin ialah bayangan Allah di muka bumi sebab laku lampah pemimpin tersebut terkoneksi langsung dengan Allah.

READ  Kader PKS Jadi Pengurus DKM Masjid Raya yang Dibangun Ahok, Warganet Beri Komentar Pedas


“Pemimpin ini wajib betul-betul seseorang representatif yang ikut prinsip-prinsip kebenaran, yang ber-takhalluq, yang akhlaknya menyerupai ‘akhlak Allah’ sebab dia ialah bayangan Allah di muka bumi,” urai doktor Psikologi Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.


Hadits tersebut, sambungnya, sesuai dengan dengan firman Allah dalam Hadits Qudsi: Dan hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah sehingga Saya mencintainya, dan kalau sudah mencintainya  maka Saya jadi telinganya, jadi matanya, jadi tangannya dan jadi kakinya.


“Artinya Allah akan bareng pemimpin tersebut,” ujarnya.


Untuk mempertajam intuisi, Ning Rihab menyampaikan 5 taktik dalam mengembangkan kemampuan intuisi yaitu ke-1 memperbanyak pengetahuan dan pengalaman, ke-2 berpikir kreatif ialah mempunyai jeda waktu untuk menemukan gagasan baru yang dalam prosesnya memerlukan inkubasi.


“Ketiga, melaksanakan ritual keagamaan, itu telah tentu pasti,” imbuhnya


Ke-4, mindfullness atau melatih kesadaran dan konsentrasi. Taktik ini berguna saat memperoleh sebuah info betul-betul dalam keadaan sadar sehingga tahu apa yang tengah dikerjakan dan dapat menyerap info dengan baik dan benar.


“Mesti sadar full apa yang tengah kita lakukan, apa yang tengah kita bicarakan, apa yang orang lain tengah membisiki kita semuanya wajib senantiasa dalam kondisi mindfulness, sadar full dan yang kelima ialah mempunyai nilai-nilai moral,” jelasnya.


Dikatakannya, pemimpin pun mestinya melaksanakan musyawarah selaku bentuk usaha dalam melaksanakan konfirmasi sekaligus menguji keakuratan sebuah intuisi agar terhindar dari kekhilafan.

READ  Misteri Gus Im | The Truly Islam


Kontributor: Aiz Luthfi

Editor: Muhammad Faizin

Perlunya Para Pemimpin Pertajam Intuisi dengan Olah Spiritual
Sumber: NU-Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *